Pekerja melakukan bongkar muat Envirotainer berisi vaksin Covid-19 Sinovac dari badan pesawat Garuda Indonesia setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (30/8/2021).Indonesia akan mendapat tambahan 331,6 jut | ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Nasional

01 Sep 2021, 03:45 WIB

Indonesia Terima 331 Juta Dosis Vaksin pada Agustus-Desember

Indonesia akan mendapat tambahan 331,6 juta dosis vaksin Covid-19 pada Agustus-Desember 2021.

JAKARTA -- Indonesia akan mendapat tambahan 331,6 juta dosis vaksin Covid-19 sepanjang Agustus sampai Desember 2021. Setelah menambahkan vaksinasi bagi kelompok usia 12 tahun ke atas, Indonesia secara total membutuhkan 426,5 juta dosis vaksin Covid-19.

"Kita juga akan mendapatkan tambahan vaksin selama Agustus-Desember 2021 sebanyak 331.675.000 dosis, dengan rincian 258.675.000 yang sudah fixed, dan 73 juta yang unfixed atau menunggu perkembangan lebih lanjut," kata Presiden Joko Widodo dalam Kongres ISEI XXI dan Seminar Nasional 2021 secara virtual, Selasa (31/8).

Presiden mengatakan, pemerintah akan terus mempercepat vaksinasi Covid-19 agar memenuhi target mencapai kekebalan komunitas. Saat ini, kata dia, sebanyak 61,5 juta atau 29,5 persen masyarakat Indonesia telah mendapat vaksin tahap pertama. Kemudian sebanyak 34,8 juta atau 16,7 persen masyarakat sudah mendapat vaksinasi tahap kedua.

Presiden juga menjelaskan tingkat pandemi Covid-19 di Indonesia yang terus menurun. Dalam dua pekan terakhir, kasus Covid-19 di Indonesia sudah melewati puncak penularan dan jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 telah menurun signifikan 86,9 persen.

Angka kesembuhan pun lebih tinggi jika dibandingkan penambahan kasus terkonfirmasi positif. "Alhamdulillah kasus Covid-19 Indonesia sudah melewati puncaknya dan turun signifikan dalam dua pekan terakhir. Penurunan BOR (tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit) nasional saat ini 27 persen," kata Presiden.

Meskipun demikian, Presiden mengingatkan Indonesia tetap tidak boleh lengah meski penularan kasus Covid-19 menurun. Kepala Negara mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan terus disiplin menjalankan protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Ketersediaan obat antivirus dan oksigen juga tetap menjadi prioritas, paket vitamin dan obat untuk masyarakat yang menjalani isolasi mandiri juga terus kita distribusikan ke seluruh daerah," katanya.

Pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Laura Navika Yamani meminta semua pihak harus tetap waspada karena status pandemi Covid-19 belum dicabut oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Kasus di beberapa negara termasuk Indonesia memang sudah mulai menurun. Tetapi apakah penurunan kasus ini seterusnya akan terjadi? Itu sangat tergantung pada kondisi ke depannya nanti," katanya kepada Republika, Selasa (31/8).

Sebab, dia melanjutkan, aktivitas publik kini mulai dibuka. Kemudian, pengetatan sudah mulai dikurangi. Oleh karena itu, Laura meminta semua pihak tetap waspada karena pandemi masih ada.

"Artinya kita masih dalam kondisi pandemi yang masih berlangsung. Ketika kasus Covid-19 mulai stabil bahkan melandai, aktivitas kita jangan sama seperti sebelum pandemi," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat jangan mengabaikan protokol kesehatan. Ia berharap semua pihak tetap waspada tingkat tinggi dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. 

Sumber : Antara


×