Vaksinator bersiap melakukan vaksinasi Covid-19 di Balai Kota Bandung, Kota Bandung, Selasa (2/3/2021). Hingga saat ini, 85 persen guru di Ibu Kota telah menerima vaksinasi Covid-19. | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA

Jakarta

28 Aug 2021, 03:45 WIB

Gubernur Anies: 85 Persen Guru Sudah Divaksinasi

Hingga saat ini, 85 persen guru di Ibu Kota telah menerima vaksinasi Covid-19.

JAKARTA -- Pemprov DKI Jakarta berencana menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) di 610 sekolah pada Senin (30/8) mendatang. Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengatakan, hingga saat ini, 85 persen guru di Ibu Kota telah menerima vaksinasi Covid-19.

"Yang 15 persen adalah mereka yang memiliki komorbid atau habis penyintas (Covid-19) sehingga belum bisa vaksinasi, tetapi pada waktunya mereka nanti akan mendapatkan vaksinasi," kata Anies kepada wartawan di wilayah Jakarta Barat, Jumat (27/8).

Anies menjelaskan, 610 sekolah yang akan melaksanakan PTM secara terbatas itu telah melewati proses verifikasi. Dia menyebut, ada dua tahap asesmen yang harus dilalui setiap sekolah, sebelum dinyatakan lolos dan siap menggelar PTM.

Asesmen pertama, jelas Anies, menyangkut kesiapan sarana dan prasarana sekolah. Kemudian, asesmen kedua terkait kesiapan kepala sekolah, guru, dan orang tua murid. "Semuanya dilakukan asesmen, yang dinyatakan lolos baru bisa mengikuti PTM ini," kata Anies.

photo
Petugas menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada tenaga pengajar dalam acara vaksinasi massal di SMA Negeri 70 Jakarta, Jakarta, Rabu (24/2/2021). Pemerintah memulai tahap vaksinasi untuk guru, tenaga kependidikan, dan dosen dengan target sebanyak 5.057.582 orang se-Indonesia. - (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Ia menambahkan, proses asesmen itu telah dimulai sejak bulan April dan Mei 2021. Saat itu, kata dia, Pemprov DKI sudah melakukan uji coba PTM di 85 sekolah yang dinyatakan lolos tahap asesmen. Sekolah-sekolah itu terdiri dari semua jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, SMA, dan SMK.

"Dari pengalaman dua bulan itu, tidak ada muncul kasus Covid-19. Kami kemudian libur karena ada Lebaran, setelah Lebaran ada lonjakan kasus (virus korona). Nah, sekarang kita akan mulai lagi hari Senin besok," ujar dia.

Anies juga memastikan, siswa yang belum divaksinasi tetap bisa mengikuti PTM. Menurut Anies, siswa tidak boleh dibebankan dengan kewajiban vaksin lantaran mereka hanya punya kepentingan untuk sekolah.

"Karena anak vaksin atau tidak bukan urusan anak, itu adalah keputusan orang tuanya," kata Anies menegaskan.

Pemerintah Kota Jakarta Pusat juga masih melakukan asesmen kelayakan terhadap sekolah untuk persiapan pelaksanaan PTM terbatas pada jenjang SD, SMP dan SMA mulai pekan depan. Kepala Suku Dinas Pendidikan II Jakarta Pusat Uripasih menyampaikan, pihaknya masih melakukan penilaian dan evaluasi di sekolah-sekolah yang akan melaksanakan PTM.

"Kita masih persiapan, masih mengisi asesmen. Kalau sudah lengkap, nanti akan diumumkan Dinas Pendidikan, sekolah mana yang lolos untuk PTM," kata Uripasih.

photo
Petugas menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada penerima vaksin di Senayan City, Jakarta, Rabu (7/4/2021). - (Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO)

Prioritas

Pemerintah Kota Bekasi juga akan membuka sekolah tatap muka dalam waktu dekat. Namun, kemungkinan PTM akan memprioritaskan siswa jenjang akhir.

"Kita lebih menyiapkan anak-anak yang ingin ujian, karena yang kelas atas ini menyiapkan untuk mereka ke jenjang mengejar ujian, jadi bertahap lah," kata Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.

Di samping kesiapan siswa dan orang tua murid, pemda juga menyiapkan fasilitas kesehatan di sekitar sekolah termasuk puskesmas di masing-masing kelurahan. "Bukan hanya unsur pemerintah tapi paling utama keluarga, lebih tertib standar operasional yang sudah disepakati," ujar dia.

Sumber : Antara


×