Sejumlah pelajar menunjukkan kartu vaksinasi setelah di vaksin Covid-19 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/8/2021). | ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc.

Tajuk

21 Aug 2021, 03:45 WIB

Gencarkan Vaksinasi Pelajar

Ketersediaan vaksin yang selama ini menjadi kendala harus segera diatasi.

Sejumlah daerah di Tanah Air mulai bersiap untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 30 Tahun 2021, satuan pendidikan di wilayah PPKM level 1-3 boleh melakukan PTM. Peraturan selama pembelajaran mengacu pada SKB Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah memberi sinyal agar PTM segera digelar. Namun, kata Jokowi, kegiatan PTM bisa kembali digelar apabila seluruh pelajar sudah divaksin. Karenanya, Jokowi meminta agar seluruh pihak mempercepat vaksinasi bagi para pelajar.

Rencana pembukaan kembali sekolah secara tatap muka tentu menjadi angin segar bagi para siswa, guru, dan terutama para orang tua. Betapa tidak, kegiatan belajar dari rumah (BDR) yang sudah berlangsung selama empat semester ini telah membuat siswa, orang tua, dan guru dilanda kejenuhan. Kegiatan PTM yang terlalu lama dikhawatirkan akan berdampak pada kualitas pendidikan nasional.

Karena itu, agar PTM bisa segera digelar di semua daerah di Tanah Air, program vaksinasi untuk para pelajar harus kian masif dilakukan. Saat ini, program vaksinasi untuk pelajar belum merata. Ada daerah, seperti DKI Jakarta yang tingkat vaksinasi pelajarnya sudah sangat tinggi. Namun, di sebagian besar daerah di Indonesia masih rendah.

 

 
Ketersediaan vaksin yang selama ini menjadi kendala harus segera diatasi. Secara umum, antusiasme masyarakat, termasuk pelajar untuk mendapatkan vaksin begitu tinggi. 
 
 

Ketersediaan vaksin yang selama ini menjadi kendala harus segera diatasi. Secara umum, antusiasme masyarakat, termasuk pelajar untuk mendapatkan vaksin begitu tinggi. Karena itu, pemerintah pusat harus mempercepat distribusi vaksin Covid-19 ke daerah-daerah. 

Program vaksinasi untuk pelajar di berbagai daerah, bisa meniru pola yang dilakukan di DKI Jakarta. Di Ibu Kota, para pelajar divaksin di sekolah masing-masing secara bertahap sehingga tak menimbulkan kerumunan. Cara ini tentu sangat efektif untuk mempercepat program vaksinasi.

Kegiatan vaksinasi yang menimbulkan kerumunan harus dihindari. Kegiatan vaksinasi untuk ribuan orang dalam satu titik tertentu terbukti membuat kerumunan dan itu tentu tak baik. Sudah saatnya, setiap pemerintah daerah menggelar vaksinasi secara menyebar. Bagi pelajar, program vaksinasi sebaiknya digelar di sekolah masing-masing. Ini akan lebih efektif dan sekolah bisa memastikan semua siswanya sudah divaksin.

Program vaksinasi dengan sistem door to door juga harus dimasifkan. Vaksinasi sistem jemput bola akan sangat membantu masyarakat. Mereka cukup menunggu di rumah tanpa harus keluar rumah dan berkerumun. 

Selain vaksinasi pelajar, pemerintah juga harus memastikan para guru dan seluruh pegawai di sekolah juga harus sudah divaksin. Dengan begitu, kegiatan PTM bisa berlangsung dengan lebih aman. Meski begitu, vaksinasi bukan satu-satunya syarat untuk bisa menggelar PTM. Sekolah juga harus memastikan berbagai sarana protokol kesehatan tersedia.

Presiden Jokowi juga telah mengingatkan seluruh pihak untuk berhati-hati agar pada saat PTM digelar tidak ada penularan Covid-19. Sesuai aturan, satuan pendidikan yang berada pada wilayah PPKM level 1-3 harus menerapkan mitigasi risiko penularan Covid-19 dan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). PTM terbatas juga hanya mengizinkan 50 persen dari kapasitas kelas normal. Jika semua telah dipenuhi maka PTM bisa segera digelar lagi. 


×