Mantan wakil perdana menteri Malaysia Ismail Sabri Yakoob. | AP/Vincent Thian

Internasional

20 Aug 2021, 03:45 WIB

UMNO Diramal Kembali Berkuasa

Jalan Ismail kian mulus menuju kursi perdana menteri.

KUALA LUMPUR – Partai terbesar Malaysia, United Malays National Organization (UMNO), diperkirakan akan kembali merebut kursi perdana menteri (PM) Malaysia. UMNO yang berkuasa sejak 1957 sempat terguling dari tampuk kekuasaan pada 2018.

Wakil Presiden UMNO Ismail Sabri Yaakob diprediksi akan menjadi perdana menteri baru Malaysia. Dia menggantikan Muhyiddin Yassin yang mengundurkan diri dari jabatannya pada Senin (16/8).

Ismail yang saat ini berusia 61 tahun tampaknya memperoleh dukungan mayoritas di parlemen Malaysia untuk menjadi PM baru. Sekretaris Jenderal UMNO Ahmad Maslan mengungkapkan, sebanyak 114 anggota parlemen dari UMNO dan partai-partai lain di bekas aliansi pemerintahan Muhyiddin telah dipanggil pihak kerajaan.

Menurut Ahmad, mereka diminta mengonfirmasi dukungan terhadap Ismail selama audiensi singkat dengan Raja Malaysia Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah. Untuk membentuk pemerintahan baru, dibutuhkan 111 dukungan dari anggota parlemen.

“Dengan Ismail Sabri siap menjadi perdana menteri Malaysia berikutnya di bawah aliansi yang sama, banyak orang Malaysia akan melihatnya sebagai tidak lebih dari permainan kursi musik,” kata Ei Sun Oh, pengamat dari Singapore Institute of International Affairs, Kamis (19/8).

photo
Mantan wakil perdana menteri Malaysia Ismail Sabri Yakoob melambai dari bus saat meninggalkan markas UMNO di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (19/8/2021).  - (EPA-EFE/AHMAD YUSNI)

Jika Ismail terpilih sebagai perdana menteri, hal itu akan mengembalikan dominasi UMNO dalam perpolitikan Malaysia. Partai tersebut telah memerintah Negeri Jiran sejak mereka merdeka dari Inggris pada 1957.

UMNO kehilangan kekuasaan saat mantan perdana menteri Najib Razak terlibat skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Pemerintahan Najib digulingkan oleh Mahathir Mohamad.

Ismail adalah seorang pengacara. Sebelum terjun ke politik, ia sempat mengisi beberapa jabatan penting di pemerintahan UMNO. Pada 2015, Ismail menjabat sebagai menteri perdagangan.

Namun, kala itu, Ismail menjadi figur kontroversial karena menyerukan konsumen Melayu memboikot pedagang Cina. Dia juga dikecam karena mendukung industri vaping yang didominasi warga Melayu sebagai pelaku usahanya.

Ismail diangkat menjadi menteri pertahanan ketika Muhyiddin Yassin berhasil mengambil alih kekuasaan dari Mahathir Mohamad pada Maret 2020. Dia kemudian dipromosikan menjadi wakil perdana menteri pada Juli.

Langkah itu diambil ketika Muhyiddin berusaha merayu dukungan dari UMNO yang tampaknya tak senang berkoalisi dengan partai kecilnya, yakni Partai Pribumi Bersatu Malaysia. Muhyiddin, dalam sebuah pernyataan, telah memberi dukungan kepada Ismail untuk menjadi perdana menteri baru. Alasannya, demi stabilitas politik hingga Malaysia dapat menggelar pemilu kembali.

Muhyiddin Yassin mengundurkan diri dari jabatannya pada Senin (16/8) lalu. Hal itu terjadi setelah UMNO menarik dukungan terhadapnya.

Dengan pengunduran dirinya, Muhyiddin menjadi perdana menteri dengan masa jabatan terpendek dalam sejarah Malaysia, yakni hanya 17 bulan. Pemerintahan Muhyiddin memang menghadapi perselisihan di internal koalisi. Hal itu berlangsung di tengah meningkatnya kemarahan publik atas penanganan pandemi Covid-19 yang dinilai buruk.

Malaysia memiliki salah satu tingkat infeksi dan kematian per kapita tertinggi di dunia. Malaysia melaporkan 22.928 kasus baru Covid-19 pada Kamis, rekor untuk hari kedua berturut-turut. Saat ini, negara tersebut sudah mencatatkan 1,5 juta kasus dengan korban meninggal melampaui 13 ribu jiwa.

Sumber : Associated Press


×