Warga membantu menyeberangkan speda motor yang terjebak banjir di ruas jalan nasional Jeruklegi-Kawunganten, di Desa Jeruklegi Wetan, Jeruklegi, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (21/7/2021). Kekeringan yang terjadi satu dekade sekali, kini muncul lima atau enam | ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
10 Aug 2021, 03:45 WIB

PBB: Krisis Iklim Ulah Manusia

Kekeringan yang terjadi satu dekade sekali, kini muncul lima atau enam tahun sekali.

NEW YORK – Gelombang panas ekstrem yang biasa terjadi 50 tahun sekali kini diperkirakan terjadi satu dekade sekali. Sedangkan curah hujan dan kekeringan juga kian kerap terjadi.

Laporan itu disampaikan panel Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurusi perubahan iklim, Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), Senin (9/8). Untuk pertama kalinya panel ini merancang skenario yang mungkin terjadi, berikut kuantitasnya.

IPCC mengatakan, pengaruh manusia sebagai penyebab semakin memanasnya bumi “tak terbantahkan”. Sejumlah disrupsi iklim yang saat ini terjadi akan terus terjadi selama berabad-abad.

Menurut IPCC, sekali dalam satu dekade, kemungkinan terjadi hujan deras 1,3 kali lipat dan curah air pun 6,7 persen lebih banyak. Padahal, hingga 1900, hal itu terjadi 50 tahun sekali. Sedangkan kekeringan yang biasa terjadi satu dekade sekali, kini mungkin muncul setiap lima atau enam tahun sekali.

Terkait

“Gelombang panas di Kanada, kebakaran di Kalifornia, banjir di Jerman, banjir di Cina, kekeringan di Brasil tengah, membuat gambaran amat sangat jelas bahwa iklim ekstrem kini memakan korban lebih banyak,” kata Paulo Artaxo, ketua penulis laporan IPCC dan ahli fisika lingkungan di University of Sao Paulo, Brasil, Senin.

Panel iklim PBB ini menyatakan, tingkat gas rumah kaca di atmosfer sudah cukup tinggi. Gelombang panas yang mematikan, angin topan yang kuat, dan cuaca ekstrem lainnya yang terjadi sekarang serta kemungkinan akan menjadi lebih parah.

Berdasarkan lebih dari 14 ribu studi ilmiah, laporan tersebut memberikan gambaran paling komprehensif dan terperinci tentang cara perubahan iklim mengubah dunia alami. Jika tidak dilakukan tindakan segera, cepat, dan skala besar diambil untuk mengurangi emisi, suhu global rata-rata kemungkinan akan melewati ambang batas pemanasan 1,5 derajat celsius dalam 20 tahun ke depan.

Laporan IPCC menyatakan, emisi jelas disebabkan oleh aktivitas manusia telah mendorong suhu global rata-rata saat ini 1,1 celsius lebih tinggi dari rata-rata praindustri. Kondisi saat ini akan mendorongnya 0,5 celsius lebih jauh jika bukan karena efek polusi di atmosfer.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menggambarkan laporan ini sebagai sebagai teguran bagi kemanusiaan. "Laporan ini harus menjadi bunyi bel kematian untuk bahan bakar fosil dan batu bara, sebelum mereka menghancurkan planet kita," kata Guterres.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan laporan IPCC memberikan pencerahan. Ia mengatakan, beberapa dekade ke depan akan menjadi sangat penting untuk mengamankan masa depan bumi.

Johnson mengatakan saat ini semua pihak telah mengetahui bagaimana membatasi pemanasan global. Antara lain, membuat batu bara hanya tinggal sejarah dan beralih ke sumber energi bersih, melindungi alam, dan mengalirkan dana keuangan ke negara-negara garda depan dalam upaya mengatasi perubahan iklim.

Fakta Krisis Iklim

- Manusia penyebab perubahan iklim

Lembaga panel Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) tegas menyebut manusia membuat atmosfer, laut, dan daratan lebih hangat.

- Suhu akan terus naik

Masa depan Bumi akan tergantung pada cara memotong emisi gas secara drastis.

- Cuaca akan kian ekstrem

Cuaca ekstrem yang semula jarang terjadi atau tak diduga, nanti akan menjadi kondisi rutin.  

- Arktik mungkin tanpa es

Laut Arktik di belahan utara mungkin tanpa es lagi saat musim panas, mungkin pada 2050.

- Permukaan laut naik

Badai pantai yang biasa terjadi sekali dalam seabad diperkirakan terjadi setiap tahun mulai 2010. Sedangkan permukaan air laut diperkirakan naik 15 meter pada 2030.

Sumber : Reuters


×