Petugas dan nakes menyiapkan makanan sore untuk pasien Covid-19 di tempat isolasi Perumahan Nelayan, Padang, Sumatra Barat, Selasa (3/8/2021). Fasilitas isolasi pasien Covid-19 terpusat dikelola Pemkot Padang ini memiliki jumlah pasien masuk yang terus me | ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Nasional

04 Aug 2021, 08:53 WIB

Luar Jawa Diminta Perketat Posko Covid-19

Kalteng tarik rem darurat untuk mencegah penularan Covid-19 lebih lanjut.

JAKARTA -- Pemerintah provinsi di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi diingatkan agar mewaspadai kenaikan kasus positif Covid-19 di daerahnya. Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, kasus positif di ketiga pulau itu terus meningkat selama tiga pekan terakhir.

Wiku menyampaikan, hampir semua provinsi di Pulau Sumatera masih menunjukan kenaikan kasus, kecuali di Riau yang telah menunjukan penurunan kasus. Sedangkan di Kalimantan, hanya Kalimantan Barat yang sempat mengalami penurunan.

"Selain itu di Pulau Sulawesi seluruh provinsinya juga menunjukan kenaikan selama 3 pekan, kecuali Sulawesi Tenggara dan Gorontalo yang sempat mengalami penurunan," ujar Wiku saat konferensi pers, Selasa (3/8).

Wiku menekankan, kenaikan kasus di sebagian besar wilayah tersebut harus menjadi perhatian bersama. Ia menilai penyebab kenaikan kasus karena pemerintah daerah dan masyarakatnya masih lengah dan tidak menerapkan PPKM Level 4. Karena itu, Wiku meminta kepada seluruh pemerintah daerah itu segera menyiapkan langkah menghadapi kenaikan kasus.

"Perlu antisipasi dan kesiapan dari seluruh fasilitas kesehatan di daerahnya masing-masing," kata dia.

Ia mengingatkan agar daerah memastikan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit atau membuka tempat isolasi terpusat jika dibutuhkan. Selain itu, suplai oksigen dan obat-obatan juga harus dipastikan tercukupi dan terdistribusi dengan baik.

"Dimohon untuk memperkuat peran posko agar pengawasan dan kepatuhan protokol kesehatan oleh unsur TNI atau Polri di wilayah masing-masing dapat ditingkatkan," kata dia.

photo
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Kawasan Pertokoan Palu Plaza di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (3/8/2021). Penyemprotan disinfektan yang dilaksanakan oleh BPBD Kota Palu bersama Pemadam Kebakaran Kota Palu dan PMI tersebut sebagai upaya mengatasi dan menekan peningkatan kasus Covid-19 di Kota Palu. - (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)

Juru Bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) Covid-19 Sulawesi Tengah mencatat kasus terkonfirmasi positif di daerahnya kembali mencetak rekor terbanyak pada Selasa kemarin, yaitu 837 kasus baru. Penambahan tertinggi di Palu, yaitu 378 kasus, .

"Hari ini 827 orang terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga secara kumulatif 24.824 orang telah terinfeksi Covid-19," kata Juru Bicara Pusdatina Covid-19 Sulteng, Moh Haris Kariming, kemarin.

Total kasus sembuh di Sulteng 16.919 orang sehingga 7.204 pasien Covid masih dirawat. Mereka menjalani isolasi mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by SULTENG LAWAN COVID (sultenglawancovid)

Dia mengimbau masyarakat agar selalu taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat. "Langkah tersebut sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 di Sulteng," kata dia.

Sementara, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran pada Selasa mengaku akan menarik rem darurat untuk mengendalikan penularan kasus di wilayahnya. Angka penambahan kasus di sana masih sangat tinggi, sedangkan akan kesembuhan semakin menurun. Masalah lainnya, perawatan pada pasien muda lebih lama dan tingkat risiko penularan masih tinggi.

Menurut dia, Kalteng sedang berada di gelombang kedua pandemi. Untuk meredam penularan lebih lanjut, maka perlu diambil langkah yang tidak biasa dan bisa jadi tidak populer bagi masyarakat. "Pemerintah provinsi harus menarik rem darurat untuk mengendalikan penularan Covid-19. Pemerintah akan menerapkan PPKM Level 3 dan 4 di beberapa daerah kabupaten kota, khususnya Palangka Raya," kata dia di Palangka Raya, kemarin. Ia baru memastikan PPKM Level 4 diterapkan di Kota Palangka Raya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Diskominfotik Provinsi Sumbar (kominfosumbar)

Tren kenaikan paling parah juga terjadi di Sumatra Barat. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal mengatakan, kasus positif baru bertambah 1.157 orang pada Selasa kemarin. Sementara pada Senin (2/8), terdapat penambahan 983 kasus baru.

Angka itu menjadikan total kasus positif Covid-19 sebanyak 73.727 orang. "Tambahan kasus positif 1.157 orang. Pasien covid sembuh bertambah 653 orang," kata Jasman, kemarin. Saat ini, Sumbar masih menghadapi kasus aktif sebanyak 13.899 orang.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Satuan Tugas Covid-19 (@satuantugascovid19)

  ';

×