Sejumlah anak bermain bola di tempat parkir Supermarket Giant Ekstra di Kreo, Tangerang, Minggu (1/8/2021). PT Hero Supermarket Tbk resmi menutup seluruh gerai Giant di Indonesia pada Minggu (1/8/2021), dan akan lebih fokus pada pengembangan gerai merek l | ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Ekonomi

03 Aug 2021, 14:37 WIB

Kerugian Hero Meningkat Menjadi Rp 551 Miliar

Peningkatan angka kerugian Hero seiring turunnya pendapatan perseroan pada semester I 2021.

JAKARTA -- PT Hero Supermarket Tbk membukukan kinerja negatif sepanjang semester I 2021. Pada periode tersebut, emiten dengan kode saham HERO ini membukukan rugi bersih sebesar Rp 551 miliar. Angka itu naik dibandingkan rugi periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 220 miliar.

Perseroan terus menghadapi tantangan yang cukup signifikan pada semester I 2021 akibat pandemi, adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dan perubahan pola belanja pelanggan.

"Kinerja keuangan underlying bisnis ritel groseri perseroan pada semester pertama terus terkena dampak negatif dikarenakan pandemi maupun  restrukturisasi," kata Presiden Direktur HERO Patrik Lindvall dalam keterangan resminya, Senin (2/8).  

Peningkatan angka kerugian ini seiring turunnya pendapatan perseroan pada semester I 2021. Pendapatan perseroan pada periode tersebut turun sebesar 26 persen dari Rp 4,9 triliun menjadi Rp 3,6 triliun. Penurunan pendapatan ini juga membuat laba kotor turun 20 persen dari Rp 1,2 triliun menjadi Rp 1,0 triliun.

Patrik mengatakan, setelah tinjauan strategi bisnis yang mendalam pada Mei 2021, perseroan akan mengubah pendekatan perdagangannya dengan meningkatkan investasi pada bisnis Ikea, Guardian, dan Hero Supermarket serta beralih dari merek Giant.

Perubahan strategi ini merupakan respons yang menentukan dan diperlukan guna menghadapi dinamika pasar yang berubah. Hal ini terutama mengingat pola belanja pelanggan Indonesia yang menjauh dari format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir serta disebabkan adanya pandemi Covid-19.

Penjualan like for like Guardian Health and Beauty meningkat secara signifikan pada kuartal II 2021 dibandingkan kuartal pertama disebabkan pola belanja pelanggan secara bertahap normal kembali. Laba underlying juga meningkat pada semester pertama dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemberlakuan PPKM Darurat yang diterapkan pada Juli lalu berdampak pada penjualan. Guardian tetap berkomitmen untuk memperkuat proposisi nilai dan relevansinya dengan pelanggan dan terus fokus pada pengendalian biaya untuk memastikan dapat keluar secara solid dari kondisi perdagangan yang sulit saat ini.

Sementara itu, total penjualan Ikea tumbuh terutama karena pembukaan toko ketiga Ikea Indonesia di Bandung, Jawa Barat pada kuartal I 2021. Pembatasan kapasitas operasional, kondisi perdagangan yang menantang akibat Covid-19, dan kendala rantai pasokan berdampak pada ketersediaan produk dan penjualan.

Profitabilitas Ikea dipengaruhi oleh biaya prapembukaan yang lebih tinggi terkait dengan pembukaan toko baru dan penurunan penjualan. Program ekspansi toko Ikea terus berjalan menuju pembukaan toko keempat Ikea di Jakarta Garden City yang diharapkan akan dibuka pada akhir tahun ini. 

Menyusul pengumuman perubahan pendekatan strategis PT Hero, perseroan bermaksud untuk mengubah beberapa toko Giant menjadi Ikea dan Hero Supermarket. Perseroan terus melakukan diskusi aktif dengan pihak ketiga sehubungan dengan divestasi sejumlah toko dan properti yang dimiliki. Diharapkan transaksi tersebut dapat selesai pada kuartal III 2021.

"Pendapatan yang dihasilkan dari penjualan aset akan memberikan PT Hero pendanaan untuk mendukung inisiatif pertumbuhannya di masa depan," kata Patrik.


×