Petugas menyiapkan vaksin Sinovac saat vaksinasi untuk 3.500 karyawan Daese Garment dan warga Kelurahan Kebonwaru bekerjasama dengan Kecamatan Batununggal, Polsek Batununggal dan Puskesmas Ibrahim Adjie di pabrik Daese Garment Jalan Ibrahim Adjie, Kota Ba | Edi Yusuf/Republika
31 Jul 2021, 10:41 WIB

Kabupaten Bogor Targetkan 8.575 Sasaran Vaksinasi

Kabupaten Bogor melaksanakan vaksinasi sebanyak 49 ribu dosis setiap hari

BOGOR— Empat puluh pimpinan kecamatan se-Kabupaten Bogor beserta seluruh stakeholder diminta untuk mempercepat vaksinasi bagi masyarakat di wilayah masing-masing. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bogor fokus mencapai target vaksinasi Covid-19 minimal 20 persen dari jumlah penduduk, pada awal Agustus 2021.

“Program vaksinasi massal di tingkat kecamatsn yang telah berjalan dengan jumlah minimal 2.000 per kegiatan, atau 4.000 per minggu sangat efektif menambah jumlah sasaran, bahkan sampai tanggal 29 Juli 2021 sudah mencapai 740.803 sasaran,” ujar Bupati Bogor, Ade Munawaroh Yasin, Jumat (30/7). 

Untuk mencapai herd immunity, Satgas Covid-19 pusat menargetkan Kabupaten Bogor melaksanakan vaksinasi sebanyak 49 ribu dosis setiap hari, mulai Agustus. “Sehingga mulai Agustus kita akan menambahkan target capaian di setiap kecamatan perminggunya sebanyak 8.575 orang,” ucapnya.

Oleh karena itu, kata dia, camat harus berkoordinasi dengan Koramil dan Polsek untuk membantu mobilisasi masyarakat untuk divaksin. Juga berkoordinasi dengan MUI, KUA, tokoh masyarakat agar membantu melakukan sosialisasi kepada masyarakat soal pentingnya vaksinasi.

Terkait

Kemudian, lanjutnya, soal pembiayaan, camat dapat mulai mengajukan permohonan bantuan operasional sentra vaksinasi di tingkat kecamatan. “Tahap pertama ini semua kecamatan mendapatkan Rp 15 juta untuk operasional, tapi tahap berikutnya disesuaikan dengan target yang dicapai. Jika Satgas kecamatan bisa menyelesaikan target sasaran per kegiatan, maka baru bisa mengajukan permohonan pencairan berikutnya,” paparnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR (kabupaten.bogor)

209 RW sasaran vaksinasi

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan, sebanyak 209 rukun warga (RW) di Jakarta Barat jadi perhatian untuk mengikuti gerakan ‘Vaksinasi Merdeka’ karena menunjukkan tingkat pencapaian yang rendah. Untuk mengatasi pencapaian vaksinasi yang rendah pada 209 RW di Jakarta Barat itu, Fadil menempatkan 209 gerai vaksin agar masyarakat tergerak mengikuti vaksin untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity).

"Artinya ada 209 titik kami laksanakan vaksin. Kami harap semangat kemerdekaan jadi momentum kita untuk gerak bersama-sama," kata Fadil saat ditemui di lokasi gerai ‘Vaksinasi Merdeka’ Yayasan Tarbiyah Islamiah Al-alawiyah, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (28/7).

Fadil pun sempat memantau gerai vaksinasi yang dikunjungi dan mengaku senang karena banyak warga yang datang untuk mengikuti program tersebut. "Contohnya di RW 06, ada 960 belum divaksinasi dan sudah mendaftar, di RW satunya ada 790 kalau ditambah ada 1.600 lebih," ujar Fadil.

Dengan adanya program ini, Fadil berharap seluruh warga DKI Jakarta sudah divaksinasi hingga 17 Agustus mendatang. Nantinya, Polda Metro Jaya akan melanjutkan program vaksinasi tahap dua pada September dan Oktober 2021.

Fadil menambahkan, relawan juga dilibatkan dalam program ‘Vaksinasi Merdeka’ yang terdiri atas mahasiswa, ormas, hingga tenaga kesehatan. "Kami mengajak relawan dari berbagai elemen masyarakat, ada mahasiswa, ada nakes, ada nonnakes, ada dari ormas, ada dari persatuan dokter, perawat, semua kami ajak," kata Fadil.

Fadil mengatakan, program vaksinasi tersebut berasal dari masyarakat, untuk masyarakat. "Jadi ini kolaborasi dengan masyarakat. Nanti dalam program vaksinasi merdeka tidak ada unsur struktural yang terlibat," ujar dia menambahkan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ade Yasin (ademunawarohyasin)

Mulai menipis

Sementara itu, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mencatat stok vaksin di wilayahnya dari pemerintah pusat mulai menipis ketersediaannya. Dari semula 93 ribu vial kini tersisa 104 vial.

"Masyarakat sudah paham pentingnya vaksin, karena setiap ada vaksinasi itu antusias masyarakatnya cukup tinggi. Kendalanya ketersediaan vaksin mulai berkurang, kebutuhan vaksin saat ini sangat mendesak," kata Bupati Bogor, Ade Yasin.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor itu menyebutkan, selain 104 vial vaksin sisa dari bantuan pemerintah pusat, ada pula 552 vial milik Kodim 0621 dan 62 vial milik Polres Bogor. Ia mencatat, progres vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor hingga 26 Juli 2021 telah mencapai 690.312 dosis dari target 8.576.268 dosis atau sasaran vaksin 4.288.134 orang.

Ade menyebutkan, Pemkab Bogor terus menggenjot vaksinasi massal. Kini vaksinasi dilakukan serentak di puskesmas 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor dua kali dalam sepekan. Pemkab Bogor menargetkan vaksinasi terhadap 160 ribu orang setiap pekannya dengan acuan 2.000 orang pada setiap kali kegiatan vaksinasi massal.

"Untuk tenaga vaksinator sebanyak 1.070 orang sudah kita sediakan, kita kerahkan semua tenaga yang ada, hanya kendalanya saat ini soal ketersediaan vaksin," kata Ade.

Sumber : Antara


×