Seorang pria melewati jalanan yang sepi di kawasan pusat bisnis Sydney, Australia, Selasa (29/6/2021). Lebih dari lima juta orang di Sydney dan sekitarnya telah memberlakukan lockdown selama 14 hari untuk mengurangi penyebaran wabah virus Covid-19. | EPA-EFE/MICK TSIKAS
31 Jul 2021, 03:45 WIB

Australia Kerahkan Militer untuk Awasi Lockdown

Orang yang tinggal di pinggiran barat harus tinggal dalam lingkungan radius 5 km.

SYDNEY -- Sydney mengerahkan militer untuk mengawasi penguncian atau lockdown di wilayah pinggiran. Ibu kota Negara Bagian New South Wales (NSW) itu telah memberlakukan lockdown paling ketat, sementara jumlah infeksi Covid-19 masih tetap tinggi.

Pembatasan juga berlaku bagi seputar wilayah pinggiran kota yang dikunci. Mulai Senin (2/8), sekitar 300 personel tentara Australia akan membantu polisi mengawasi orang-orang yang sedang menjalani isolasi mandiri karena positif Covid-19.

"Volume kenaikan yang cukup besar selama seminggu terakhir (berarti) tingkat kepatuhan (penegakan) telah naik dari ratusan menjadi ribuan kali lipat," kata Komisaris Polisi New South Wales, Mick Fuller, Jumat (30/7).

Militer dan polisi akan dikerahkan ke delapan distrik di wilayah barat Sydney. Sebagian besar kasus baru telah dilaporkan di wilayah tersebut.

Terkait

Polisi sudah diberi mandat baru untuk menutup bisnis yang melanggar aturan. Sementara perwira militer tidak akan membawa senjata dan berada di bawah komando polisi.

Menteri Kesehatan NSW Brad Hazzard mengatakan, orang-orang menunggu terlalu lama untuk mendapatkan tes Covid-19 setelah mengetahui ada gejala. Sementara beberapa orang di komunitas migran mungkin tidak mengikuti program pemerintah dalam penanganan Covid-19.

"Kami di sini untuk mendukung Anda dan sistem kesehatan kami di sini untuk mendukung Anda," ujar Hazzard.

photo
Suasana jalanan yang sepi di kawasan pusat bisnis Sydney, Australia, Selasa (29/6/2021). Lebih dari lima juta orang di Sydney dan sekitarnya telah diberlakukan lockdown selama 14 hari untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19. EPA-EFE/MICK TSIKAS AUSTRALIA AND NEW ZEALAND OUTPutra M. Akbar - (AAP)

Episentrum wabah telah melintasi Sydney dari pinggiran pantai Bondi ke wilayah pinggiran di sebelah barat. Para pemimpin setempat mengatakan, penduduk merasa dirugikan oleh penguncian yang semakin ketat.

"Mereka tidak punya ide selain membawa militer sebagai upaya terakhir karena mereka kehilangan jawaban atas masalah yang mereka ciptakan," kata Steve Christou, wali kota wilayah pemerintah daerah Cumberland, kota yang 60 persen dari 240 ribu penduduknya lahir di luar negeri.

"Mereka adalah komunitas miskin. Mereka adalah komunitas yang rentan dan mereka tidak pantas mendapatkan penguncian ini atau tindakan keras dan diperpanjang yang sekarang menjadi sasaran mereka," ujar Christou menambahkan.

Orang yang tinggal di pinggiran barat harus tinggal dalam lingkungan radius lima km. Mereka menjalani tes virus setiap tiga hari agar diizinkan melakukan pekerjaan penting di luar tempat tinggal mereka.

Sampai saat ini, Australia telah menangani krisis virus Covid-19 jauh lebih baik daripada negara maju lain. Australia mencatat lebih dari 34 ribu kasus dan kurang dari 1.000 kematian. Namun, upaya Australia untuk menekan kasus Covid-19 mulai kendor setelah lambatnya program vaksinasi.

Sumber : Reuters


×