Vaksinasi untuk 3.500 karyawan Daese Garment dan warga Kelurahan Kebonwaru bekerjasama dengan Kecamatan Batununggal, Polsek Batununggal dan Puskesmas Ibrahim Adjie di pabrik Daese Garment Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Kamis (29/7/2021). | Edi Yusuf/Republika
30 Jul 2021, 03:45 WIB

Polri-Muhammadiyah Percepat Vaksinasi

Kapolri akan menginstruksikan setiap Kapolda bekerja sama mempercepat vaksinasi.

JAKARTA -- Berbagai langkah dilakukan pemerintah maupun swasta untuk mempercepat terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok melalui vaksinasi. Kemarin, Polri bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta menggelar vaksinasi massal di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.

Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo optimistis, kerja sama seperti itu akan mempercepat terbentuknya herd immunity terhadap Covid-19. "Alhamdulillah kerja sama ini sudah berlangsung beberapa lama, sudah ada 20 sampai 27 kegiatan di kurang lebih 20 wilayah. Yang tentunya ini akan sangat bantu dalam rangka percepat kegiatan vaksinasi," ujar Sigit di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Kamis (29/7).

Vaksinasi dua hari di PP Muhammadiyah menargetkan 1.000 orang dari majelis, lembaga, organisasi otonom, keluarga besar Muhammadiyah, dan masyarakat umum. Sebanyak 500 orang mendapat suntikan vaksin per hari.

"Dan nanti saya juga akan minta seluruh Kapolda untuk melakukan kerja sama seluruh rekan Muhammadiyah di seluruh wilayah, sehingga terbentuk kekuatan dalam rangka sinergi melaksanakan percepatan terhadap vaksinasi," ujar Listyo.

Terkait

Listyo mengatakan, selain tersebar di seluruh Indonesia, Muhammadiyah juga memiliki tenaga kesehatan yang memumpuni sehingga bisa dikerjasamakan sebagai vaksinator. Sebab itu, perlu adanya penguatan kolaborasi dalam rangka mempercepat vaksinasi. "Alhamdulillah kami senang karena Muhammadiyah memiliki banyak tenaga kesehatan," kata dia.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti mengungkapkan, kerja sama vaksinasi bersama Polri sudah dilaksanakan di lebih dari 20 provinsi. Pihaknya sudah bekerja sama di beberapa tempat, misalnya di Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, dan di beberapa polsek di lingkungan Jakarta dan sekitarnya.

"Kami tentu sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Polri kepada Muhammadiyah, khususnya dalam pelaksanaan vaksinasi di PP Muhammadiyah ini," kata Mu'ti di kesempatan yang sama.

Dalam kegiatan vaksinasi, Mu'ti menyebut Muhammadiyah telah melibatkan setidaknya 76 rumah sakit (RS).

Terpisah, Palang Merah Indonesia (PMI) sedang menyiapkan infrastruktur dan jejaringnya untuk mendukung percepatan vaksinasi. Wakil Ketua Umum PMI, Ginandjar Kartasasmita menjelaskan, persiapan internal PMI terus dilakukan, seraya terus berkomunikasi dengan pemerintah untuk menjelaskan kesiapan PMI dalam mempercepat vaksinasi.  

photo
Petugas menyiapkan vaksin Sinovac saat vaksinasi untuk 3.500 karyawan Daese Garment dan warga Kelurahan Kebonwaru bekerjasama dengan Kecamatan Batununggal, Polsek Batununggal dan Puskesmas Ibrahim Adjie di pabrik Daese Garment Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Kamis (29/7/2021). - (Edi Yusuf/Republika)

"Ini tugas yang tidak mudah, pemerintah menargetkan 1 juta vaksin per hari,  tapi kita semua menyadari bahwa vaksinasi menjadi salah satu solusi. Karena itu, kepada pemerintah PMI telah menyampaikan kesiapannya untuk membantu mempercepat vaksinasi,” kata Ginandjar, Kamis (29/7).

Pemerintah meningkatkan jumlah target minimal masyarakat Indonesia yang harus divaksinasi dari semula 181,5 juta mejadi 208,2 juta orang. Penambahan ini disebabkan adanya perluasan cakupan vaksinasi, yakni kelompok usia 12-17 tahun dan ibu hamil.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by TVMu Official (tvmuhammadiyah)

Siap berdampingan

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta masyarakat mempersiapkan diri hidup berdampingan dengan Covid-19. Kepala Subdit Tracing Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19, Kusmedi Priharto mengatakan, tidak ada yang bisa memprediksi Covid-19 terjadi sampai berapa lama dan bagaimana bisa mengatasinya.

Beberapa negara yang telah melepas karantina wilayah kini terpaksa kembali menerapkannya. Makanya, kata dia, sudah sewajarnya kita mempersiapkan untuk hidup berdampingan dengan Covid-19 seperti saat dulu ada flu Spanyol yang juga ada di Indpnesia sampai 100 tahun.

Akhirnya bagaimanapun juga masyarakat harus beradaptasi dengan kehidupan setelah Covid-19 (terjadi)," kata dia saat mengisi Konferensi Virtual BNPB Bertema 'Hidup Berdampingan Dengan Covid-19: Peran Perangkat Desa Lawan Corona!', Kamis (29/7).


×