Hikmah Republika Hari ini | Republika
30 Jul 2021, 03:30 WIB

Solusi Tabayyun

Tabayyun bisa diartikan sebagai check and recheck atas informasi yang diterima dan beredar.

OLEH ABDUL MUID BADRUN

Harus diakui bersama bahwa dalam kehidupan bermasyarakat terdapat beberapa adab dan perilaku yang harus diamalkan seorang Muslim. Salah satu di antaranya adalah melakukan tabayyun

Tabayyun adalah salah satu ajaran Islam yang sudah dikenalkan sejak zaman Rasulullah SAW. Dalam era keterbukaan informasi seperti saat ini, tabayyun bisa diartikan sebagai check and recheck atas sebuah kabar atau informasi yang diterima dan beredar.

Secara umum, tabayyun berkaitan dengan interaksi manusia. Sikap tabayyun ini digunakan terutama untuk menyelesaikan masalah. Caranya dengan mengklarifikasi dan menganalisis masalah yang terjadi, sehingga diharapkan setelah menerapkan sikap tabayyun, permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan lebih bijak, arif, dan lebih tepat. Tidak jauh panggang dari api.

Terkait

Tabayyun dalam bahasa Arab berarti mencari kejelasan hingga terang dan benar. Sementara itu, secara istilah pengertian tabayyun adalah menyeleksi informasi atau berita dengan melakukan check dan recheck, memverifikasi, dan mencari kebenaran dari informasi tersebut. Sehingga, diperoleh kejelasan dan kepastian atas kebenaran informasi tersebut.

Bayangkan, ketika saat ini keterbukaan informasi lewat media sosial telah menjadi sebuah ironi. Setiap orang bisa menjadi sumber berita dan informasi hanya dengan satu klik. Tanpa tahu apakah informasi itu benar atau tidak, baik atau buruk.

Akibatnya, terjadilah inflasi kata-kata yang menyebabkan disharmoni sosial. Kebenaran menjadi semakin sulit diperoleh ketika satu sama lain tidak saling pecaya. Sahabat Ali bin Abi Thalib mengingatkan pada kita, “Kebenaran tidak dikenal melalui orang. Namun, kenalilah kebenaran itu dulu, maka engkau akan mengenali orang-orangnya”.

Di sisi lain, perintah untuk bertabayyun ini dijelaskan dalam surah al-Hujurat ayat 6. “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu seorang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan) yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu," (QS al-Hujurat: 6).

Dari ayat tersebut, tabayyun dapat dilakukan dalam dua hal. Pertama, tabayyun dilakukan pada pembawa berita (informan). Perlu dicari informasinya apakah pembawa berita itu bisa dipercaya atau tidak.

Kedua, tabayyun pada isi berita (konten informan). Apakah isi berita atau informasinya benar atau tidak. Jadi, masalah atau tidak jika disebarkan. Maka, di sini wajib hukumnya bersikap tabayyun dengan sungguh-sungguh agar tidak membawa kerusakan dan keresahan sosial.

Karena itulah, sebagai seorang Muslim di mana pun berada, hendaknya mengamalkan laku tabayyun ini dengan sebaik-baiknya. Cara sederhananya, dengan tidak tergesa-gesa menyebarkan informasi yang belum bisa ia pastikan kebenarannya.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata (menyebarkan informasi) baik atau (lebih baik) diam," (HR Bukhari dan Muslim).

Wallahu a’lam.


×