Wakil Menlu AS Wendy Sherman dan Wakil Menlu Rusia Sergey Ryabkov dalam pertemuan di Jenewa, Swiss, Rabu (28/7/2021). | AP/US Mission Geneva
30 Jul 2021, 03:40 WIB

AS dan Rusia Bahas Pengendalilan Senjata Nuklir

Perudingan ini digelar saat hubungan bilateral sedang memanas.

WASHINGTON -- Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan, Pemerintah AS dan Rusia memulai kembali pembicaraan untuk menurunkan ketegangan antara dua kekuatan nuklir terbesar di dunia. Kedua belah pihak sepakat bertemu kembali pada September usai pertemuan informal.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price, mengatakan, pertemuan tersebut berjalan “profesional dan substantif”. Deputi Menteri Luar Negeri Wendy Sherman dan Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov bertemu di kantor misi diplomatik AS di Jenewa, Swiss, Rabu (28/7). Kantor berita Rusia, Tass melaporkan bahwa Ryabkov puas dengan pertemuan tersebut.

Ryabkov menilai AS menunjukkan kesiapan untuk menggelar dialog konstruktif. Dipersenjatai mandat dari masing-masing kepala negara, ini pertama kalinya dalam hampir satu tahun kedua negara menggelar perundingan.

photo
Wakil Menlu AS Wendy Sherman dan Wakil Menlu Rusia Sergey Ryabkov dalam pertemuan di Jenewa, Swiss, Rabu (28/7/2021). - (AP/US Mission Geneva)

Dalam kesempatan terpisah, Ryabkov mengatakan, AS ingin melibatkan Cina dalam pembahasan pengendalian senjata nuklir ini. Pernyataan ini dikutip kantor berita Interfax, Kamis.

Terkait

Sementara itu Duta Besar Rusia untuk AS Anatoly Antonov mengatakan kedua negara sebaiknya melibat lebih banyak pihak dalam perundingan nuklir ini. Menurutnya, Rusia menilai Inggris dan Prancis perlu dilibatkan.

Perudingan ini digelar saat hubungan bilateral sedang memanas. AS dan Rusia berselisih di berbagai isu termasuk pengendalian senjata. AS dan Rusia memiliki 90 persen senjata nuklir di dunia.

Pada Juni lalu Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat menggelar dialog bilateral mengenai stabilitas strategis. "(Untuk) membuat landasan bagi pengendalian senjata di masa depan dan langkah-langkah mengurangi resiko," kata kedua belah pihak saat itu.

Pada Februari lalu, Rusia dan AS memperpanjang perjanjian pengendalian senjata bilateral New Start. Ini tepat beberapa hari sebelum masa berlaku perjanjian tersebut berakhir


×