Aktivis di Jakarta bersiap mengikuti aksi mengecam kekerasan militer di Myanmar beberapa waktu lalu. | Prayogi/Republika.
29 Jul 2021, 03:45 WIB

AS Dorong ASEAN Terus Pantau Myanmar

AS mendorong ASEAN untuk terus menuntut diakhirinya kekerasan di Myanmar.

SINGAPURA -- Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin mengecam tindakan penguasa militer Myanmar pada Selasa (27/7). Dia mendorong ASEAN untuk terus menuntut diakhirinya kekerasan.

“ASEAN jelas memainkan peran kunci atau dapat memainkan peran kunci. Kami tentu akan terus mendorong ASEAN untuk terus menggarap isu ini,” kata Austin.

Austin memuji ASEAN atas upayanya untuk menyelesaikan krisis, termasuk konsensus yang dicapai dengan pemimpin militer Myanmar pada April.

“Penolakan militer Myanmar untuk menghormati hak-hak yang tidak dapat dicabut dari rakyat Burma dan untuk mempertahankan kesejahteraan dasar mereka sama sekali tidak dapat diterima,” kata Austin dalam kuliah umum di Singapura.

Terkait

Dokumen lima poin itu menyerukan diakhirinya segera kekerasan dan dimulainya dialog di antara pihak-pihak yang bertikai, dengan utusan khusus ASEAN yang menengahi dalam pembicaraan tersebut. Namun, utusan khusus masih belum ditunjuk.

“Militer ada untuk melayani rakyatnya, bukan sebaliknya. Jadi kami meminta militer Myanmar untuk mematuhi konsensus lima poin ASEAN dan untuk menempa perdamaian abadi," kata Austin.

Austin mengatakan AS akan bekerja dengan mitra di kawasan itu untuk mendesak militer Myanmar bergerak ke arah yang benar. Dia berjanji akan membantu membebaskan warga sipil yang telah dipenjarakan.

Militer melakukan kudeta 1 Februari silam. Mereka menumpas massa yang menggelar unjuk rasa. Lembaga advokasi hak asasi manusia Assistance Association for Political Prisoners (AAPP) menuliskan, sekurangnya 936 di tangah junta.

Tak memilih

Austin, pensiunan jenderal Angkatan Darat bintang empat, berharap untuk memperkuat hubungan dengan sekutu Asia Tenggara lainnya dalam beberapa hari mendatang. Dia akan mengunjungi Vietnam dan Filipina di tengah ketegangan di Laut Cina Selatan yang disengketakan, yang sebagian besar diklaim oleh Cina.

“Seperti yang telah dinasihati oleh Perdana Menteri Lee, kami tidak meminta negara-negara di kawasan itu untuk memilih antara Amerika Serikat dan Cina,” kata Austin.

“Faktanya, banyak kemitraan kami di kawasan ini lebih tua dari Republik Rakyat Cina sendiri.” kata Austin. Hal itu menjadi dasar AS untuk memperluas kemitraan dengan negara-negara di seluruh Indo-Pasifik dan dengan ASEAN. 

Sumber : Associated Press


×