Saling membantu di masa pandemi (ilustrasi) | Pexels/Pixabay
26 Jul 2021, 13:39 WIB

Ringankan Beban Pandemi Bersama Teknologi

Kesehatan mental menjadi salah satu permasalahan utama di masa pandemi.

Selama pandemi, masyarakat di seluruh dunia tak hanya berjuang menjaga kesehatan fisiknya agar terhindari dari Covid-19. Tapi, juga berupaya menjaga kesehatan mentalnya, karena tekanan yang dihadapi di situasi saat ini tidaklah mudah. 

Dikutip dari weforum.org, selama pandemi, hampir setengah dari orang dewasa di Amerika Serikat (AS) melaporkan gejala kecemasan atau depresi. Angka ini pun secara konsisten terus mengalami peningkatan.

Di Prancis, kasus depresi juga berlipat ganda. Secara global, masalah kesehatan mental serupa juga tumbuh di seluruh dunia. Faktor pembatasan mobilitas, terbatasnya akses ke layanan kesehatan mental, ditambah gaya hidup kerja jarak jauh yang telah dijalani selama lebih dari satu tahun, menciptakan perasaan terputus dari rekan kerja. Meski, teknologi telah membantu menjadi perantasa dari berbagai aktivitas sosial. 

Di Indonesia, sedikitnya 42 persen masyarakat yang disurvei pada Maret 2021, melaporkan telah mengalami beberapa bentuk kekerasan berbasis gender (GBV) selama pandemi Covid-19. Survey ini dilakukan oleh United Nations Development Programme (UNDP) dan Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab South East Asia (J-PAL SEA).

Terkait

photo
Pandemi Covid-19 (ilustrasi) - (Pexels/Anna Shvets)

Survey dilakukan secara daring dan melalui wawancara telepon dari Oktober hingga November 2020, kepada lebih dari 1.000 responden di delapan kota. Sekitar 46,5 persen responden adalah perempuan. Responden berasal dari provinsi Jawa, Bali, Sumatera, dan Kalimantan.

Menjaga kesehatan mental pun, saat ini menjadi sebuah kebutuhan yang tak boleh ditawar. Dalam rangka kampanye #DariGadisKeGadis dan rebranding platform komunitas wanita terbesar di Indonesia, Rahasia Gadis akan mengadakan sesi leadership and mental health bootcamp bersama jenama Scarlett. 

Dalam lima pekan mendatang, Rahasia Gadis akan mengedukasi para perempuan cara menjadi pemimpin dalam lingkungannya sendiri. Topik seperti memimpin diri sendiri, membuat batasan dalam pekerjaan, dan cara menggunakan platform digital akan dibahas dalam dua sesi per minggu dengan lebih dari 10 narasumber.

Co-founder Rahasia Gadis Adelle Odelia Tanuri menjelaskan, perempuan muda memiliki kekuatan dan kemampuan untuk meraih mimpi. Termasuk juga membuat perubahan positif dalam masyarakat. “Oleh karena itu, kami sangat bersemangat umengadakan program leadership bootcamp ini dimana peserta akan diberdayakan supaya mereka bisa memberdayakan orang lain di sekitarnya” ujarnya.  

Acara ini berlangsung secara gratis melalui proses registrasi di laman resmi Rahasia Gadis (www.rahasiagadis.com). Beberapa pembicara di acara ini adalah para wanita dari berbagai latar belakang, seperti Dira Sugandi, dan CEO Burgreen, Helga Angelina.

Adelle melanjutkan, program ini, menggabungkan topik kepemimpinan dan kesehatan mental dalam satu sesi pelatihan. “Rahasia Gadis ingin perempuan Indonesia belajar untuk menjadi pemimpin dalam lingkungannya sendiri untuk membuat support system yang baik bagi orang disekitarnya,” kata dia.

 

 
Dua puluh delapan persen dari 40 ribu perempuan kuda di Indosia, saat ini merasa sedang melalui depresi atau kecemasan.
Survey di laman resmi Rahasia Gadis. 
 
 

 

Saling Menolong di Masa Sulit 

photo
Kampanye #YangKitaBisa dari Telkomsel - (Dok Telkomsel )

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang tengah menghadapi pandemi, Telkomsel juga terus berupaya menempatkan diri berdampingan bersama masyarakat. Dalam upaya mengukuhkan komitmen tersebut, pekan lalu, Telkomsel sebagai connectivity enabler memberikan akses kepada masyarakat untuk dapat saling menolong melalui pemanfaatan ekosistem digital Telkomsel melalui inisiatif #YangKitaBisa. 

#YangKitaBisa merupakan inisiatif Telkomsel untuk mengajak masyarakat agar dapat saling membantu dan menguatkan dengan memanfaatkan seluruh aset pada ekosistem digital Telkomsel. Sekaligus menggandeng para pelaku industri terkait sehingga dapat memberikan manfaat secara konkret di semua sektor kehidupan. 

Vice President Brand and Marketing Communication Telkomsel, Abdullah Fahmi menjelaskan, kondisi pandemi sangat berdampak terhadap mobilitas yang mengharuskan setiap orang beraktivitas di rumah. Keterbatasan akses dalam menjangkau segala kebutuhan, hingga menurunnya daya beli, membuat masyarakat perlu bersatu melawati masa penuh tantangan ini. 

“Melalui inisiatif ini, Telkomsel memaksimalkan potensi perusahaan untuk membuka peluang menghadirkan solusi yang berfokus dalam tiga hal, yaitu layanan kesehatan, pembelajaran jarak jauh, dan pemanfaatan kuota,” Abdullah. 

Program Peduli Sesama merupakan inisiatif untuk mendorong pelanggan berbagi paket kuota maupun pulsa dengan orang terdekat atau bagi yang membutuhkan. Pelanggan dapat memberikan bantuan dalam bentuk ‘Berbagi Kuota’ atau ‘Berbagi Pulsa’ kepada keluarga maupun kerabat.

Untuk program Peduli Sehat, Telkomsel berkolaborasi bersama Halodoc dalam membantu memberikan edukasi yang kredibel kepada konsumen mengenai cara mencari pertolongan jika mengalami gejala Covid-19. Termasuk, layanan telemedis atau konsultasi jarak jauh  terkait kondisi kesehatan, maupun bertanya seputar penanganan Covid-19 yang dapat diakses lebih leluasa melalui platform Halodoc. 

Untuk program Peduli Belajar, Telkomsel berupaya membantu pelanggan agar dapat mengakses lebih banyak video conference, seperti Zoom, Google Meet, dan lainnya untuk keperluan belajar mengajar. Program tersebut merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Jarak Jauh (MBJJ), di mana pelanggan dapat mengakses aplikasi pendidikan, e-learning kampus maupun sekolah yang tergabung dalam paket data ilmupedia.

Seluruh program tersebut dapat diakses oleh para pelanggan melalui aplikasi MyTelkomsel atau dengan menghubungi *363*911#. 

 


×