Petugas menyelesaikan pemotongan daging kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) PD Dharma Jaya di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (21/7/2021). | Republika/Thoudy Badai

Ekonomi

23 Jul 2021, 11:06 WIB

KNEKS Dorong Kurban di RPH Halal

KNEKS menilai kualitas mutu dari daging sembelihan sangat perlu ditingkatkan.

JAKARTA -- Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) mendorong perubahan praktik penyembelihan hewan kurban masyarakat ke rumah potong hewan (RPH) halal. Direktur Industri Produk Halal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Afdhal Aliasar, mengatakan, praktik berkurban di RPH halal mulai berkembang saat ini.

Menurut Afdhal, hal ini adalah perkembangan yang baik dan sejalan dengan program KNEKS dalam pengembangan industri halal, yaitu modernisasi RPH halal. "Pada masa yang akan datang, saya berharap praktik ini bisa diteruskan dan menjadi standar baru dalam mekanisme berkurban di masyarakat," kata Afdhal kepada Republika, Kamis (22/7).

Afdhal berharap pemerintah daerah memberikan perhatian khusus untuk melakukan modernisasi dan peningkatan kualitas serta kapasitas RPH halal. Salah satunya, yakni dengan pelaksanaan sertifikasi halal RPH dan peningkatan kompetensi juru sembelih halal (juleha).

Afdhal menekankan, di tengah pandemi, kualitas mutu dari daging sembelihan sangat perlu ditingkatkan. Perayaan Idul Adha tahun ini pun merupakan kali kedua yang dilakukan saat masa pandemi. Pelaksanaan kurban pun dilaksanakan pada saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Kita harus hidup berdampingan dengan kondisi pandemi Covid-19 ini dan salah satunya adalah dengan cara menyesuaikan praktik kita dalam beribadah kurban," ujarnya.

photo
Petugas memotong daging kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) PD Dharma Jaya di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (21/7/2021). Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk mengikuti kebijakan Kementerian Agama mengenai penyembelihan hewan kurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan sebagai antisipasi kerumunan pada masa PPKM Darurat. Republika/Thoudy Badai - (Republika/Thoudy Badai)

Dari faktor kesehatan, pelaksanaan penyembelihan yang sesuai dengan standar syariah Islam dan higienitas mencerminkan masyarakat Muslim bisa naik kelas dalam standar kesehatan dan syariahnya. Ke depan, dengan modernisasi RPH dan sentuhan digitalisasi, para pekurban cukup menyaksikan secara daring.

Proses pemotongan hewan kurban, pengemasan, hingga distribusi juga bisa dilaksanakan secara lebih baik. RPH yang modern akan bisa menyediakan cold storage untuk meyakinkan kualitas daging tetap terjaga walaupun distribusi tidak dilakukan pada hari yang sama.

"Ini sungguh sesuatu yang menggembirakan dan harus kita pertahankan pelaksanaannya pada masa yang akan datang," katanya.

Sejumlah pemerintah daerah telah menginstruksikan pemotongan hewan kurban dilaksanakan di RPH demi menghindari kerumunan. Salah satunya adalah Pemerintah Kota Bandung yang mengimbau warga ataupun institusi untuk melaksanakan pemotongan hewan kurban di RPH guna meminimalisasi penyebaran Covid-19.

Selain itu, Jawa Timur juga memantau peningkatan pemotongan hewan kurban di RPH. Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengungkapkan adanya peningkatan pemotongan hewan kurban di rumah potong hewan (RPH) pada Idul Adha tahun ini.

Bahkan, ia mengatakan, di beberapa RPH peningkatannya mencapai 100 persen. Dia mencontohkan, pemotongan hewan kurban di RPH Pegirian Surabaya tahun lalu hanya sekitar 100 ekor, sedangkan tahun ini sebanyak 200 ekor.


×