Warga melintas di depan toko Sarinah yang tutup, di Jakarta, Selasa (7/4/2020). Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah resmi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta dalam rangka percepatan penanganan COVID-19, pene | ANTARAFOTO

Ekonomi

19 Jul 2021, 10:26 WIB

Pembukaan Sarinah Diundur

Proses renovasi Gedung Sarinah berjalan lebih lama karena pandemi Covid-19.

JAKARTA — Peresmian dan pembukaan kembali Gedung Sarinah kembali diundur. Sebelumnya, Sarinah dijadwalkan kembali dibuka pada November 2021.Namun,jadwal tersebut kemungkinan diundur hingga awal tahun depan.

Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Fetty Kwartati mengatakan, pandemi Covid-19 cukup menghambat proses renovasi Gedung Sarinah. Pembukaan Gedung Sarinah pun terpaksa mundur hingga awal tahun depan.

"Berhubung pandemi yang sangat berdampak saat ini dan untuk persiapan yang lebih matang maka pembukaan gedung sarinah Thamrin akan dilakukan pada awal tahun 2022," kata Fetty kepada Republika di Jakarta, Ahad (18/7).

Saat ini proses renovasi gedung yang berlokasi di Jalan MH Thamrin ini masih berlangsung. Ia berharap proses renovasi berjalan lancar sehingga siap untuk dioperasikan pada awal tahun depan.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Sarinah akan menjadi ruang pamer bagi 100 persen produk lokal Indonesia. Dalam perubahan konsep tersebut, tentunya ada revitalisasi, perbaikan gedung,hingga manajemen Sarinah.

Senada dengan Fetty, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir juga mengatakan, kemungkinan peresmian dan pembukaan kembali Gedung Sarinah setelah renovasi diundur hingga awal 2022. "Mohon maaf yang tadinya mau 10 November 2021 sepertinya akan tertunda atau delay lagi, baru awal tahun depan karena kondisi Covid-19,” kata Erick.

Erick menginginkan Sarinah tak hanya menjual dan memasarkan produk atau merek lokal, melainkan juga harus memiliki kanal pemasaran di luar negeri dengan menjalin kerja sama dengan ritel bebas cukai atau duty-free ternama dunia Dufry. Dufry merupakan perusahaan terkemuka di bidang travel ritel dengan lebih dari 2400 gerai di 400 lokasi di dunia.

"Dalam penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Dufry kita minta 10 produk Indonesia mereka harus jual, apakah itu kopi, teh, cokelat, dan sebagainya. Dan ini tentunya dikurasi,” ujar Erick.

Erick juga akan menyinergikan kanal daring Sarinah. Ia ingin mensinergikan skema pemasaran produk-produk di Sarinah dengan sistem dagang daring dan luring. Selain Dufry, Erick mengatakan, Sarinah juga menggandeng grup industrialis Omega Mexico.

Joint venture tersebut untuk memasarkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)  Indonesia ke pasar global. Erick mengatakan,nantinya akan ada 10 produk unggulan UMKM lokal di Sarinah yang akan dipasarkan di dunia.

Menurut Erick, dengan menggandeng mitra strategis seperti Dufry dan Omega maka gerbang pasar riil dunia, khususnya, di sektor ritel dan travel maupun leisure yang memberikan peluang kepada produk UMKM masuk ke liga utama pemain dan pebisnis dunia.

Transformasi Sarinah merupakan hal yang harus terealisasi dalam mendukung kemandirian dan kemajuan produk lokal. Erick memastikan, transformasi pusat perbelanjaan Sarinah tidak akan menghilangkan unsur cagar budaya.

Erick mengaku sudah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait transformasi Sarinah. Iamenilai, sinergitas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN menjadi hal yang penting dalam merealisasikan transformasi Sarinah.

Erick menambahkan, kalau nanti di dalam negeri sudah baik, bukan tidak mungkin Sarinah juga akan membuka outlet di bandara-bandara yang memang menjadi pusat tujuan wisata. Outlet-outlet Sarinah di bandara yang menjadi destinasi wisata, antara lain bandara di Bali dan Labuan Bajo.

Sebelumnya, Direktur Operasi III PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Sugeng Rochadi mengatakan, untuk memastikan keamanan bangunan sebelum direnovasi, pihak kontraktor telah menggandeng tim independen dari beberapa tenaga ahli untuk memastikan konstruksi ini yang layak dikembangkan.

Proses renovasi keseluruhan Gedung Sarinah yang telah dimulai sejak akhir Juli 2020 dan sedianya ditargetkan selesai pada November 2021. Proses pemugaran tersebut diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp 700 miliar.

Gedung Sarinah pernah direnovasi setelah mengalami kebakaran pada 1984, yang pada akhirnya facade tower gedung dan podium tersebut ditutup aluminium, tangga outdoor diberi atap, dan tambahan setempat satu lantai di area podium.

Menurut keterangan di laman resminya, Sarinah resmi didirikan pada 17 Agustus 1962 dengan nama PT Department Store Indonesia. Gedung Sarinah resmi membuka pintunya kepada masyarakat pada 15 Agustus 1966.

Sebagai BUMN, Sarinah digagas oleh presiden pertama Sukarno bertujuan untuk mewadahi kegiatan perdagangan ritel dan menjadi roda penggerak ekonomi Indonesia.

Sepanjang keberadaannya, komitmen Sarinah tetap melekat pada kecintaan terhadap barang-barang produk dalam negeri dan dukungan terhadap usaha kecil.


×