Petugas Satpol PP Kota Denpasar memeriksa kartu identitas dan surat keterangan sehat bebas Covid-19 penumpang aat pengetatan PPKM skala mikro di Posko Terpadu Uma Anyar, Denpasar, Bali, Kamis (24/6/2021). | ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
25 Jun 2021, 03:38 WIB

Ketegasan Kunci Keberhasilan PPKM

Pos PPKM mikro memiliki peran sangat penting dalam menekan laju penularan.

JAKARTA – Keberhasilan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro dinilai bergantung pada pelaksanaan di lapangan. Ketegasan dari aparat menjadi syarat paling penting dalam memastikan berhasil atau tidaknya PPKM mikro yang telah dipilih Presiden Joko Widodo sebagai cara menghentikan lonjakan Covid-19.

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan, aparat penegak hukum harus bersikap lebih tegas mengingat angka penularan harian Covid-19 saat ini yang semakin tinggi. Jika siapa pun ada yang melanggar aturan PPKM mikro, Dasco meminta aparat langsung melakukan tindakan tegas tanpa perlu lagi ada negosiasi.

“Kalau memang ada tempat-tempat yang seharusnya jam tutup itu masih buka, yang lalu mungkin baru dikasih peringatan, sekarang langsung ditutup saja menurut saya, salah satu contohnya begitu. Karena itu berpotensi menjadi klaster baru,” kata Dasco di Jakarta, Kamis (24/6).

Dasco menghormati apa pun keputusan pemerintah dalam penanganan Covid-19 saat ini. Ia meyakini pemerintah telah membuat pertimbangan dan kajian mendalam terkait kebijakan PPKM skala mikro tersebut. Namun, di sisi lain, kata Dasco, masyarakat juga perlu patuh dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Terkait

“Kami imbau juga kepada masyarakat mari sama-sama menjaga prokes dengan ketat sesuai aturan yang diatur dalam PPKM Mikro,” ujar dia.

Presiden telah memilih tetap memberlakukan kebijakan PPKM skala mikro di berbagai daerah di Indonesia untuk menekan laju penularan kasus yang melonjak signifikan dalam beberapa pekan terakhir ini. Menurut Jokowi, kebijakan PPKM mikro ini masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk menghentikan laju penularan Covid-19. PPKM mikro pun diputuskan untuk diperpanjang hingga 28 Juni 2021.

Sehari setelah keputusan Presiden Jokowi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan inspeksi mendadak di tiga lokasi di wilayah DKI Jakarta untuk memantau PPKM pada Kamis (24/6). Kegiatan simbolis ini diharapkan juga dilakukan aparat di tingkat paling bawah.

“Pos PPKM mikro memiliki peran yang sangat penting dalam menekan laju perkembangan Covid-19. Perkuat kembali fungsi pos PPKM mikro terutama dalam upaya 5M dan 3T,” kata Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Dalam kunjungan itu, Kapolri juga berharap dukungan logistik terhadap wilayah zona merah yang masyarakatnya melakukan isolasi mandiri agar diperhatikan. Ketiga lokasi yang ditinjau adalah Kelurahan Jagakarsa, Jakarta Selatan; Kelurahan Pondok Kelapa, Jakarta Timur; dan Kelurahan Cengkareng Timur, Jakarta Barat.

photo
Pengunjung berwisata di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Rabu (23/6/2021). Manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menutup sementara waktu operasional unit usaha rekreasi Taman Impian Jaya Ancol mulai 24 Juni 2021 seiring keputusan Gubernur DKI Jakarta memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. - (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menekankan agar seluruh instrumen penanganan Covid-19 seperti tenaga kesehatan, alat test PCR, obat-obatan dan tempat isolasi terpenuhi maka Covid-19 bisa dikendalikan. “Kalau seluruh instrumen itu sudah terpenuhi, berarti pengendalian Covid-19 harus maksimal,” ujar Panglima.

Taman ditutup

Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Pemkot Jakarta Selatan menutup sementara 347 taman karena berpotensi menimbulkan kerumunan massa. Jakarta diketahui sebagai penyumbang kasus Covid-19 terbanyak dalam beberapa waktu terakhir.

“Penutupan sementara ini sampai batas waktu yang belum ditentukan,” kata Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan, Winarto.

Selain ruang terbuka hijau (RTH) taman, pihaknya juga menutup sementara lima RTH hutan kota dan RTH Tempat Pemakaman Umum (TPU) untuk kegiatan ziarah yang semuanya merupakan area publik. RTH taman di Jakarta Selatan seluruhnya mencapai 347 taman dengan luas lahan bervariasi mulai paling kecil sekitar 50 meter hingga ribuan meter persegi.


×