Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan sambutan saat mengikuti Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar di DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (5/3/2021). | GALIH PRADIPTA/ANTARA FOTO
21 Jun 2021, 03:45 WIB

Buya Syafii-Airlangga Bahas Krisis Negawaran

Syafii Maarif menyerahkan penilaian Ketua Umum DPP Partai Golkar itu kepada masyarakat.

JAKARTA—Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambangi kediaman mantan ketua umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Ma'arif di Yogyakarta, Sabtu (19/6). Buya Syafii Ma'arif menuturkan, pertemuan keduanya membahas poitik dan persoalan bangsa yang melanda Indonesia.

Pertemuan digelar secara tertutup selama 45 menit. "Judulnya silaturahim, kita bicara politik, masalah bangsa. Kita krisis negarawan, yang banyak politisi, itu yang membuat negara kita terpontang panting karena tidak ada negarawan," kata Buya Syafii, Sabtu (19/6) sore.

Ia berpendapat, masalah politik dan masalah bangsa yang masih menghantam Indonesia karena sistem kabinet presidensial yang justru seperti parlementer. Hal ini disebabkan keberadaan partai-partai yang memiliki kepentingan masing-masing.

"Walau namanya kabinet presidensial, tapi kan partai partai, partai-partai itu haluan tidak sama, mereka punya kepentingan, strategi masing-masing. Ini karena presidensial tapi terasa seperti parlementer, itu sulit sekali, sangat sulit," kata Buya.

Terkait

Meski begitu, Buya mengingatkan hal itu merupakan hasil dari proses politik yang dilalui Indonesia hingga saat ini. Ketika ditanya apakah kunjungan itu turut membahas Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Buya mengaku tidak ada pembahasan tersebut. Menurutnya, diskusi hanya seputar masalah politik dan masalah bangsa yang masih dihadapi Indonesia hari ini. "Ndak lah, ndak, ndak ada," kata Buya.

photo
Ahmad Syafii Maarif. - (Republika/Iman Firmansyah)

Buya juga mengaku tidak ingin memberikan penilaian terhadap sosok Airlangga. Ia menyerahkan penilaian Ketua Umum DPP Partai Golkar itu kepada masyarakat. Tapi, Buya menekankan, diskusi berlangsung panjang dan hangat, walaupun ini baru kali pertama keduanya bicara sepanjang ini.

Buya mengungkapkan, Airlangga merupakan Menteri Koordinator Perekonomian yang terakhir datang ke kediamannya. Menteri Koordinator lainnya, seperti Luhut Binsar Pandjaitan, Muhadjir Effendy, dan Mahfud MD sudah lebih dulu silaturahim ke kediamannya.

Buya melihat, tantangan Indonesia hari ini juga sangat berat. Selain harus menghadapi pandemi Covid-19 yang melanda dunia, Indonesia juga masih harus mengurusi kasus-kasus korupsi yang merajalela serta penegakan hukum yang masih bermasalah. "Korupsi masih merajalela, KPK juga tidak seperti yang kita harapkan, hukum juga begitu," ujar Buya.

Setelah pertemuan, Airlangga terlihat menyerahkan tiga kardus masker berwarna kuning dengan isi masing-masing seribu lembar masker. Sedangkan, kardus-kardus masker tampak tertera stiker bergambar Airlangga lengkap dengan tagar 'Kita Satu untuk Indonesia'.

Airlangga tak berkenan diwawancara usai pertemuan. Mengenakan kemeja putih lengan pendek dan blangkon, Airlangga juga tidak menanggapi pertanyaan apakah kunjungan kali ini terkait Pemilihan Presiden 2024 dari Partai Golkar.

"Silaturahim saja, ini silaturahim," kata Airlangga yang langsung memasuki kendaraannya setelah ke luar dari gerbang kediaman Buya Syafii, Sabtu (19/6). 


×