Calon jamaah haji Wasnadi (62 tahun) menunjukkan bukti pelunasan pembayaran ibadah haji, di rumahnya Kelurahan Margadana, Tegal, Jawa Tengah, Jumat (4/6/2021). Kalau ada calhaj yang meninggal sebelum berangkat, mereka mendapatkan pahala sebagaimana orang | ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
12 Jun 2021, 20:50 WIB

Calhaj Wafat Sebelum ke Tanah Suci, Dapat Pahala Haji?

Apakah calhaj yang meninggal sebelum keberangkatan mendapatkan pahala haji?

OLEH UMAR MUKHTAR

 

 

Untuk kedua kalinya, pemerintah meniadakan pemberangkatan jamaah haji ke Tanah Suci. Salah satu imbasnya, daftar tunggu jamaah haji Indonesia pun makin mengular.

Terkait

Dalam kondisi demikian, jika ada orang yang telah mendaftar haji dan masuk daftar tunggu keberangkatan, lalu meninggal dunia, apakah yang bersangkutan mendapatkan pahala haji?

Mengenai hal itu, Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM-NU), KH Mahbub Maafi menjelaskan, konteks tersebut bisa diqiyaskan dengan riwayat hadis sahih ketika Nabi Muhammad SAW dan para sahabat kembali dari perang Tabuk.

Dari Anas RA, dia berkata, "Kami pulang dari perang Tabuk bersama Nabi Muhammad SAW, lalu beliau SAW bersabda, ‘Sesungguhnya (ada) beberapa orang yang tertinggal di Madinah, dan tidaklah kita melewati satu perjalanan dan tidak pula lembah, kecuali mereka bersama kita, (karena) mereka tertahan oleh uzur’.’’ (HR Bukhari)

Berdasarkan hadis tersebut, Kiai Mahbub menyampaikan, calon jamaah haji yang wafat tetap mendapatkan pahala ibadah haji. Dalam hadis riwayat Anas RA itu dijelaskan mengenai para sahabat yang tidak bisa ikut dalam perang Tabuk sehingga harus tetap berada di Madinah karena suatu uzur atau alasan. Padahal mereka sudah berniat untuk ikut dalam perang Tabuk, tetapi karena ada uzur, kemudian tidak jadi ikut.

 
Maka insya Allah, kalau ada yang meninggal, mereka mendapatkan pahala sebagaimana orang berhaji.
 
 

"Ini sama seperti haji, kita sudah berniat tetapi kemudian ada uzur misalnya aturan negara yang membatalkan keberangkatan calon jamaah haji karena alasan yang memang bisa diterima. Sehingga, banyak orang yang tidak bisa melakukan perjalanan haji ke Saudi. Maka insya Allah, kalau ada yang meninggal, mereka mendapatkan pahala sebagaimana orang berhaji," papar Kiai Mahbub.

Seorang Muslim yang hendak menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, lanjut dia, tentu telah mempersiapkan berbagai hal yang diperlukan secara maksimal. Mulai dari persiapan finansial hingga kesehatan. Artinya, dengan persiapan yang telah dilakukan, orang tersebut telah berniat dengan tulus hingga kemudian masuk dalam daftar tunggu.

"Sudah mau berangkat haji, cuma karena tertahan aturan negara, dia tidak bisa berangkat haji. Lalu dia wafat, kalau wafat kan sudah tidak punya kewajiban, lantas apakah dia dapat pahala atau tidak? Ya dapat pahala haji, seperti sahabat Nabi SAW yang tertinggal di Madinah (tidak bisa ikut perang Tabuk)," tutur dia.

photo
Petugas beraktivitas di area Almahmudah Manasik Training Center (AMTC), Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten, Selasa (20/4/2021). Kalau ada calhaj yang meninggal sebelum berangkat haji, mereka mendapatkan pahala sebagaimana orang berhaji. Republika/Thoudy Badai - (Republika/Thoudy Badai)

Lalu bagaimana jika situasinya normal, tidak ada pandemi dan pengumuman pembatalan haji? Kiai Mahbub memaparkan, dalam situasi normal, calon jamaah haji yang meninggal dunia padahal sudah mendaftar haji dan bahkan sudah masuk daftar tunggu, juga mendapatkan pahala sebagaimana orang berhaji.

"Dapat. Misalnya, ada orang yang sudah bersiap-siap dengan mengeluarkan modalnya untuk ibadah haji, lalu daftar, tiba-tiba meninggal, dapat pahala tidak? Insya Allah dapat," katanya. 

Pendapat senada dikemukakan oleh pengajar di Ma'had Daarussunnah Bekasi, Ustaz Muhammad Azizan Syahrial Lc. Dia menyampaikan, calon jamaah yang meninggal dunia sebelum menunaikan ibadah haji, tetap mendapatkan pahala haji.

"Mayit calon jamaah haji itu mendapat pahala haji sempurna, insya Allah," katanya.


×