Sejumlah wisatawan berkunjung ke Talao Pauh, Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (15/5/2021). | ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Nusantara

31 May 2021, 03:40 WIB

Sumbar Menuju UNESCO Global Geopark

Kini geopark Sumbar tengah berjuang menjadi UNESCO Global Geopark.

OLEH FEBRIAN FACHRI

Sumatra Barat biasanya dikenal sebagai daerah wisata pegunungan, pantai, kuliner, budaya dan sejarah. Tapi akhir-akhir ini, satu potensi wisata Sumbar yang menjadi perhatian dunia internasional adalah geopark. Sumbar pun telah memiliki tiga wilayah geopark yang telah diakui sebagai geopark nasional (GN), yaitu Ngarai Sianok Maninjau, Sawahlunto, dan Silokek Sijunjung.

Peningkatan pembangunan pariwisata berbasis pemeliharaan alam dan lingkungan, terutama Kawasan Geopark Silokek Sijunjung meningkat tajam, baik dalam sarana dan prasarana maupun data kunjungan. Dan saat ini, wilayah lain seperti di Kabupaten Limapuluhkota, Pasaman Barat, Tanah Datar, Solok, dan Solok Selatan telah berstatus aspiring atau calon geopark (AG) atau dalam persiapan menjadi kawasan geopark nasional.  

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial mengatakan, kini geopark Sumbar tengah berjuang menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp). “Kami mengharapkan adanya dukungan berupa pembangunan berbagai infrastruktur pendukung seperti pusat informasi, toilet, area perbelanjaan, masjid, sarana kesehatan, dan sebagainya. Lalu, juga pembuatan jalan untuk mempermudah akses menuju geosite, serta adanya peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat," kata Novrial, Kamis (27/5).

photo
Kendaraan melintas di Jembatan Layang Kelok Sembilan, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatra Barat, Ahad (9/5/2021).  - (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Novrial menjelaskan, status UGGp diharapkan dapat menarik banyak premium tourist dan masyarakat lokal akan mendapatkan manfaat ekonomi yang maksimal. Sepertinya konsep basoma mako manjadi yang dianut oleh masyarakat Minangkabau menjadi spirit dalam pengajuan kawasan Patahan Besar Sumatera ke UNESCO.  

Untuk mendukung kawasan Patahan Besar Sumatera menjadi UNESCO Global Geopark, Dispar Sumbar telah dan sedang melakukan sejumlah kegiatan seperti penyusunan dokumen pendukung, peninjauan warisan geologi, konsultasi terkait, dan melakukan workshop dan focus group discussion. Pihaknya, kata Novrial, juga berkoordinasi dengan dinas dan kementerian terkait.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dinas Pariwisata Sumbar (dispar.sumbar)

Sumatra Barat dilewati lima patahan besar Pulau Sumatra sehingga memiliki nilai lebih. Geolog Dian Hardiansyah mengatakan, Patahan Besar Sumatera merupakan fenomena geologi yang "megah" membentang sepanjang 1.900 km mulai dari Teluk Semangko Lampung di bagian selatan hingga ke Aceh di bagian utara dengan mekanisme strike-slip vertical yang lebih panjang dari Patahan San Andreas (San Andreas Fault) di California, Amerika Serikat, yaitu 1.200 km.

photo
Pengunjung bersepeda di objek wisata Lembah Harau, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatra Barat, Ahad (9/5/2021). Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto memastikan seluruh objek wisata di provinsi itu ditutup saat libur Idul Fitri 1442 hijriah untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. - (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Mengutip Sieh dan Natawidjaja (2000) dalam Neotectonics of The Sumatran Fault Indonesia, Dian menyebutkan Patahan Besar Sumatera merupakan salah satu fenomena geologi berkelas dunia berasosiasi dengan peristiwa kegempaan dan gunung api yang masih aktif hingga saat ini. Patahan Besar Sumatera memiliki beberapa segmen (bagian) patahan yang masing-masing segmen bisa aktif secara parsial.

"Lima segmen Patahan Besar Sumatera antara lain Suliti, Sumani, Sianok, Sumpur, dan Barumun. Secara bentang alam masing-masing segmen memiliki keunikan dan keindahan yang layak diangkat sebagai warisan geologi (geological heritage)," kata Dian.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dinas Pariwisata Sumbar (dispar.sumbar)

Untuk menuju pengakuan UNESCO, Sumbar mengusung tema The Evidence of Great Sumatran Fault in West Sumatra. Dinas Pariwisata Sumbar sedang mempersiapkan proposal kawasan tersebut ke UNESCO. Untuk delineasi kawasan, tidak hanya Singkarak, tapi meliputi 11 kabupaten/kota baik yang berstatus aspiring/AG maupun yang sudah menjadi geopark nasional.  

Kabupaten/kota yang tergabung dalam delineasi tersebut antara lain Dharmasraya, Solok Selatan, Sijunjung, Sawahlunto, Solok, Tanah Agam, Bukittinggi, Pasaman, Pasaman Barat, dan Lima Puluh Kota.


×