Pesepeda motor antre untuk pemeriksaan antigen di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/5/2021) malam. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyatakan mulai 18 hingga 24 Mei akan memasuki fase pengetatan pascapeniadaan mudik dengan menggelar | SIGID KURNIAWAN/ANTARA FOTO

Nasional

20 May 2021, 03:35 WIB

Satgas Covid-19 Minta DKI Waspadai Pemudik Sumatra

Pulau Sumatra dinilai perlu mendapat perhatian lebih.

JAKARTA – Satgas Penanganan Covid-19 meminta Pemprov DKI Jakarta dan sekitarnya mewaspadai penyebaran virus yang berpotensi dibawa pemudik asal Sumatra dalam gelombang arus balik Lebaran 2021. Hal itu lantaran banyaknya daerah berzona merah dan oranye di Pulau Sumatra.

“Pemda harus paham bahwa sesuai Surat Edaran Nomor 13 sudah diberlakukan mandat ke petugas di daerah untuk rapid test 1x24 jam. Ini harus dilakukan dan kita masih harus bekerja lebih keras untuk mencegah penularan Covid-19 di negara kita ini,” kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo di Jakarta, Rabu (19/5).

Pascaberakhirnya masa peniadaan mudik Lebaran pada 17 Mei 2021, kata Doni, pemerintah masih terus melanjutkan upaya antisipasi terjadinya gelombang arus balik dari para pemudik. Salah satunya yaitu arus balik dari Pulau Sumatra menuju DKI Jakarta dan sekitarnya.

Pulau Sumatra dinilai perlu mendapat perhatian lebih karena data Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan hampir seluruh wilayah di Pulau Sumatra masuk ke dalam zona merah dan oranye Covid-19. Doni meminta agar jangan sampai ada keragu-raguan dari petugas di daerah dalam menegakkan aturan, mulai dari pemeriksaan hingga kewajiban tes antigen di setiap titik penyekatan.

photo
Petugas gabungan dari Polresta Ogan Ilir (OI) dan Pol PP memeriksa kendaraan yang melintas di pintu Tol Keramasan di Desa Ibul Besar III, Pemulutan, Ogan Ilir (OI), Sumatra Selatan, Selasa (18/5/2021). Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pascamudik Idul Fitri 1442 H, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan memperpanjang penyekatan arus mudik dari (17/5) hingga (31/5) mendatang. - (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Pada Selasa (18/5), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memimpin rapat koordinasi antisipasi arus balik dari Pulau Sumatra bersama para kapolda, TNI, beserta Menteri Perhubungan, Menteri Kesehatan, dan Kepala BNPB. Pada kesempatan rakor yang dilakukan secara virtual itu, Menko PMK meminta dilakukan antisipasi potensi para pemudik yang tertular varian baru SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

“Inilah pentingnya dilakukan genome sequencing. Mereka yang dari luar negeri harus kita antisipasi karena fokus kita ke pencegahan varian baru seperti ada dari Afrika, Inggris, ataupun India,” ujar dia.

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, pengawasan ketat akan terus dilakukan pada tanggal 18-24 Mei 2021. Hal itu sesuai arahan Presiden untuk tidak berhenti pada masa peniadaan mudik, melainkan justru diperkuat setelahnya. “Secara khusus kita sudah lakukan pengetatan dengan pemberlakuan masa rapid test 1x24 jam,” ujar dia.

Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam kesempatan yang sama menambahkan, Kemenkes akan memenuhi kekurangan alat tes cepat antigen dan swab di beberapa daerah di Pulau Sumatra, terutama Sumatra Utara dan Jambi. ';

×