Pesepak bola Kushedya Hari Yudo (kiri) menembakkan bola ke arah gawang dalam latihan Timnas Senior Indonesia di Stadion Madya, kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Selasa (11/5/2021). Latihan tersebut dilakukan sebagai pesiapan Timnas Indon | ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra.
18 May 2021, 10:09 WIB

Pemain Timnas Siap Berjuang di UEA

Timnas Indonesia sengaja datang lebih awal ke Dubai, UEA, untuk adaptasi cuaca dan mempersiapkan tim lebih matang.

JAKARTA — Skuad timnas sepak bola Indonesia menyatakan kesiapannya mengikuti kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G zona Asia yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), pada Juni 2021. Tim Garuda terbang ke Dubai, UEA, pada Senin (17/5) dini hari pukul 00.40 WIB. Indonesia akan melawan Thailand pada 3 Juni, lalu Vietnam pada 7 Juni, dan terakhir UEA pada 11 Juni.

Kiper timnas Indonesia Nadeo Argawinata menyatakan sudah siap menghadapi pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022. Ia berterima kasih kepada Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan yang sudah memberikan motivasi, arahan, dan melepas skuad timnas sebelum berangkat ke UEA.

"Kami bertekad berjuang habis-habisan dan memberikan yang terbaik untuk timnas Indonesia," kata Nadeo dalam keterangan pers yang diterima Republika, Senin.

Timnas Indonesia sengaja datang lebih awal ke Dubai, UEA, untuk adaptasi cuaca dan mempersiapkan tim lebih matang. Selain itu, tim besutan pelatih Shin Tae-yong juga bakal melakoni dua laga uji coba melawan Afghanistan pada 25 Mei dan Oman pada 29 Mei.

Terkait

Sementara, gelandang Syahrian Abimanyu mengatakan bahwa saat ini tim dalam kondisi solid, kompak, dan selalu bersemangat menjalani pemusatan latihan. Ia mengatakan, semua pemain berupaya meningkatkan permainan dan perkembangan yang baik setiap hari.

"Tentu pada sisa tiga pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 nanti kami ingin meraih hasil positif. Kami tahu tiga lawan ini tim kuat, tapi kita semua harus optimistis," ujar Abimanyu.

Skuad timnas Indonesia dilepas Iriawan didampingi sejumlah pengurus PSSI di Jakarta, Ahad (16/5) malam. Ia meminta para pemain bekerja keras, berjuang, disiplin, dan fokus demi hasil yang maksimal di pertandingan nanti.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PSSI (pssi)

"Semua laga kualifikasi akan disiarkan televisi. Rakyat Indonesia akan menyaksikan dan mendoakan perjuangan pemain timnas Indonesia," kata Iriawan.

Rombongan timnas dilepas dengan menjalani prosesi seremoni mencium bendera Merah-Putih sekaligus pembekalan motivasi. Pada pukul 21.30 WIB, dua bus yang membawa rombongan pemain dan ofisial berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta lalu bertolak ke Dubai, UEA, pada Senin dini hari.

"Saya mendoakan anak-anak yang berangkat ke medan tempur," ujar pria yang akrap disapa Iwan Bule tersebut.

Skuad Garuda akan berkekuatan 28 pemain di Dubai, UEA, dengan perincian 23 pemain berangkat dari Jakarta dan lima lainnya, yakni Elkan Baggott, Asnawi Mangkualam, Egy Maulana, Witan Sulaeman, dan Ryuji Utomo langsung ke lokasi.

Skuad timnas Indonesia ke UEA

Kiper: Nadeo Argawinata, M. Adi Satryo, Muchamad Aqil Savik.

Bek: Andy Setyo, Rachmat Irianto, Rizky Ridho, Ryuji Utomo, Nurhidayat Haji Haris, Elkan Baggott, Firza Andika, Pratama Arhan, Rifad Marasabessy, Asnawi Mangkualam Bahar, Koko Ari.

Gelandang: Evan Dimas, Ady Setiawan, Kadek Agung, Syahrian Abimanyu, Genta Alparedo, Witan Sulaeman, Adam Alis, Egy Maulana Vikri, Yakob Sayuri, Osvaldo Haay.

Penyerang: Kushedya Yudo, Muhammad Rafli, Saddam Gaffar, Braif Fatari.

Kembali ke Solo

photo
Pesepak bola Barito Putera Gavin Kwan Adsit (kiri) berduel dengan penjaga gawang Bhayangkara FC Wahyu Tri Nugroho (kanan) dalam pertandingan lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Demang Lehman Martapura, Kalimantan Selatan, Rabu (18/9/2019).Bhayangkara FC menang atas Barito Putera dengan skor 4-1.ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz - (ANTARA FOTO)

Penjaga gawang Bhayangkara Solo FC, Wahyu Tri Nugroho (34), resmi kembali ke Solo untuk bergabung dengan Persis. Bergabungnya Wahyu ke Laskar Samber Nyawa disiarkan melalui media sosial Persis pada Rabu (12/5).

Penjaga gawang kelahiran Sukoharjo tersebut kembali ke Persis setelah sebelumnya pernah membela Laskar Samber Nyawa selama empat tahun pada 2006 - 2009 silam. 

Wahyu mulai bermain sepak bola sejak usia 9 tahun di SSB Putra Sukoharjo. Berposisi sebagai penyerang sayap pada awalnya, Wahyu kemudian berpindah ke pos penjaga gawang. Talenta dan performa apiknya sebagai penjaga gawang membawa Wahyu bergabung dengan Tim Jawa Tengah U-15 pada gelaran Piala Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2001.

Performa baiknya selama kompetisi membuatnya dipanggil oleh PSSI untuk mengikuti Diklat atau Training Center (TC) PSSI di Medan selama tiga tahun, sebuah program pembinaan pemain muda jangka panjang saat itu. Setelahnya, dia sempat beberapa kali memperkuat Garuda Muda pada ajang internasional termasuk saat mengikuti ajang Kualifikasi Piala Asia U-19.

Karir seniornya di sepak bola Indonesia dimulai sejak 2004 ketika memutuskan mengawal gawang Persiba Bantul di Liga 2. Berada di Bantul hingga 2006, Wahyu memutuskan berpindah ke Persis dan memperkuat Laskar Samber Nyawa selama empat tahun pada 2006 - 2009. Interval tersebut menjadi masa-masa gemilang Wahyu dan Persis karena berhasil promosi ke kasta tertinggi, Divisi Utama setelah menjadi runner-up Divisi 1 2006.

Setelah itu, Wahyu memutuskan kembali ke Laskar Sultan Agung sebelum akhirnya memperkuat Bhayangkara FC pada 2016. Berlaga bersama Bhayangkara FC, dia sukses mengawal klub meraih juara Liga 1 2017. Total, Wahyu tampil sebanyak 53 kali, kebobolan 54 gol dan 16 kali nirbobol selama memperkuat Bhayangkara FC.

Kini, eks kiper Timnas Piala AFF 2012 tersebut memutuskan untuk pulang ke kampung halaman dan mewujudkan angan yang belum tuntas, menjadi juara.

Wahyu mengungkapkan alasannya bergabung ke Laskar Samber Nyawa karena keseriusan Persis memulangkan dirinya dan juga dukungan dari Bhayangkara FC untuk kembali memperkuat Persis.

"Saya tertantang dengan target Persis lolos Liga 1. Keinginan pribadi saya tidak hanya lolos Liga 1, tetapi menjadi juara. Mengingat saya belum pernah juara bersama PERSIS, hanya menjadi runner up ketika Final Liga 2 2006 melawan Persebaya. Rasanya akan komplit karir saya jika itu menjadi nyata," terangnya seperti dikutip dari laman resmi Persis Solo, Senin (17/5).

Eks kiper skuad Timnas Piala AFF 2012 tersebut akan menjadi penjaga gawang nomor satu Laskar Samber Nyawa. Pengalaman dan kisah lampaunya bersama Persis kala berhasil membawa klub ini promosi ke kasta tertinggi akan menjadi katalis semangat dan motivasi pemain lain di musim ini.


×