Istana Nurul Iman Brunei Darussalam | Wikipedia
15 May 2021, 12:49 WIB

Istana Nurul Iman, Perpaduan Timur Tengah dan Asia

Banyak istana megah berdiri di berbagai negara, tapi tetap saja Nurul Iman menjadi yang terdepan.

Mentari senja menyorot kubah emas Istana Nurul Iman di Brunei Darussalam. Atap istana bergaya Timur Tengah itu tak silau di mata. Itu belum seberapa. Tunggulah hingga mentari kembali ke peraduannya dengan sempurna. Ketika itu, bangunan istana akan terang dengan gemerlap cahaya lampu yang bayang-bayangnya terlihat di air danau. 

Ada 564 lilin dan 51 ribu lampu yang menghiasi bangunan megah itu setiap malam. Ratusan lilin itu akan menyala ketika beberapa bagian lampu tak berfungsi akibat gangguan teknis. Secara umum, perpaduan warna yang terang menampakkan keindahan dan keagungan maha karya seni yang dipuji masyarakat di berbagai zaman.

Museum Rekor Dunia mencatat tempat tinggal keluarga kerajaan itu sebagai istana terluas dan termegah di dunia. Hingga kini, kediaman resmi Sultan Brunei Darussalam Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah ini aktif dipergunakan sebagai tempat tinggalnya sejak selesai dibangun pada 1984.

Banyak istana megah tersebar di berbagai negara, tapi tetap saja Nurul Iman menjadi yang terdepan. Alasan utamanya, istana besutan arsitektur asal Filipina bernama Leandro V Locsin ini masih aktif dihuni sang Sultan. Berbeda dengan istana lainnya yang telah beralih fungsi sebagai museum nasional.

 
Banyak istana megah tersebar di berbagai negara, tapi tetap saja Nurul Iman menjadi yang terdepan.
 
 

Melihat konstruksi pada bagian luar, desain istana dengan luas lahan sekitar 200 ribu meter persegi ini tidak jauh berbeda dengan desain masjid-masjid pada umumnya. Desainnya mengadopsi konsep tradisional kontemporer dengan paduan warna putih dan kuning serta beberapa relief flora yang terdapat pada beberapa bagian bangunan istana.

Desain tradisional bisa dilihat dari adanya kubah tunggal dan formasi menara yang tersebar di setiap sisi bangunan utama. Bentuk kubah Istana Nurul Iman tampak elegan dengan memiliki leher yang dihiasi relief cincin dengan garis vertikal yang difungsikan sebagai penopang kubah utama.

Selain itu, kubah dan menaranya memiliki tekstur halus, sehingga mudah memberikan pilihan warna. Warna emas pada kubah Istana Nurul Iman dipilih untuk menyerasikan warna putih yang membalut seluruh badan menara dengan bentuk balok itu.

Untuk menimbulkan kesan mewah badan menara yang berbentuk balok ini, bagian ujung diberi rongga yang ditutup dengan kubah berukuran mini. Kubah-kubah kecil yang difungsikan sebagai penutup menara ini warnanya disamakan dengan kubah utama.

Pembangunannya menghabiskan 1,4 miliar dolar AS atau Rp 15 triliun. Terdapat beberapa bangunan megah, di antaranya, masjid yang bisa menampung sekitar 1.500 jamaah. Sementara, ruang utama Istana Nurul Iman mampu menampung sekitar 5.000 tamu undangan.

Masih pada bagian interior Istana Nurul Iman, tampak kesan warna buatan tidak begitu mendominasi pada bagian dalam. Semua unsur warna ditimbulkan oleh masing-masing bahan yang digunakan untuk membangun istana.

Bahan bangunan Istana Nurul Iman kebanyakan terbuat dari granit dan marmer yang digunakan sebagai lantai dasar dan dinding serta anak tangga.

Selain itu, bangunan ini juga dilengkapi penyimpanan alat transportasi kerajaan. Misalnya, pada garasi Istana Nurul Iman mampu menampung sekitar 110 mobil. Ada juga garasi untuk menyimpan 200 kuda poni kesayangan Sultan. Ada sekitar 165 mobil Rolls Royce memenuhi garasinya yang semua kendaraan tersebut bisa digunakan setiap saat.


×