Gubernur Riau Syamsuar (keempat kiri) bersama Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi (ketiga kanan) didampingi Wali Kota Dumai Paisal (ketiga kiri) meninjau pos penyekatan larangan mudik di pintu Tol Dumai, Riau, Rabu (12/5/2021). | Aswaddy Hamid/ANTARA FOTO
13 May 2021, 03:45 WIB

Hindari Penyekatan, Empat Warga Hanyut

Penyekatan disebut mampu menurunkan arus lalu lintas dari kondisi normal hingga 70 persen.

OLEh FEBRIAN FACHRI, AMRI AMRULLAH

Macam-macam cara warga yang nekat mencoba menerobos penyekatan larangan mudik pada musim Lebaran kali ini. Sebagian besar sekadar diminta putar balik, tapi nahas bagi sejumlah warga Riau yang mencoba menghindari penyekatan lewat sungai.

Sehanyak empat pemudik dari Riau yang nekat masuk wilayah Sumatra Barat dikabarkan hanyut di aliran Sungai Kapur Sembilan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, Rabu (12/5). Keempat pemudik ini berusaha menghindari penyekatan di jalur darat dan mencoba mudik dengan menggunakan perahu.

Tapi nasib berkata lain, di tengah perjalanan perahu yang mereka tumpangi terbalik dan hanyut. “Saat ini kita masih mencari tiga orang. Satu orang ditemukan selamat,” kata Kepala Pos Basarnas Kabupaten Lima Puluh  Kota, Robi Saputra.

Terkait

Robi menyebut pihaknya mendapat informasi dari Pos Damkar Kapur IX. Perahu itu diduga terbalik di Jorong Talok Subanio, Kenagarian Muaro Paiti, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota. Peristiwa ini diketahui setelah satu orang yang selamat melapor ke Damkar Kapur IX.

photo
Petugas gabungan melakukan pengecekan kendaraan saat penyekatan larangan mudik Lebaran 2021 di perbatasan pos pemeriksaan sekitar Pasar Jumat, Lebak Bulus, Jakarta, Rabu (12/5/2021). - (RENO ESNIR/ANTARA FOTO)

“Jadi, empat orang ini rencana mau mudik pulang kampung dari Riau ke Sumbar. Karena jalur darat dilakukan penyekatan, maka mereka berinisiatif melalui jalur sungai dari Riau, yang rencananya akan keluar di Kapur Sembilan. Nahasnya di sana, perahu terbalik dan mereka hanyut,” ucap Robi.

Data sementara yang dikumpukan Basarnas, identitas tiga korban yang masih hilang adalah Nofi Arisman (31 tahun), Fadil irsandi (20 tahun) dan rekannya yang belum diketahui namanya. Sedangkan korban selamat diketahui bernama Rahman Rahim (21 tahun). Robi menyebut saat ini pencarian masih terus dilakukan petugas dengan menyisir aliran sungai.

Sementara, jelang satu hari perayaan atau H-1 Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo hadir meninjau operasi penyekatan kendaraan mudik. Peninjauan ini ditemani Ketua DPR Puan Maharani, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, dan dua menteri.

Dua menteri yang ikut dalam peninjauan yakni Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Peninjauan diarahkan di Posko Penyekatan Larangan Mudik Lebaran 2021 KM 31, Gerbang Tol Cikarang Barat 3, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (12/5).

photo
Petugas gabungan melakukan pengecekan kendaraan saat penyekatan larangan mudik lebaran 2021 di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)-Jateng, Tempel, Sleman, DIY, Rabu (12/5/2021). - (Andreas Fitri Atmoko/Antara Foto)

Dalam keterangannya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa bahwa dengan adanya penyekatan tersebut telah mampu menurunkan arus lalu lintas dari kondisi normal hingga 70 persen. "Penyekatan ini bisa menurunkan arus mudik dari kondisi normal hingga 70 persen," jelas Kapolri Listyo.

Lebih lanjut, Kapolri juga mengatakan bahwa tanpa adanya aturan yang tertuang dalam SE di atas, maka potensi kerawanan terpapar Covid-19 dari adanya mobilitas manusia melalui kegiatan mudik dapat meningkat hingga 30 kali lipat. Karena itu, dia tidak ingin dengan adanya kegiatan mudik lantas angka kasus aktif Covid-19 justru mengalami kenaikan.

"Semua ini kita lakukan demi melindungi masyarakat dari risiko penularan Covid-19. Apabila terpapar, maka risikonya bisa 30 kali lipat. Maka jangan sampai karena ada mudik ini lalu ada peningkatan kasus," jelas Kapolri Listyo.

Selanjutnya, Listyo juga mengingatkan kepada pemerintah di daerah agar program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro dapat ditingkatkan. Hal itu perlu dilakukan guna mengantisipasi adanya kemungkinan warga yang lolos penyekatan dan datang dari luar kota kemudian tidak sengaja menjadi carrier.

"Saya ingatkan kepada pemerintah di daerah agar PPKM mikro tolong untuk betul-betul ditingkatkan karena mungkin ada yang lolos dan masuk ke wilayah tersebut," jelas Listyo.

Kapolri juga berharap, melalui upaya tersebut maka angka kasus Covid-19 di Tanah Air dapat ditekan sampai di bawah 10 ribu sehingga kegiatan yang berorientasi kepada peningkatan dan pemulihan ekonomi skala nasional dapat dilakukan.

"Kita harapkan angka bisa kita tekan di bawah 10 ribu. Sehingga kalau ini bisa kita laksanakan dengan baik maka program-program yang lain terkait dengan kegiatan pemulihan ekonomi pun bisa kembali berjalan," jelas Listyo.

Adapun kegiatan penyekatan dilakukan berdasarkan Adendum Surat Edaran Ketua Satgas Nomor 13 Tahun 2021 dengan maksud dan tujuan mengatur pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April-5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei-24 Mei 2021).

photo
Sejumlah pemudik motor memadati di Jalur Selatan Pos penyekatan leter U Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (12/5/2021) dini hari. - (ADENG BUSTOMI/ANTARA FOTO)

Sementara selama peniadaan mudik 6-17 Mei 2021 tetap berlaku Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah. Sebagaimana menurut SE di atas, penyekatan kendaraan dilakukan guna mengurangi mobilitas yang berpotensi terjadinya penularan Covid-19.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengapresiasi kinerja lintas Kementerian/Lembaga bersama unsur TNI dan Polri yang telah mengerahkan segala daya dan upaya dalam rangka melakukan pencegahan Covid-19 melalui penyekatan dan larangan mudik 2021.

"Dengan adanya sinergi antar K/L ini tentunya memberi warna dalam melakukan pekerjaan ini. Pekerjaan ini luar biasa karena mudik menjadi keinginan bersama," kata Menhub Budi Karya.

Di samping itu, Menhub juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah bersedia dan rela untuk diarahkan kembali atau diputarbalikkan semata-mata untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

"Terima kasih masyarakat karena pemahaman ini dapat diterima yang mana ini sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo," ucap Menhub.

Adapun peninjauan penyekatan arus mudik 2021 tersebut merupakan kali ketiga yang dilakukan oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo guna memantau implementasi dari SE yang dikeluarkan dalam rangka mencegah kenaikan kasus Covid-19 melalui perjalanan manusia dan pada kegiatan hari Raya Idul Fitri.

Sebelumnya, Doni Monardo yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu telah melakukan peninjauan penyekatan ruas utama jalur mudik, sebagaimana yang diatur dalam Adendum SE Nomor 13 tahun 2021 di Gerbang Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat pada Kamis (29/4).

Dalam arahannya, Doni meminta agar seluruh unsur yang terlibat dalam penyekatan seperti unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, BPBD, Jasa Marga dan lainnya dapat melakukan penjagaan ketat selama 24 jam. "Mohon diperhatikan sehingga posko penyekatan ini terus dijaga selama 24 jam," kata Doni.


×