Ustaz Dr Amir Faishol Fath | Republika
12 May 2021, 10:12 WIB

Membangun Peradaban Kemanusiaan

Kini saatnya manusia kembali kepada Alquran.

 

DIASUH OLEH USTAZ DR AMIR FAISHOL FATH; Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional, CEO Fath Institute

 

Sejak pertama diturunkan, Alquran langsung menggelar peradaban kemanusiaan. Itulah mengapa Alquran dibuka dengan surah al-Fatihah dengan ayat pembukaan "Ahamdulillahi rabbil alamiin" (Segala puji bagi Allah Tuhan semua manusia) (QS al-Fatihah: 2) Perhatikan al-alamiin maksudnya manusia. 

Terkait

Bandingkan dengan penutup Alquran "Qul audzu bi rabbin naas". Kata an-naas maksudnya juga manusia. Ini menunjukkan bahwa dari awal sampai akhir tema pokok Alquran adalah tentang manusia.

Begitu juga dari surah ke surah kalau kita perhatikan ayat-ayatnya sering berulang paggilan untuk menusia: "Ya ayyuhan naas" (wahai manusia), “Ya ayyuhalldziina aamanu” (Wahai orang yang beriman), ini semua tujuannya manusia, bahwa manusia adalah makhluk yang sangat Allah SWT muliakan. 

Allah berfirman: "Walaqad karramna banii adam" (Kami telah muliakan anak Adam) (QS al-Isra:70). Para malaikat saja, diperintahkan oleh Allah SWT untuk bersujud kepada Nabi Adam: "Usjudu liaadam.” (QS al-Baqarah: 34), untuk menunjukkan bahwa level kemakhlukan manusia sangat tinggi.  

Dari sini tampak bahwa manusia dengan level derajat setinggi ini tidak pantas menyembah selain Allah SWT. Sebab di atas manusia tidak ada lagi kecuali Allah SWT.

 
Dari sini tampak bahwa manusia dengan level derajat setinggi ini tidak pantas menyembah selain Allah SWT.
 
 

Maka, jika ada manusia yang tunduk kepada selain-Nya, otomatis dia telah merendahkan dirinya. Inilah yang Allah SWT firmankan: “Tsumma radasnaahu asafala saafiliin” (Kemudian Kami turunkan derajatnya pada level yang serendah-rendahnya) (QS at-Tin:5). 

Dalam ayat lain, Allah SWT menegaskan bahwa tidak mustahil manusia akan turun darajat sampai ke level binatang: “Ulaaika kal an’am bal hum adhallu ulaaika humul ghaafiluun” (Mereka seperti binatang bahkan lebih sesat lagi, mereka orang-orang yang lalai) (QS al-An’am: 179). 

Ini semua peringatan dari Allah Sang Pencipta, agar manusia menggunakan akalnya yang sudah Allah SWT berikan dan bekerjalah pada level kemanusiaanya bukan pada level kebinatangannya.   

Atas dasar ini Allah SWT mengawal manusia dengan bimbingan wahyu.

 
Atas dasar ini Allah SWT mengawal manusia dengan bimbingan wahyu.
 
 

Manusia pertama adalah seorang nabi, dialah Nabi Adam AS. Lalu semakin banyak jumlah manusia semakin banyak pula nabi-nabi dan rasul-rasul yang Allah utus. Terhitung pada malam Isra dan Miraj yang Allah SWT kumpulkan di Masjdil Aqsha, sebanyak 124 ribu nabi dan tiga ratus rasul. Tujuannya hanya untuk menjaga manusia. 

Nabi terakhir adalah Rasulullah SAW. Turun kepadanya Alquran sebagai pegangan dan panduan hidup bagi manusia. Allah SWT berfirman: “Wama arsalnaka illa rahmatan lil alamaiin” (Kami tidak utus kamu (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh manusia) (QS al-Anbiya: 107).

Kini saatnya manusia kembali kepada Alquran.


×