Umat muslim membaca Alquran saat beritikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan 1442 H di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Senin (3/5) dini hari. Pada 10 hari menjelang berakhirnya bulan Ramadhan, umat muslim melakukan Itikaf untuk meraih malam kemuliaan (Lai | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
11 May 2021, 10:34 WIB

Memburu Lailatul Qadar

Pemburu Lailatul Qadar menghabiskan seluruh malamnya untuk beribadah kepada Allah.

Lailatul Qadar, siapa yang tak ingin mendapatkan kemuliaannya? Bahkan, Rasulullah SAW pun berusaha keras meraihnya dengan meningkatkan ibadah pada 10 hari terakhir Ramadhan. Begitu pula para sahabat Nabi Muhammad SAW.

"Para sahabat Nabi SAW, seperti Umar bin Khattab mempunyai cara tersendiri untuk menggiatkan diri dan mengisi hari-hari pada bulan Ramadhan, terutama saat 10 hari terakhir," kata Candra Murti Dewojati dalam bukunya Strategi Jitu Meraih Lailatul Qadr.

Candra mengatakan, saat Ramadhan, Umar setelah shalat Isya akan pulang ke rumahnya dengan mengerjakan shalat sepanjang malam hingga terdengar azan Subuh. Namun, pada 10 hari terakhir Ramadhan, dia akan kembali ke masjid dan bersiap menjalani iktikaf.

Sahabat Nabi lainnya, Utsman bin Affan, juga menghabiskan malam dengan shalat. Ia tidur sebentar pada bagian-bagian awal malam. Kemudian, ia bangun dan mendirikan shalat. Di setiap rakaat, Utsman bisa mengkhatamkan 30 juz Alquran.

Terkait

Syaddat RA menuturkan, Utsman berbaring di tempat tidur sepanjang malam sambil miring ke kanan dan ke kiri sampai waktu fajar, kemudian beliau berkata, “Ya Allah, ketakutan terhadap neraka jahanam telah mengusir kantukku.”

Pemburu Lailatul Qadar dari kalangan sahabat yang lain adalah Shilah bin Ashiyim yang menghabiskan seluruh malamnya untuk beribadah kepada Allah dan setelah matahari terbit ia berdoa, “Ya Allah, hamba tidak pantas meminta surga kepada-Mu, tetapi hamba hanya memohon kepada-Mu agar menyelamatkan hamba dari neraka jahanam."

Lantas, adakah ciri atau pertanda seseorang telah mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar? Tentang hal ini, pengajar Ma'had Daarussunnah Bekasi, Ustaz Muhammad Azizan Syahrial Lc menyampaikan, tidak ada nash hadis atau sabda Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan tentang ciri-ciri orang yang telah mendapat Lailatul Qadar.

"Namun, memang ada kaidah umum yang telah disepakati jumhur ulama tentang ciri orang yang diterima ibadahnya," ujarnya kepada Republika, belum lama ini.

Alumnus LIPIA Jakarta itu menjelaskan, jumhur ulama bersepakat, seorang Muslim yang diterima ibadahnya senantiasa meningkatkan amal ibadahnya. "Tandanya diberikan taufik untuk memproduksi ibadah-ibadah selanjutnya yang lain. Artinya, tidak berhenti di situ," ujar dia.

Ustaz Azizan menambahkan, mereka yang diterima ibadahnya akan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya sehingga menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.

Ustaz Azizan juga mengungkapkan, tidak ada riwayat tentang pahala besar bagi orang yang beriktikaf di 10 hari terakhir Ramadhan. Namun, Rasulullah SAW selama hidupnya tidak pernah meninggalkan aktivitas tersebut. "Dan ini menunjukkan keutamaan iktikaf di 10 hari terakhir pada Ramadhan.”


×