Ustaz Dr Amir Faishol Fath | Republika
11 May 2021, 05:40 WIB

Memahami Indahnya Alquran

Akidah, ibadah, akhlak diringkas dalam surah al-Fatihah sebagai pembuka Alquran.

DIASUH OLEH USTAZ DR AMIR FAISHOL FATH; Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional, CEO Fath Institute

Minimal ada tiga tema pokok Alquran, yakni akidah, ibadah, dan akhlak. Ketiga tema tersebut diringkas dalam surah al-Fatihah sebagai pembuka Alquran. 

Ayat 1-4 tentang akidah sebagai fondasi iman. Ayat 5 tentang ibadah sebagai bangunan. Ayat 6-7 tentang akhlak sebagai tampilan. 

Semua tema tersebut dipaparkan dengan indah, mengalir dalam satu muara satu kesatuan tak terpisahkan. Bagaikan satu struktur yang mempesona, semua bagiannya saling mendukung dan saling melengkapi. 

Terkait

Para ulama tafsir mengungkap keindahan struktur Alquran ini dalam ilmu khusus dikenal dengan ilmu munasabat. Imam az-Zarkasyi dalam kitabnya Al-Burhaan fii ulumil Quran dan Imam As-Suyuthi dalam kitabnya Al-Itqan fii ululmil Quran telah membahas dengan jelas tentang apa itu ilmu munasabat. 

Dikatakan bahwa Alquran telah menggunakan berbagai corak keindahan dalam menjaga perpindahan dari tema ke tema dalam setiap surah dan dari surah ke surah dalam semua Alquran. Tak terasa bagi setiap pembaca Alquran bahwa ia telah pindah dari tema sebelumnya ke tema berikutnya sampai selesai satu surah. Itulah mengapa para ulama tidak merasa lelah membaca Alquran. 

Imam an-Nawawi menyebutkan ada yang khatam setiap lima hari, setiap empat hari, setiap tiga hari, setiap dua hari, dan bahkan setiap hari. Saya masih melihat orang-orang sekarang ada juga yang merasakan keindahan Alquran tersebut.

 
Imam an-Nawawi menyebutkan ada yang khatam setiap lima hari, setiap empat hari, setiap tiga hari, setiap dua hari, dan bahkan setiap hari.
 
 

Ambil saja surah an-Naba’ sebagai contoh. Masuklah ke dalamnya. Langsung seketika kita dibawa ke dalam suasana kehidupan masyarakat Quraisy Makkah yang tampak kebingungan saat pertama kali mendengar berita hari kiamat. Bahwa manusia kelak akan hidup kembali setelah mati. 

Mereka saling bertanya di antara mereka. Karena bagi merekai tu mustahil. Tetapi bagi Allah SWT itu pasti. Sebab Allah SWT telah terbukti bisa mengadakan dari tidak ada menjadi ada, apalagi hanya mengembalikannya dari apa yang pernah ada. 

Karenanya, setelah itu kita tiba-tiba diajak berjalan-jalan mengarungi keluasan alam semesta melihat langit, bumi, matahari, manusia, gunung, hujan, dan tumbuhnya pohonan sebagai bukti bahwa Allah SWT Mahakuasa atas segala sesuatu.

Lalu tiba-tiba kita dipindahkan kepada pemandangan hari kiamat, melihat bangkitnya manusia dari alam kubur, runtuhnya langit, dan hancurnya gunung-gunung sebagai pertanda hancurnya bumi. 

Setelah itu tiba-tiba kita melihat pemandangan neraka yang sangat menakutkan, lalu pemandangan surga yang sangat menyenangkan. Terakhir kita melihat pemandangan para malaikat berbaris rapi sementara orang-orang yang tidak beriman berada di puncak penyesalan tanpa hati.

Seperti ini cara Alquran berbarasi. Penuh mukjizat yang sangat mengagumkan.


×