Syekh Ali Jaber (kanan) semasa hidupnya dikenal sebagai ulama pecinta Alquran. | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
10 May 2021, 10:27 WIB

Yayasan Syekh Ali Jaber Gelar Khataman Alquran 

Yayasan Syekh Ali Jaber berharap kegiatan ini untuk mengkhatamkan Alquran dalam sehari.

JAKARTA -- Yayasan Syekh Ali Jaber menggelar khataman Alquran 30 juz nonsetop dalam sehari. Syekh Muhammad Jaber, saudara almarhum Syekh Ali Jaber, memimpin kegiatan membaca Alquran 30 juz yang ditayangkan secara langsung. 

Kegiatan ini diharapkan dapat memberi jamaah keyakinan untuk mampu mengkhatamkan Alquran dalam sehari. Jamaah juga bisa menyimak kegiatan khatam Alquran 30 juz dalam sehari ini. Kegiatan ini juga dalam rangka mengisi malam Ramadhan yang mulia dengan amalan yang terbaik.

Syekh Muhammad Jaber mengatakan, ia sebenarnya ingin membaca 30 juz Alquran sendiri, khususnya pada hari yang mulia dan malam yang mulia ini, yaitu malam ke-27 Ramadhan. Kegiatan membaca Alquran itu direkam dan disiarkan langsung kepada jamaah.

"Karena saya ingin menyampaikan kepada semua bahwa kita semua bisa membaca Alquran dan mengkhatamkan Alquran berkali-kali," kata Syekh Muhammad Jaber, Sabtu (8/5).

Terkait

Dia menyarankan, di luar bulan Ramadhan jangan mengkhatamkan Alquran dalam sehari, lebih baik khatamkan dalam satu pekan atau lima hari. Dia pun mengungkap alasan mengapa kegiatan khatam Alquran nonsetop dalam sehari ini diadakan. “Karena nanti malam mulia, malam unik, istimewa (malam ke-27 Ramadhan), sebaiknya melaksanakan amalan istimewa, amalan unik, misalnya amalan khatam Alquran dalam satu hari nonsetop dan direkam live,” ujarnya.

Syekh Muhammad Jaber mengatakan, pasti banyak orang yang bisa menghatamkan Alquran dalam sehari, tetapi menghatamkan Alquran disiarkan secara langsung nonsetop mungkin belum ada, wallahu a'lam. Jadi, diharapkan semua orang bisa melaksanakan amalan yang luar biasa sesuai kemampuannya pada malam 27 Ramadhan.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari Habib Nabiel Al Musawa. "Saya mendukung Syekh Muhammad Jaber yang mengadakan acara ini, ini suatu keberkahan yang luar biasa," ujarnya.

Habib Nabiel mengatakan, Syekh Muhammad Jaber adalah seorang hafiz Alquran yang luar biasa. Beliau juga melanjutkan yang dilakukan kakak beliau, yaitu Syekh Ali Jaber.

"Saya ingin menyampaikan, kalau bicara tentang Ramadhan tidak bisa dipisahkan dengan Alquran, karena Allah sebutkan dalam surah al-Baqarah ayat 185, bulan Ramadhan itu bulan diturunkannya Alquran," ujarnya.

Para ulama mengatakan, Allah SWT menggabungkan antara Ramadhan dan Alquran dalam satu ayat, tidak dipisah. Itu menunjukkan betapa akrabnya hubungan antara Ramadhan dan Alquran.

Bahkan, Nabi Muhammad SAW disebut sangat mencintai Alquran. Sampai-sampai ketika turun ayat dan belum selesai, beliau sudah mengerakkan lidahnya untuk mengikutinya saking cintanya kepada Alquran, sehingga Allah menegurnya.

"Allah lantas berfirman, jangan kamu gerakkan lidahmu, wahai Muhammad, karena ingin segera menghafal ayat itu. Allah yang akan mengumpulkannya di dalam dada kamu juga menjelaskan maknanya," kata Habib Nabiel.

Ustaz Abdul Somad juga memberikan pesan-pesan dalam acara ini. Ustaz Somad menjelaskan, ada seseorang yang meriwayatkan tentang Imam Malik, namanya Imam Ibnu Abdil Hakam. Ketika masuk bulan suci Ramadhan, Imam Malik, gurunya Imam Syafi'i, menutup majelis hadis. 

Dia mulai membaca Alquran dari musaf dan berlomba mengkhatamkan Alquran. "Kemudian Imam Abdul Rozak, meriwayatkan Imam Sofyan Assauri, ketika masuk bulan suci Ramadhan, dia tinggalkan ibadah yang lain. Maka dia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membaca Alquran," kata Ustaz Somad.


×