ILUSTRASI Sebelum turun ke langit dunia, Alquran diturunkan oleh Allah secara utuh ke Lauh Mahfuzh. | DOK ANTARA Arnas Padda

Ramadhan

10 May 2021, 04:42 WIB

Keberkahan Alquran

Alquran adalah kitab suci yang diturunkan untuk keselamatan manusia, baik dunia maupun akhirat.

OLEH ANDRIAN SAPUTRA 

Salah satu nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada makhluknya, khususnya manusia, adalah diturunkannya kitab suci Alquran. Alquran menuntun manusia ke jalan yang diridhai Allah SWT.

Pakar tafsir Alquran yang juga Dewan Pakar Alquran pada Pusat Studi Alquran (PSQ), Prof KH Ahsin Sakho Muhammad, menerangkan, manusia secerdas apa pun tidak akan dapat mengatur persoalan kehidupan yang begitu kompleks. Kehidupan tidak hanya meliputi lahiriah, tetapi ada dimensi bantiniah atau ruhaniah. Akal pikiran manusia pun tak mampu menjangkau hal-hal yang berkaitan dengan kegaiban.

"Karena kasih sayang Allah SWT kepada kita semua, Allah menurunkan Alquran al-Karim yang berisi berbagai macam hal yang menyangkut kebaikan manusia, baik kebaikan lahir maupun kebaikan batin, kebaikan dunia maupun akhirat," kata Kiai Ahsin dalam pengajian virtual bertema “Letak Keberkahan Alquran” yang juga disiarkan akun Youtube Pesantren Bayt Alquran-Pusat Studi Alquran, belum lama ini.

Dijelaskan, jauh sebelum Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, sejatinya Alquran telah ada dan tersimpan dengan baik di Lauhul Mahfuz. Sebagaimana ditegaskan dalam surah al-Buruj ayat 21-22.

Alquran diturunkan bersamaan diutusnya nabi akhir zaman, Nabi Muhammad SAW. Kiai Ahsin mengatakan, hal itu merupakan keputusan atau iradat Allah. Segala yang menjadi keputusan dan kehendak Allah adalah yang terbaik. Umat Nabi Muhammad SAW pun menjadi umat terpilih untuk membawa amanah kalamullah yang agung, yaitu Alquran al-Karim.

Karena Alquran adalah kitab suci yang diturunkan untuk keselamatan manusia, baik dunia maupun akhirat, Kiai Ahsin mengatakan, Alquran pun mempunyai berbagai konten. Salah satu di antaranya adalah bahwa Alquran itu kitab yang penuh berkah.

Apa itu keberkahan? Ia menerangkan, keberkahan adalah banyaknya kebaikan pada sesuatu dan menetapnya kebaikan itu pada sesuatu.

Apabila keberkahan itu hinggap pada ilmu maka ilmunya menjadi berkah. Apabila keberkahan itu hinggap pada tempat maka tempatnya menjadi berkah. Apabila hinggap pada umur, umurnya pun menjadi berkah; walau pendek, umurnya begitu bermanfaat bagi masyarakat.

Allah telah memberikan gambaran tentang keberkahan itu. Masjidil Aqsha itu adalah masjid yang penuh berkah.

‘’Masjidil Aqsha dan negeri-negeri sekitarnya penuh dengan keberkahan. Banyaknya nabi yang diutus oleh Allah di sekitar Palestina di Syam itu menunjukkan keberkahan dari tempat. Baitullah, Ka'bah, atau Masjidil Haram juga keberkahannya besar sekali," ujar Kiai Ahsin.

Lalu, bagaimana dengan Alquran? Allah SWT menegaskan tentang keberkahan Alquran pada surah al-An’am ayat 92: “Dan ini (Alquran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Makkah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Alquran) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.’’

Kiai Ahsin menerangkan kata mubarakun yang menunjukkan arti bahwa jangkauan dari keberkahan Alquran itu sangat luas. Karena itu, untuk memperoleh keberkahannya, seseorang haruslah berinteraksi dengan Alquran.

Seseorang yang berinteraksi dengan Alquran tidak akan mendapat kekecewaan sedikit pun. Sebaliknya, orang tersebut diliputi keberuntungan, bahkan hingga di alam akhirat. “Orang yang senantiasa berinteraksi dan cinta dengan Alquran maka akan dibangkitkan dengan Alquran dan memperoleh syafaat,” ujar dia.

Karena itu, Kiai Ahsin mengajak umat Islam senantiasa mengisi hari-hari dengan Alquran. Mulai dari lingkungan keluarga maupun lingkungan pertemanan. Bahkan, akan lebih baik lagi bila dapat mempelajari kandungan Alquran.


×