ILUSTRASI Setiap Muslim berharap, Allah SWT menerima amal ibadahnya selama Ramadhan. | DOK ANTARA Syifa Yulinnas

Ramadhan

10 May 2021, 04:38 WIB

Jadilah Pemenang Ramadhan

Jaga dan konsistenlah dalam beribadah, bahkan setelah Ramadhan usai.

OLEH ZAHROTUL OKTAVIANI 

Tak lama lagi, bulan suci Ramadhan 1442 H akan berlalu. Tuntas sudah umat Islam di seluruh muka Bumi menunaikan ibadah puasa sebulan penuh. Maka, tibalah saatnya meraih kemenangan. Namun, kemenangan seperti apa? Siapakah yang berhak disebut pemenang Ramadhan?

Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) KH Ahmad Satori Ismail menjelaskan, ada beragam kemenangan yang bisa diraih seorang Muslim setelah melewati ibadah shaum (puasa) Ramadhan ini. "Ketika seorang Muslim berpuasa dengan benar, benar-benar menghayati, maka orang ini mendapatkan kemenangan," kata Kiai Satori kepada Republika, belum lama ini.

Kemenangan yang dimaksud adalah ia berhasil melawan syahwat dan hal-hal negatif yang dapat menimbulkan keburukan bagi diri sendiri. Kedua, lanjut Kiai Satori, bulan Ramadhan memiliki keistimewaan dan kerap disebut sebagai bulannya Alquran. Ketika seorang Muslim merutinkan diri membaca Alquran selama Ramadhan, bahkan mampu khatam Alquran, maka hal ini pun disebut kemenangan.

Ulama yang juga guru besar UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, ini menyebutkan, selama Ramadhan ada beragam ibadah yang bisa dilakukan, di antaranya shalat Tarawih dan Witir. Mereka yang rajin dan khusyuk menunaikan shalat malam ini dari awal hingga akhir Ramadhan maka ini pun merupakan prestasi.

Kiai Satori menegaskan, seorang Muslim yang disebut meraih kemenangan Ramadhan adalah mereka yang diampuni dosanya dan diterima pahala amal ibadahnya. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan, “Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala maka diampuni baginya dosa-dosa masa lalu.”

Tak hanya itu, dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim juga disebutkan, orang yang mengerjakan shalat Tarawih maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Menurut Kiai Satori, seseorang yang berpuasa dengan benar, maka dia akan menjadi takwa dan kembali ke fitrah. Artinya, ia bersih dan terbebas dari segala dosa. “Ini adalah kemenangan bagi suatu umat di dunia,” ujar dia.

 
Kemenangan yang sesungguhnya adalah nanti ketika dia masuk ke surga Allah SWT.
DR KH AHMAD SATORI ISMAIL; Ketua Umum IKADI.
 

Meski demikian, Kiai Satori juga mengingatkan, ada kemenangan sesungguhnya yang harus dijaga seorang Muslim. Kemenangan ini bisa didapat mereka yang mampu menjaga dan konsisten dengan ibadahnya, bahkan setelah selesai Ramadhan.

Ia menekankan, kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan selama Ramadhan hendaknya bisa diteruskan dan dipertahankan hingga bulan-bulan berikutnya. Untuk menjaga hal ini, hal pertama yang perlu dilakukan adalah meminta kepada Allah SWT dan menjaga niat.

Kemudian, sebagaimana termaktub dalam salah satu ayat pada surah al-Asr yakni, “Watawa saubil haqqi wa tawaa saubis sabr.” Artinya, ia mengatakan, usaha untuk mempertahankan ibadah ini memerlukan kawan-kawan yang saling mengingatkan. 

Ketua Umum PB Al Washliyah, KH Masyhuril Khamis, menyebut kemenangan seorang Muslim mengacu pada hari besar Islam setelah Ramadhan, yaitu Idul Fitri. Idul Fitri ini berarti kembali kepada fitrah atau suci.

Bulan Ramadhan memiliki beragam sebutan, di antaranya yaitu syahrul syiam atau bulan puasa, syahrul Quran atau bulan diturunkannya Alquran, serta syahrul maghfirah yaitu bulan bagi seorang Muslim meminta ampunan.

"Ketika kita bicara kemenangan, maka orang-orang yang sudah melakukan puasa dengan segala kebaikan puasa itu, maka dia akan mendapatkan kemenangan. Ia kembali ke fitrah dan menyucikan dirinya," kata dia.

Kiai Masyhuril mengingatkan, setiap manusia lahir dalam keadaan yang fitrah dan suci. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Setiap anak dilahirkan dalam kondisi fitrah kecuali orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”

Karena itu, ia menyebutkan, Idul Fitri adalah bentuk kemenangan bagi orang-orang yang melakukan puasa dengan sebaik-baiknya. Untuk menyambut kemenangan itu, seorang Muslim lantas menyuarakan takbir, "Allahu Akbar."

Ramadhan adalah sebuah momentum yang diberikan Allah SWT kepada umat Islam, sekali dalam setahun. Meski demikian, Kiai Masyhuri menyebutkan, kondisi ini tidak menjadikan seorang Muslim hanya menunggu satu tahun sekali untuk beribadah.

“Bulan suci adalah momen evaluasi ibadah seorang Muslim yang sebelumnya. Ada ibadah sunah lain yang bisa dilakukan, seperti puasa sunah, sedekah.”


×