Jamaah beristirahat usai melaksanankan ibadah shalat jumat pada minggu terakhir di bulan Ramadhan 1442 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jumat (7/5). Pengurus masjid Istiqlal mengelar shalat Jumat dengan pembatasan jumlah jamaah sebanyak 30 persen dari kapasita | Republika/Thoudy Badai

Ramadhan

08 May 2021, 13:42 WIB

Adaptasi Tubuh Ketika Menjalani Puasa

puasa Ramadhan dapat membantu meningkatkan sistem imun tubuh.

OLEH ADYSHA CITRA 

Menjalani puasa satu bulan penuh selama Ramadhan dapat mendatangkan banyak keberkahan. Salah satunya adalah keberkahan bagi kesehatan. Ahli kesehatan Dr Salama Mohamed Al Hosani dari Ambulatory Healthcare Services Company (SEHA) mengungkapkan bahwa ada beberapa manfaat kesehatan yang bisa didapatkan dari berpuasa Ramadhan. Salah satu di antaranya adalah menjaga tubuh tetap bugar dan sehat.

Dokter Salama juga mengatakan, puasa Ramadhan dapat membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Dengan begitu, tubuh akan lebih terlindungi dari risiko infeksi.

Ketika seseorang berpuasa, secara insting tubuh akan mulai menyimpan energi. Salah satu cara tubuh untuk menyimpan energi adalah dengan membunuh sel-sel sistem imun yang rusak atau tua.

"Tubuh akan melakukan penyesuaian dan memicu regenerasi sel-sel yang baru, sehingga terjadi peningkatan jumlah sel-sel peningkat kekebalan," ujar Dr Salama, seperti dilansir KhaleejTimes.

Bila puasa dilakukan selama 14 jam atau lebih dalam sehari, sel-sel di dalam tubuh yang mendukung respons imun akan "bermigrasi" ke sumsum tulang yang padat akan nutrisi. Di sana, sel-sel tersebut akan beregenerasi dan menjadi kembali berdaya.

"Hasilnya, sel-sel tersebut melindungi tubuh dari infeksi," jelas Dr Salama.

Selain manfaat pada fisik, berpuasa juga dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan mental. Dr Salama mengatakan berpuasa dapat meningkatkan semangat. Meski di masa-masa awal puasa bisa terasa cukup berat, kadar endorfin yang lebih tinggi akan dilepaskan setelah beberapa hari tubuh mulai terbiasa dengan pola makan saat berpuasa.

"Ini memberikan dorongan bagi kesehatan mental," pungkas Dr Salama.

Terkait manfaat berpuasa, Dr Salama juga menekankan pentingnya pemilihan pola makan yang seimbang saat berbuka puasa. Menu makanan yang disantap saat berbuka puasa perlu mencakup semua kelompok makanan.

Pola makan yang baik akan membantu tubuh bertransisi untuk membakar lemak sebagai sumber energi. Selain itu, cara ini juga dapat membantu menjaga massa otot dan berat badan yang stabil.

"Pola makan yang seimbang juga dapat membantu meregulasi kadar gula dan kadar kolesterol, membuat diabetes dan tekanan darah tinggi menjadi lebih mudah ditangani," papar Dr Salama.

Hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan saat berpuasa adalah minum air putih yang cukup. Asupan air putih yang cukup penting untuk menjaga hidrasi tubuh dan memunculkan perasaan berenergi. Asupan air putih yang cukup juga berguna untuk mencegah makan berlebih saat berbuka puasa.

Pola makan yang seimbang perlu mencakup beragam zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Mengonsumsi makanan yang tidak sesuai atau kurang baik dapat memberikan dampak kurang baik bagi sistem imun.

"Konsumsi makanan yang salah akan melemahkan sistem imun, membuat Anda menjadi lebih rentan terhadap kuman dan virus," ungkap Dr Salama. 


×