Muslim membaca Alquran saat beritikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan 1442 H di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Senin (3/5) dini hari. Pada 10 hari menjelang berakhirnya bulan Ramadhan, umat muslim melakukan Itikaf untuk meraih malam kemuliaan (Lailatul | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
08 May 2021, 05:39 WIB

Lima Amalan Terbaik Saat Iktikaf Menggapai Lailatul Qadar

Keutamaan malam Lailatul Qadar bisa diraih oleh mereka yang mengerjakan shalat Isya dan Subuh secara berjamaah.

OLEH ALI YUSUF

Lailatul Qadar merupakan anugerah dan kemuliaan terbesar dari Allah SWT untuk umat Nabi Muhammad SAW. Banyak umat Islam yang menggiatkan iktikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan dalam upaya meraih Lailatul Qadar yang pahalanya lebih baik dari beribadah selama seribu bulan itu.

“Iktikaf adalah cara yang paling baik untuk meramaikan masjid, juga sarana menghormati bulan suci Ramadhan secara indah," kata Chandra Nila Murti Dewojati dalam bukunya Strategi Jitu Meraih Lailatul Qadar.

Menurut dia, sedikitnya ada lima amalan terbaik yang dapat dilakukan oleh orang yang sedang beriktikaf. Pertama, shalat. Kedua, banyak membaca Alquran.

Terkait

Menurut Chandra, dengan membaca Alquran hati akan tenang, sekaligus bisa mendapat jaminan untuk memperoleh syafaat dari hari kiamat kelak. Hal ini seperti sabda Rasulullah SAW, "Bacalah oleh kalian Alquran karena sesungguhnya Alquran itu akan datang menghampiri kalian di hari kiamat sebagai syafaat.” (HR Muslim).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (republikaonline)

Kemudian, amalan ketiga, yakni memperbanyak zikir, tasbih, tahmid, tahlil, istighfar, dan sebagainya. Menurut para ulama, zikir merupakan ibadah khusus untuk bertaqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan menyibukkan diri dengan zikir saat iktikaf, akan diperoleh pahala berlipat.

Keempat, bershalawat atas Nabi Muhammad SAW. Hal ini penting mengingat shalawat merupakan salah satu sebab turunnya rahmat Allah SWT. Terkait hal ini, Rasulullah SAW bersabda,“Siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali maka Allah akan memberinya rahmat sepuluh kali." (HR Muslim).

Kelima, upayakan kurangi bersosialisasi saat iktikaf.Sementara itu, dalam bukunya Meraih Lailatul Qadr Haruskah Itikaf?, Ustaz Ahmad Zarkasih menyarankan untuk menjaga shalat Isya dan Subuh berjamaah agar mendapat keutamaan Lailatul Qadar. 

Hal ini sejalan dengan hadis yang diriwayatkan Utsman bin Affan, “Siapa yang shalat Isya secara berjamaah maka ia seperti orang yang menghidupkan setengah malamnya, dan barang siapa yang shalat Subuh secara berjamaah maka ia seperti orang yang menghidupkan seluruh malamnya.” (HR Muslim, Nomor 1049).

Nah, lanjut Ustaz Zarkasih, apakah seseorang bisa meraih keutamaan malam Lailatul Qadar hanya dengan shalat Isya dan Subuh berjamaah?

Mengenal hal itu, Ustaz Zarkasih kemudian menyebutkan apa yang dikatakan Imam al-Syirbiniy dalam kitab Mughni al-Muhtaj (2/189) mengutip pernyataan Imam as-Syafii dalam Qoul Qodim bahwa keutamaan malam Lailatul Qadar bisa diraih oleh mereka yang mengerjakan shalat Isya dan Subuh secara berjamaah, sesuai hadis Utsman bin Affan di atas.


×