Pengendara motor melaju di atas jembatan Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. | ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
08 May 2021, 03:05 WIB

Banjir dan Longsor Landa Bogor

Dari kejadian ini, satu unit rumah berisi tiga jiwa terancam.

BOGOR — Akibat hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Bogor pada Kamis (6/5) sore, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat ada delapan kejadian bencana di Bumi Tegar Beriman. Bencana yang terjadi pada Kamis sore hingga malam, berupa banjir dan tanah longsor yang terjadi di empat kecamatan.

Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor, Budi Pranowo memerinci, bencana alam yang terjadi yakni tujuh kejadian banjir yang tersebar di empat kecamatan, dan satu kejadian tanah longsor di Kecamatan Cibinong. “Tujuh kejadian banjir melanda Kecamatan Citereup, Klapanunggal, Gunung Putri, dan Cibinong. Sedangkan longsor terjadi di Kecamatan Cibinong,” kata Budi kepada Republika, Jumat (7/5).

Budi menjelaskan, banjir yang melanda Kecamatan Citereup terjadi di Kampung Kebon Kopi, Kelurahan Puspanegara. Setidaknya ada 26 rumah yang terdampak, sehingga menyebabkan 79 jiwa sempat mengungsi sebelum air surut. Selain itu, dua musolla di lokasi tersebut juga terdampak banjir dari Sungai Cibeber yang meluap.

Selain itu, lanjutnya, banjir yang melanda Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dan drainase yang kecil. Sehingga beberapa unit rumah warga terendam air setinggi sekitar 10 hingga 50 sentimeter.

Terkait

Selanjutnya, Budi menjelaskan, di Kecamatan Gunung Putri, ribuan rumah di Perumahan Villa Nusa Indah 1 dan Villa Nusa Indah 2 terendam banjir akibat luapan di hulu Sungai Cileungsi. Diperkirakan, ketinggian air mencapai 120 sentimeter.

“Korban terancam tidak ada, namun ada 2.352 rumah yang dihuni 9.408 jiwa terdampak banjir. Termasuk lima masjid dan satu sekolah,” ujar dia.

Lebih lanjut, Budi mengatakan, di Kecamatan Cibinong, bencana banjir terjadi di Kelurahan Pakansari, Kelurahan Cimekar, Kelurahan Harapan Jaya, dan Kelurahan Tengah. Di Kelurahan Pakansari, banjir melanda Kampung Curug yang diakibatkan oleh aliran Kali Cikumpa dengan kedalaman sekitar 80 sentimeter.

Sedangkan, sambung Budi, di Kelurahan Cirimekar, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi cukup lama membuaf hilir sungai menuju Setu Citatah mengalami penyempitan sehingga meluap ke pemukiman warga. Sementara di Kelurahan Harapan Jaya, air meluap dari aliran Sungai Cikaret.

Budi menambahkan, kejadian tanah longsor yang terjadi di Kampung Kaumpandak, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong menimpa jalan warga di bantaran Sungai Ciliwung. Dengan ketinggian longsor sekitar 7 meter dan panjang 13 meter.

Dari kejadian ini, satu unit rumah berisi tiga jiwa terancam. Setelah dilakukan penanganan oleh BPBD Kabupaten Bogor hingga sekitar pukul 22.30 WIB, jalan warga yang rusak belum diperbaiki.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BPBD KABUPATEN BOGOR (bpbdkabbogor)

Jalur pedestrian banjir

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Aan Triana Al Muharom meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor untuk bertanggungjawab atas buruknya pembangunan pedestrian di sepanjang jalur menuju Stadion Pakansari. Sebab, proyek yang seharusnya menjadi solusi bagi sistem drainase di sepanjang jalur tersebut malah menyebabkan banjir.

"PUPR harus bertanggungjawab atas kejadian kesekian kalinya," kata Aan.

Maka itu, Aan mengaku Komisi III akan memanggil pihak Dinas PUPR Kabupaten Bogor serta pihak kontraktor. Sebab, menurutnya, kinerja Dinas PUPR dinilai tidak becus dalam membangun dan merencanakan pembangunan sehingga menyebabkan banjir. "Kita akan panggil semuanya ke DPRD untuk menyelesaikan masalah ini," ujar dia. 


×