Sejumlah buruh yang tergabung dari berbagai aliansi berjalan menuju Gedung Sate saat melakukan aksi di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (1/5/2021). Dalam aksinya pada hari buruh Internasional 2021, buruh menuntut berbagai tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Jaw | RAISAN AL FARISI/ANTARA FOTO
07 May 2021, 03:35 WIB

Vaksinasi Gotong Royong Dimulai 17 Mei

Ada 17 ribu perusahaan atau 8,6 juta karyawan yang daftar program vaksinasi gotong royong.

JAKARTA – Pemerintah mulai melaksanakan vaksinasi gotong royong usai Hari Raya Idul Fitri. Vaksinasi bagi karyawan swasta ini diharapkan bisa membantu pemerintah mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity, yakni sebanyak 70 persen penduduk Indonesia divaksinasi.

“Bukan tanggal 9 (Mei) tapi 17 (Mei), jadi setelah Lebaran vaksinasi gotong royong dilakukan, prinsip dasarnya ini bagaimana supaya kekebalan kelompok terjadi percepatan,” ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga saat acara bertajuk ‘Indonesia Siap Vaksin Gotong Royong’, di Jakarta, Kamis (6/5).

Arya mengatakan, program vaksinasi gotong royong merupakan keinginan para pelaku usaha yang ingin berkontribusi dengan menanggung biaya vaksinasi untuk para karyawannya. Vaksinasi gotong royong ini diprioritaskan untuk perusahaan padat karya seperti manufaktur dan tekstil di Jabodetabek.

Menurut dia, vaksinasi gotong royong juga akan diberikan kepada warga negara asing (WNA) yang bekerja di perusahaan yang masuk dalam program vaksinasi gotong royong. “Potensi Covid-19 juga dialami tenaga kerja asing  di Indonesia. Mereka bagian dari kita, kalau mereka kena dampaknya ke kita juga,” kata Arya.

Terkait

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan, belum ada keputusan tentang harga vaksinasi gotong royong. Holding BUMN farmasi, ucap Bambang, masih melakukan perhitungan harga dengan pendampingan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Sehingga betul-betul dibuka struktur harga dibuka, berapa keuntungannya. Estimasi kisaran Rp 500 ribu per dosis sudah termasuk pelayanan,” ujar Bambang dalam kesempatan yang sama.

Bambang mengatakan, vaksinasi sendiri dilakukan sebanyak dua dosis per orang. Jika satu dosis seharga Rp 500 ribu, maka yang diperlukan untuk dua dosis sebesar Rp 1 juta. “Mudah-mudahan nanti bisa kita finalkan sebelum pelaksanaan, harga akan diserahkan ke Kemenkes untuk ditetapkan,” ujar Bambang.

Dia mengatakan, pasokan vaksinasi gotong royong sudah datang dari Sinopharm sebesar 500 ribu dosis yang datang pada akhir April dan awal Mei 2021. Sinopharm, kata Bambang, akan terus mengirimkan vaksin secara bertahap hingga tujuh juta dosis vaksin hingga September mendatang.

“Kita sudah ada komitmen dengan Sinopharm sampai September akan datang 7 juta. Selain itu, kita juga menjajaki dengan CanSino, dan Sputnik,” kata dia.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, telah ada 17 ribu perusahaan atau 8,6 juta karyawan yang daftar program vaksinasi gotong royong selama periode pendaftaran Februari sampai Maret. Para pelaku usaha disebut antusias menyambut program vaksinasi gotong royong.

“Niat Kadin membantu pemerintah dalam menciptakan kekebalan kelompok. Kami harap ini bisa dicapai,” ujar Shinta.


×