Petugas kesehatan mengumpulkan sampel rapid test Covid-19 di Gauhati, India, akhir pekan lalu. | AP/Anupam Nath

Internasional

05 May 2021, 03:50 WIB

Kasus Covid-19 di India Tembus 20 Juta 

Sejumlah tempat vaksinasi ditutup karena kehabisan vaksin.

NEW DELHI – Kasus Covid-19 di India telah menembus angka 20 juta pada Selasa (4/5). Sistem kesehatan di sana masih kewalahan menangani lonjakan tajam kasus baru yang selalu melebihi 300 ribu selama lebih dari sepekan terakhir.

Menurut Kementerian Kesehatan India, dalam 24 jam terakhir, India mencatatkan 357.229 kasus baru Covid-19. Dengan demikian, saat ini total kasus yang telah tercatat di sana menjadi 20,3 juta.

Sementara korban meninggal bertambah 3.449 jiwa, membuat total kematian menjadi 222.408. Sejumlah pakar medis mengatakan angka kasus sebenarnya di India bisa lima hingga sepuluh kali lipat lebih tinggi daripada yang dilaporkan.

Jumlah kasus baru Covid-19 di India telah menurun dalam beberapa hari terakhir. Puncak peningkatan terjadi pada Jumat (30/4) lalu, yakni saat negara tersebut melaporkan 402 ribu kasus.

"Jika kasus harian dan kematian dianalisis, ada sinyal awal pergerakan ke arah yang positif," ujar pejabat senior Kementerian Kesehatan India Lav Aggarwal kepada awak media pada Senin (3/5) lalu.

Namun dia menekankan bahwa itu adalah sinyal awal. “Perlu dikaji lebih lanjut dan melakukan upaya terkait untuk memantaunya secara berkelanjutan,” ucapnya.

Dr Ashish Jha, dekan School of Public Health di Brown University, Amerika Serikat, telah mengingatkan para pembuat kebijakan di India. Ia mengaku khawatir karena para petinggi India yang ia hubungi mengaku yakin bahwa keadaan akan membaik dalam beberapa hari ke depan.  

“Saya berupaya mengatakan kepada mereka, ‘jika segala sesuatunya berjalan baik, maka keadaan justru akan mengerikan dalam beberapa pekan ke depan. Bahkan ini mungkin berlarut lebih lama’,” katanya.

Jha mengingatkan, India harus fokus pada langkah klasik kesehatan masyarakat, yaitu penutupan sejumlah wilayah, lebih banyak tes, pemakaian masker secara umum, dan tidak berkumpul dalam jumlah banyak.

photo
Sejumlah kerabat pasien Covid-19 saat berduka di luar rumah sakit pemerintah Covid-19, Ahmedabad, India, Selasa (27/4/2021). (AP Photo/Ajit Solanki) - (AP/Ajit Solanki)

Serukan lockdown nasional

Pemimpin oposisi India dari Partai Kongres, Rahul Gandhi, menyerukan penerapan karantina wilayah atau lockdown berskala nasional. "Satu-satunya cara untuk menghentikan penyebaran korona saat ini adalah penguncian penuh. Kelambanan Pemerintah India membunuh banyak orang yang tidak bersalah,” cicit Gandhi di akun Twitter pribadinya, Selasa.

Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi enggan memberlakukan lockdown nasional. Ia khawatir hal itu dapat menggoyang perekonomian.

Hal itu membuat Modi menuai banyak kritik. Dia dianggap tak cergas untuk menekan gelombang penularan Covid-19 di sana. Sebaliknya, pemerintahannya justru membiarkan jutaan warga menghadiri festival keagamaan dan rapat umum politik tanpa mengacuhkan protokol kesehatan, terutama pemakaian masker.

Sistem kesehatan India mulai tergopoh-gopoh menopang lonjakan kasus baru Covid-19. Stok oksigen medis untuk menangani pasien benar-benar terkuras. Sejumlah negara telah menyalurkan bantuan medis terkait agar India mampu bertahan.

Memburuknya penularan Covid-19 di India diiringi dengan penurunan drastis dalam kampanye vaksinasi. Hal itu terjadi karena masalah pasokan dan pengiriman, meski India adalah produsen vaksin terbesar di dunia.

Setidaknya tiga negara bagian di India, termasuk negara bagian terkaya di Maharashtra yang mencakup Mumbai, terus melaporkan kelangkaan vaksin. Mereka menutup beberapa pusat vaksinasi. 

Ramalan publik oleh dua produsen vaksin India saat ini menunjukkan total output bulanan 70-80 juta dosis akan meningkat hanya dalam dua bulan atau lebih. Kendati demikian, jumlah orang yang memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin telah berlipat ganda menjadi sekitar 800 juta sejak 1 Mei. Dari total 1,35 miliar total penduduk, hanya 9.5 persen telah menerima dosis pertama vaksin Covid-19.


×