Tempat isolasi Covid-19. Klaster Munggahan Tangerang menjadi perhatian banyak orang, karena jumlahnya terus bertambah. | ARIF FIRMANSYAH/ANTARA FOTO
04 May 2021, 11:28 WIB

Klaster Covid Munggahan Tangerang Bertambah Jadi 108 Orang

7 orang dirawat di RS Siloam Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, sementara 101 orang menjalani karantina di tempat isolasi Covid-19..

TANGERANG – Jumlah warga Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, yang dinyatakan terpapar Covid-19 dari klaster munggahan atau tradisi menyambut bulan Ramadhan makin bertambah. Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan, totalnya menjadi 108 orang, bertambah 21 orang dari sebelumnya 87 orang.

“Ada tambahan 21 orang, berarti jumlahnya 108 orang. Penambahan itu dari testing yang dilakukan pada Kamis, 29 April 2021,” kata Hendra saat dihubungi Republika, Sabtu (1/5).

Dari total sebanyak 108 orang, tujuh di antaranya dirawat di RS Siloam Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, sementara 101 orang lainnya menjalani karantina di tempat isolasi yang disediakan bagi orang tanpa gejala (OTG), yakni di Hotel Yasmin. Keseluruhan dari mereka merupakan warga Perumahan Dasana Indah RW 28, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Menurut catatan tim Satgas, jumlah warga yang dites swab seusai tradisi munggahan sekitar 300 orang. Jumlah itu, kata Hendra, sudah mencukupi dari segi epidemiologi. Selain warga RW 28, dia mengatakan, RW tetangga, seperti RW 26 dan RW 27 juga turut dilakukan testing. Namun, hasil testing di wilayah tetangga itu, tidak ada yang dinyatakan positif Covid-19.

Terkait

“Sudah cukup, enggak perlu lagi kita lakukan (testing) karena seluruhnya di RW 28 sudah kita tracing, RW tetangga juga. (Testing) enggak terlalu urgent lagi karena mereka bagian dari yang sudah masuk ke Hotel Yasmin, yang sekarang dilakukan sudah habis, selesai,” kata dia.

Dia menambahkan, pada Senin (3/5) bisa jadi dilakukan kembali tes swab kepada warga jika mengalami gejala Covid-19. Hendra mengatakan, hingga saat ini, lokasi RW 28 masih dalam kondisi di-lockdown. Pembatasan kegiatan masyarakat itu dilakukan sejak 24 April 2021 dan kemungkinan akan sampai 14 hari ke depan atau 8 Mei 2021.

Sebelumnya, sekitar 30 orang yang tinggal di perumahan tersebut pergi ke Bogor, Jawa Barat, untuk melakukan munggahan atau tradisi menyambut bulan Ramadhan pada 10 April 2021 lalu. Kemudian, pada 20 April 2021 beberapa orang mengalami gejala Covid-19, mulai dari sesak napas hingga demam.

Setelah dilakukan tes usap atau swab test yang memiliki gejala, baik yang ikut tradisi munggahan maupun keluarganya, ternyata sebanyak 50 orang dinyatakan terpapar Covid-19. Kemudian, jumlahnya bertambah 37 orang setelah dilakukan tes swab pada Senin (26/4), totalnya menjadi 87 orang.

Tim Satgas kembali melakukan tes swab pada Kamis (29/4) yang menunjukkan adanya penambahan 21 orang, sehingga saat ini totalnya menjadi 108 orang.


×