Cahaya Ramadhan
Semarak Memperingati Nuzulul Quran
Nuzulul Quran harus dimanfaatkan untuk tadabur Alquran
Momen Nuzulul Quran biasanya diperingati dengan semarak di Indonesia. Biasanya, kegiatan yang dilakukan untuk menyemarakkan peringatan Nuzulul Quran melibatkan banyak orang.
Dikutip di laman Nahdlatul Ulama, Nuzulul Quran diperingati dengan menggelar pengajian, tahlil, khataman Alquran, tumpengan, hingga istighatsah. Di Aceh, misalnya, ada tradisi kenduri yang berisi acara buka puasa bersama.
Khusus bagi masyarakat Aceh Besar dan Ibu Kota Banda Aceh, tradisi ini dinamakan kenduri Tammat Daruh atau bermakna kenduri khatam Alquran. Salah satu menu wajib dalam kenduri Nuzulul Quran di Aceh adalah kuah beulangong yang dimasak bersama-sama. Ini adalah salah satu masakan khas Aceh Besar yang berisi daging sapi dan kambing dengan campuran aneka bumbu serta buah nangka mentah yang dimasak dalam kuali besar.
Berikutnya, tradisi peringatan Nuzulul Quran di Indonesia lainnya yang paling dikenal datang dari Jawa, tepatnya di Solo, Jawa Tengah. Dikenal dengan nama Seribu Tumpeng, kegiatan ini dilakukan dengan menggiring seribu nasi tumpeng dari Keraton Kasunanan Surakarta menuju Joglo Sriwedari Solo. Biasanya, acara ini digelar setiap malam ke-21 Ramadhan. Setelah tumpeng selesai diarak, nasi tumpeng ini dikonsumsi oleh warga Solo.
Namun, pada tahun ini, Nuzulul Quran yang jatuh pada Rabu (28/4) malam mungkin akan cukup berbeda. Hal ini mengingat situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.
Kementerian Agama (Kemenag) sudah mengeluarkan surat edaran tentang panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sehingga acara-acara yang mengundang keramaian seperti peringatan Nuzulul Quran tidak boleh dilaksanakan berkerumun di wilayah Nusantara yang termasuk dalam kategori zona merah dan zona oranye.
Peringatan Nuzulul Quran yang diadakan di dalam maupun luar gedung di daerah yang masuk kategori zona kuning dan zona hijau tetap harus memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Jumlah peserta dalam acara ini juga maksimal 50 persen dari kapasitas tempat acara.
Dikutip dari buku Dialog Ramadhan bersama Cak Nur: Merenungi Makna dan Hikmah Ibadah Puasa, Lailatul Qadr, Nuzulul Qur’an, Zakat, dan Hari Raya Idul Fitri’ tradisi memperingati Nuzulul Quran pada 17 Ramadhan dinilai sangat baik dan terpuji. Alasannya, karena tradisi tersebut mampu mengingatkan umat Islam pada nilai-nilai spiritual.
Saat Nuzulul Quran, Allah SWT menurunkan Alquran kepada manusia melalui perantara Malaikat Jibril kepada utusan-Nya, Nabi Muhammad SAW. Peneliti Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Wildan Jauhari, menjelaskan, sebenarnya tidak ada amalan khusus yang harus dilakukan pada malam Nuzulul Quran. Namun, bukan berarti saat Nuzulul Quran umat Islam tidak mengerjakan amalan apa pun.
Selama Ramadhan, ada banyak rangkaian ibadah yang bisa dikerjakan. Misal, siang hari dilakukan untuk berpuasa, lalu malamnya shalat Tarawih dan shalat malam untuk memperbanyak amalan. Itu semua amalan umum yang bisa dilakukan selama Ramadhan.
“Kalau terkait dengan Alquran, maka momen ini adalah momen tepat untuk memperbaiki bacaan Alquran kita,” ujar Ustaz Wildan, beberapa waktu lalu.
Menurut alumnus Universitas Islam Muhammad Ibnu Suud Arab Saudi Cabang Jakarta ini, bagi yang sudah baik bacaan Alqurannya, bisa sering tilawah. Terlebih, Ramadhan adalah bulan yang Allah SWT lipatkan pahalanya untuk umat Islam. Bahkan, Nabi Muhammad SAW murajah dengan malaikat Jibril pada bulan Ramadhan.
Bagi mereka yang masih belum lancar membaca Alquran, momen ini bisa dimanfaatkan dengan baik. “Tanamkan dalam diri bahwa peringatan Nuzulul Quran digunakan untuk memperbaiki bacaan Alquran,” kata dia.
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
Mutiara Ramadhan
Sesungguhnya di dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Ar-Rayyan, yang pada Hari Kiamat orang-orang yang berpuasa masuk ke surga melalui pintu tersebut... HR ALBUKHARI No.1896
HIKMAH RAMADHAN
Memahami Makna Ramadhan
Ramadhan hadir untuk membakar dosa-dosa para hamba Allah.
Ramadhan hadir untuk membakar dosa-dosa para hamba Allah.
