Ilustrasi suporter sepak bola berkerumun sebelum pandemi Covid-19. | ANTARA FOTO
30 Apr 2021, 06:56 WIB

PSSI akan Panggil Perwakilan Klub Bahas Suporter Sepak Bola

PSSI akan berupaya menertibkan suporter tim sepak bola

JAKARTA — Ketertiban suporter menjadi salah satu isu sentral yang wajib diperhatikan sebelum Liga 1 Indonesia 2021 bergulir. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berencana memanggil perwakilan klub dalam waktu dekat untuk membicarakan masalah suporter.

"Pertemuan PSSI dengan perwakilan klub akan menjadi salah satu agenda dalam persiapan Liga 1 musim 2021. Karena diketahui bersama bahwa para suporter itu sendiri terkoordinasi langsung dengan tim," kata Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, kemarin.

Pertemuan belum dijadwalkan secara perinci. Namun, ia mengungkapkan, agenda itu dilaksanakan melalui rapat virtual. "(Waktu pelaksanaan) masih diatur oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi. Kemungkinan virtual karena lagi PPKM di Jakarta," jelas dia.

Sebagai payung organisasi sepak bola nasional, PSSI memiliki fokus tersendiri untuk melakukan koordinasi dengan klub sebagai wadah suporter mendukung tim masing-masing. Yunus memastikan pihaknya sudah berusaha maksimal untuk menjangkau akar rumput suporter.

Terkait

Sebelumnya, setelah Piala Menpora 2021 usai bergulir akhir pekan lalu, kerumunan massa yang diduga suporter Persija Jakarta berkumpul di Bundara HI untuk merayakan Persija juara pada Ahad (25/4) malam hingga Senin (26/4) dini hari WIB.

Ketua the Jakmania, Diky Soemarno, memastikan bakal menindak tegas anggota resmi pendukung Persija yang melanggar peraturan apa pun. Ia tak menampik bahwa ada segelintir massa mengatasnamakan pihaknya untuk merayakan juara di tempat umum.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PSSI (pssi)

"Kami pasti jadikan hal kemarin sebagai pembelajaran. Jika dia melanggar aturan, pasti ada konsekuensinya," kata Diky.

Diky mendukung segala bentuk pencegahan pelanggaran yang dilakukan suporter sepak bola. Ia siap berkoordinasi dengan PSSI jika waktu-waktu kembali ada konsolidasi ihwal ini.

Di satu sisi, Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan terhadap ketua Jakmania dan manajemen Persija pada Rabu (28/4) terkait kerumunan suporter Persija di Bundaran HI.

Tindakan anarkistis yang dilakukan oknum suporter di Bandung juga bisa memengaruhi perizinan Liga 1. Sejumlah kerusakan terjadi di Graha Persib dan kendaraan pelat B jadi korban setelah Persib kalah di final Piala Menpora 2021.

Ketua Viking Persib Club, Heru Joko, menyesalkan kejadian tersebut. Sebagai suporter, semua berusaha untuk menahan diri agar Piala Menpora berjalan lancar. "Yang pasti kami selama gelaran Piala Menpora disiplin, ketika final euforianya beda ya, banyak faktor memengaruhinya," kata Heru.

Heru mengakui kejadian tersebut dilakukan oleh segelintir orang. Bahkan, tidak ada anggota Viking yang terlibat dalam penyerangan tersebut. "Kemarin pelajaran besar buat semuanya, jangan sampai terulang lagi," ujarnya. Heru pun berharap kejadian itu tidak memengaruhi perizinan liga dari pihak kepolisian.

Persib

Persib Bandung membubarkan timnya setelah menyelesaikan Piala Menpora sebagai runner up. Persib akan libur selama satu bulan ke depan. Pelatih Persib, Robert Rene Alberts memaparkan kondisi  pemainnya setelah menyelesaikan turnamen. Dia menyebut banyak yang harus dikorbankan dalam turnamen ini.

"Kami tidak pernah meminta untuk turnamen ini, kami terpaksa untuk bermain di turnamen dan kami mengorbankan diri kami untuk bermain di turnamen ini dalam hal untuk mendapat izin liga," kata Robert.

Pengorbanan pun tidak dilakukan oleh tim saja. Ada pengorbanan dari suporter yang rela menahan egonya untuk dagtang ke stadion.

"Apresiasi kepada panitia karena sudah mengorganisir turnamen untuk memberi kesempatan pada pihak kepolisian protokol kesehatan yang berlaku, melihat klub secara profesional mengikuti aturan dan suporter mendukung dengan tidak datang ke stadion," kata Robert.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PERSIB (persib)

Persib mengalami kesulitan sebelum turnamen dimulai dengan masa persiapan hanya dua pekan saja. Selama turnamen berlangsung pun, Persib hanya tinggal di dalam hotel dengan aktivitas yang terbatas.  

"Mereka tidak bisa melakukan apapun, tidak bisa melakukan recovery karena jarak antar pertandingan sangat padat, pemain bukan hanya kelelahan tapi mereka kehabisan tenaga," kata Robert.

Di laga final, Persib yang tidak pernah kalah akhirnya harus takluk dari Persija Jakarta. Persib yang kalah pun mendapatkan masalah lain setelah turnamen selesai, cedera pemain.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Persija Jakarta (persija)

"Jadi saya tidak memikirkan apa yang pemain raih, yang lebih penting tidak ada cedera yang parah. Kecuali Aziz dia mengalami cedera di lututnya dan itu yang menjadi kekhawatiran terbesar saya," kata Robert.

Kini pemeriksaan menyeluruh pun dilakukan pada para pemainnya. Pelatih asal Belanda ini tidak ingin ada pemain yang cedera saat Liga 1 kembali. "Saya tidak ingin ada pemain yang cedera dan ketika musim dimulai mereka tidak bisa berlatih karena turnamen ini, jadi tujuan turnamen ini juga menjadi salah. Ini adalah persiapan menuju liga," kata Robert.


×