Sejumlah santri bertadarus (membaca Alquran) saat mengikuti Pesantren Kilat. | Prayogi/Republika.

Cahaya Ramadhan

Hayati Makna Nuzulul Quran

Umat Islam tampil ke tengah peradaban dunia dengan semangat Alquran.

OLEH IMAS DAMAYANTI

Dalam hitungan hari, umat Islam akan kembali memperingati Nuzulul Quran. Peringatan turunnya wahyu pertama (surah al-Alaq ayat 1-5) kepada Nabi Muhammad SAW pada 17 Ramadhan itu patut menjadi refleksi bagi segenap umat Muslim.

 Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Dr Muchlis Hanafi mengatakan, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai tanggal turunnya wahyu pertama tersebut. Ada yang menyebut tanggal 17, 21, bahkan 24 Ramadhan.

 “Tanggalnya berbeda pendapat memang para ulama. Namun, kalau bulannya, ulama sepakat bahwa Alquran diturunkan pada bulan Ramadhan,” kata Muchlis kepada Republika, beberapa waktu lalu.

Makna dan pelajaran yang bisa diambil dari peringatan Nuzulul Quran adalah agar umat Islam mengingat kembali peristiwa-peristiwa yang terjadi kala itu. Dalam sejarahnya, dia menjelaskan, Alquran diturunkan sebagai pedoman bagi umat manusia yang tersesat dalam kebingungan ideologi ketuhanan.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya kebingungan dan kesesatan ideologi tentang ketuhanan di kalangan masyarakat Arab kala itu. Salah satunya adalah jarak pengutusan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi yang terlalu jauh dari Nabi Isa AS.

“Ada kevakuman yang lama sekali dari masa Nabi Isa ke Rasulullah. Kalau Nabi Isa dan nabi-nabi di atasnya kan sambung-menyambung dari Bani Israel, sedangkan Nabi Muhammad kan dari Arab. Sedangkan, jarak pengutusannya jauh sekali,” kata dia.

Di sisi lain, pada masa kini, umat manusia tengah berada dalam peradaban modern yang serba-materialistik, individualistik, dan sekularistik. Belum lagi, munculnya berbagai macam ideologi menyimpang dan perpecahan serta konflik yang melanda dunia.

Karena itu, Muchlis menekankan pentingnya umat Islam tampil dalam peradaban dunia dengan semangat Alquran. Sebab saat ini masyarakat dunia bergerak ke arah peradaban yang jauh dari nilai-nilai Alquran.

Salah satu cara untuk menghadirkan kembali Alquran ke dalam semangat pergerakan adalah dengan cara memahami dan menggali ilmu pengetahuan yang banyak diisyaratkan di dalam Alquran. Setidaknya, kata dia, terdapat 750 hingga seribu ayat di dalam Alquran yang mengisyaratkan tentang ilmu pengetahuan, mulai dari aspek astronomi, geologi, sastra, hingga biologi.

“Kita harus menundukkan dunia dengan menghadirkan mukjizat Alquran di hadapan mereka. Yaitu salah satunya adalah ilmu pengetahuan, maka harusnya kita gali lagi Alquran, kita belajar lagi. Semangat iqra itulah yang harus kita genggam erat-erat,” ujar dia.

Untuk itu, dalam memperingati Nuzulul Quran pada Ramadhan tahun ini, dia mengajak segenap umat Islam untuk kembali memperbarui komitmennya terhadap Alquran. Umat Islam harus mendekatkan diri dengan Alquran.  Caranya yakni dengan membaca, menghafalkan, mengkaji, mengamalkan, dan mendakwahkan.

Dalam pandangan Ustaz Das’ad Latif, peringatan Nuzulul Alquran harus dimaknai umat Islam dengan sebaik-baiknya. Hikmah dan pelajaran dari hadirnya Nuzul Alquran pun perlu selalu diresapi secara mendalam.

“Bulan suci Ramadhan adalah bulan turunnya Alquran,” ujar dia.

 

 

Kita harus mengimani Alquran, meyakininya, membacanya, mengetahuinya, dan mengaplikasikannya sehari-hari.

 

USTAZ DAS'AD LATIF; Pendakwah
 

Menilik sejarahnya, Ustaz Das’ad menjelaskan, Alquran diturunkan saat akhlak dan ideologi masyarakat pada masa pra-Islam sedang dalam kondisi jahiliyah. Nabi Muhammad SAW menjadi satu-satunya manusia, kata dia, yang merasa khawatir dengan kondisi ideologis dan sosial masyarakat kala itu.

Maka tak heran, kata dia, diturunkannya Alquran di bulan Ramadhan menjadi jawaban paling ideal yang dapat menggerakkan masyarakat jahiliyah kala itu menuju masyarakat yang baik. Yakni minazulumati ilannur, yakni dari kegelapan menuju cahaya (Illahi) yang terang benderang.

“Dan pesan penting Alquran adalah akhlak, contohnya adalah Nabi Muhammad, akhlaknya paling mulia.’’

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Mutiara Ramadhan

Sesungguhnya di dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Ar-Rayyan, yang pada Hari Kiamat orang-orang yang berpuasa masuk ke surga melalui pintu tersebut... HR ALBUKHARI No.1896

HIKMAH RAMADHAN

Image

Memahami Makna Ramadhan

Ramadhan hadir untuk membakar dosa-dosa para hamba Allah.
Oleh

Ramadhan hadir untuk membakar dosa-dosa para hamba Allah.