Aktivitas Muslim Brisbane Australia | Youtube
22 Apr 2021, 11:39 WIB

Merekatkan Kembali Silaturahim Muslim di Brisbane

Muslim di Brisbane sudah boleh melaksanakan shalat berjamaah dan buka puasa bersama.

OLEH DEA ALVI SORAYA 

Warga negara Indonesia (WNI) Muslim di Brisbane, Australia, kembali diizinkan melakukan kegiatan berkelompok, seperti shalat jamaah atau buka puasa bersama. Kelonggaran ini dimanfaatkan oleh Komunitas Muslim Indonesia Brisbane (IISB) untuk mengadakan kegiatan selama Ramadhan, seperti webinar, pelaksanaan Tarawih berjamaah, hingga buka puasa bersama. 

Menurut salah satu anggota IISB, Reza, kegiatan tersebut sudah ada setiap tahunnya selama Ramadhan. “Tapi tahun lalu tidak diadakan karena pandemi, dan tahun ini baru dimulai kembali karena kondisi sudah berangsur membaik,” ujar Reza kepada Republika, Rabu (21/4). 

Meski masih diwajibkan menerapakan protokol kesehatan seperti menjaga jarak sosial dan memakai masker, warga Australia telah diizinkan kembali beraktivitas normal, termasuk melakukan shalat berjamaah dan berbuka puasa bersama.

Terkait

“Di sini sudah dibolehkan untuk melakukan shalat jamaah atau berkumpul, tapi memang harus menerapkan jarak sosial, jadi alhamdulillah, tidak seperti tahun lalu,” ujarnya.

Menurut Reza, animo masyarakat Muslim Indonesia di Brisbane untuk berkontribusi dalam kegiatan ini sangat tinggi. Hal ini mengingat pada tahun sebelumnya seluruh kegiatan, termasuk kegiatan keagamaan sangat dibatasi. 

“Makanya tujuan dari acara ini, kami ingin merajut kembali tali silahturahim khususnya di komunitas Muslim di Brisbane, dan merekatkan kembali hubungan sesama Muslim di Brisbane,” ujarnya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Rindu Brisbane (rindu.brisbane)

Dia berharap acara ini dapat menjadi wadah untuk merekatkan kembali hubungan dan ukhwah Islamiyah Muslim Indonesia di Brisbane, seperti sedia kala, sebelum pandemi Covid-19. Meski pembatasan dan jarak sosial harus tetap diterapkan, dia berharap hal itu tidak akan mengurangi kekhidmatan kebersamaan dalam kegiatan tahunan tersebut. 

Beberapa aturan terkait protokol kesehatan masih dilakukan. Jumlah peserta dibatasi maksimal 90 orang. Makanan pun disajikan di dalam boks, bukan prasmanan, demi menghindari risiko penyebaran. “Namun semoga suasana keakrabannya masih dapat terasa,” ujar Reza.

Kegiatan Ramadhan di Brisbane telah berlangsung sejak awal puasa dengan menggelar webinar melalui aplikasi Zoom dan kegiatan bagi-bagi ifthar dan takjil. IISB juga akan mengadakan kegiatan berbuka puasa bersama dan diakhiri dengan pelaksanaan shalat Tarawih bersama pada pekan terakhir Ramadhan. 

“Rencananya, kalau tidak ada lonjakan kasus Covid-19, kami akan menggelar shalat Id berjamaah, dengan penerapan prokes yang ketat,” ujarnya. 

Selain menggelar kegiatan Ramadhan, IISB juga memiliki program sosial Anak Asuh. Program ini memfasilitasi warga ataupun pelajar di Brisbane untuk berdonasi dan membantu anak-anak di Indonesia. 

Menurut Reza, melalui program Anak Asuh, warga Brisbane atau mahasiswa di sana bisa berdonasi. “Uang donasinya akan IISB salurkan kepada anak-anak asuh kami di Indonesia, ini berjalan sudah cukup lama juga dan anak asuh kami juga sudah tersebar di beberapa provinsi Indonesia,” ujarnya. n ed: qommarria rostanti


×