Ustaz Dr Amir Faishol Fath | Republika
22 Apr 2021, 09:29 WIB

Fokus Target adalah Kunci Sukses

Alquran mengajarkan kita fokus target, yaitu target akhirat.

 

DIASUH OLEH USTAZ DR AMIR FAISHOL FATH; Pakar Tafsir Alquran, Dai  Nasional, CEO Fath Institute

Alquran mengajarkan kita fokus target, yaitu target akhirat. Itulah mengapa tema akhirat dalam Alquran menjadi utama. 

Hampir setiap surah dalam Alquran selalu disisipkan di dalamnya kepastian hari kebangkitan (hari kiamat) bahwa setelah dunia ini berakhir akan ada kehidupan lagi, itulah kehidupan yang abadi.

Terkait

Lebih dari itu banyak nama surah dengan hari kiamat, seperti al-Qiyamah (hari kebangkitan), al-Waqiah (hari yang pasti terjadi), Al-Naba’ (berita yang besar), al-Ghasyiah hHari yang membuat pingsan), al-Qariah (hari yang menggetarkan hati) dan sebagainya. 

Di akhirat, manusia akan dibagi dua golongan, yakni satu golongan ke surga dan golangan lainnya ke neraka. Dalam surah Al-Nazi’at, 37-41, Allah SWT menjelaskan dua jalan ke neraka, yakni melampaui batas (thagha) dan mengutamakan dunia atas akhirat (wa atsral hayatad dunya). Dua jalan ke surga yakni takut kepada Allah (khafa maqaama rabbihi) dan mengendalikan nafsu (wa nahan nafsa ‘anil hawa). 

Kata thagha maksudnya tidak mengikuti jalan lurus ke surga. Dalam surah al-Fatihah kita berdoa ihdinash shirathal mustaqim (Ya Allah tunjuki aku jalan yang lurus). Sementara sikap thagha maknanya melakukan penyimpangan dari shirathal mustaqim.

 
Itulah mengapa setan disebut thaghut, sebab ia tidak mau mengikuti jalan lurus. Dengan kata lain perbuatan setan tidak fokus.
 
 

Itulah mengapa setan disebut thaghut, sebab ia tidak mau mengikuti jalan lurus. Dengan kata lain perbuatan setan tidak fokus.

Begitu juga sikap mengutamakan dunia atas akhirat, tentu merupakan perbuatan yang tidak fokus. Sebab, ia tahu bahwa dunia pasti berakhir, dan setiap saat selalu ada orang yang meninggal dunia, itu pun ia masih sibuk membesar-besarkan dunia. 

Adapun takut kepada Allah SWT adalah cara fokus yang paling baik. Sebab, dengan begitu, ia akan maksimal menaati-Nya. Ibarat seorang mahasiswa takut tidak lulus ujian, maka ia belajar bersungguh-sungguh. Sama, seorang yang takut kepada Allah SWT akan beramal salih setiap saat. 

Pada saat yang sama ia akan mengabaikan godaan hawa nafsu yang selalu membuatnya lalai. Maka antara takut kepada Allah SWT dan mengendalilakan hawa nafsu adalah satu kesatuan tak terpisahkan sebagai jalan menuju surga. 

Allah SWT berfirman pada ayat berikutnya, fainnal jannata hiyal ma’wa (maka surgalah tempat kembalinya). 

Bagaimana cara fokus supaya sukses?

(a) Berimanlah dan istiqamahlah, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: qul aamantu billahi tsummastaqim

(b) Tinggalkan yang sia-sia (wallazdiinahum anillaghwi mu’ridhun)

(c) Bargabunglah dengan orang yang jujur, Allah SWT berfirman: wa kuunu ma’ashsshadiqiin. Nabi Muhammad SAW bersabda: anta ma’a man ahbabta (kamu kelak akan dikumpulkan dengan siapa yang kamu cintai). 

(d) Baca selalu keutamaan amal fadhailul a’maal, sebab siapa yang tidak kenal tidak akan maksimal.


×