Pengungsi Rohingya. Sebagian dari mereka mendapatkan bantuan dari Rumah Zakat pada Ramadhan ini. | AP Photo/Channi Anand
21 Apr 2021, 02:16 WIB

Rumah Zakat Bantu Rohingya pada Ramadhan

Lembaga Zakat seperti ACT terjun bantu korban gempa pada Ramadhan

 

MALANG — Ramadhan tahun ini, Rumah Zakat menyalurkan bantuan ke saudara-saudara di luar negeri yang membutuhkan. Di antaranya bantuan disalurkan untuk saudara etnis Rohingya di pengungsian Cox's Bazar, Bangladesh.

Direktur Program Rumah Zakat, Murni Alit Baginda menyampaikan, pengiriman bantuan untuk Rohingya sudah dilakukan sejak peristiwa kebakaran di pengungsian. "Mudah-mudah di Ramadhan ini kita bisa memberikan bantuan makanan untuk mereka," kata Murni kepada Republika, Selasa (20/4). 

Ia mengatakan, bantuan yang disalurkan ke pengungsian Rohingya di Cox's Bazar berupa paket makanan, bantuan untuk layanan kesehatan dan pakaian. Mengenai nominal bantuan yang disalurkan untuk membantu Muslim Rohingya sesuai donasi dari donatur yang ingin disalurkan ke sana.

Terkait

Rumah Zakat tetap membuka saluran donasi untuk membantu Rohingya sampai akhir Ramadhan. Meskipun Rumah Zakat bisa menyalurkannya secara bertahap.

Murni menjelaskan, mengenai penyaluran bantuan ke Palestina, Rumah Zakat melihat titipan atau amanah dari donatur yang ingin menyalurkan bantuan ke Palestina.

"Jika Ramadhan tahun ini ada titipan yang ingin diberikan, Insya Allah kami akan mengirimkan untuk saudara-saudara kita di Palestina," ujarnya.

Murni juga menyampaikan, Rumah Zakat sebagai lembaga zakat. Tentu dana yang terkumpul di Rumah Zakat adalah dana titipan berupa zakat, infak, sedekah dan dana kemanusiaan. Rumah Zakat menunaikan akad dan amanah dari donatur. 

"Fokus kami sebetulnya menyalurkan (bantuan) di Indonesia, tapi apabila ada akad yang ditujukan (donatur) untuk membantu saudara kita di luar Indonesia (kita bantu salurkan)," ujarnya.

Persaudaraan dalam Islam tidak terbatas geografis. Di samping itu, Rumah Zakat melihat saudara di luar negeri memiliki kebutuhan.

Jadi menyalurkan bantuan ke saudara-saudara yang membutuhkan di luar untuk menyampaikan kebahagiaan dan kemuliaan Ramadhan. Serta menyampaikan titipan atau amanah donatur dan mitra. 

"Supaya di Ramadhan yang penuh berkah ini mereka merasakan keberkahan atas rezeki yang dititipkan melalui Rumah Zakat," jelasnya.

Murni menambahkan, Rumah Zakat di Ramadhan tahun ini juga membantu mereka yang terdampak bencana di dalam negeri, walaupun di sana tidak ada cabang Rumah Zakat. Tapi Rumah Zakat memiliki mitra dan relawan yang siap untuk menyampaikan bantuan itu.

"Di Indonesia kita tetap ada penyaluran (bantuan) nasional, di wilayah lokasi bencana juga menjadi konsen, agar Ramadhan bisa dirasakan keberkahannya oleh saudara yang tidak dalam kondisi baik," ujarnya.

ACT bantu korban gempa

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Malang, Jawa Timur, menyiapkan dapur umum di beberapa wilayah yang terdampak gempa bumi. Saat ini, beberapa titik distribusi layanan makan gratis telah melayani warga terdampak gempa bumi, tepatnya di Kecamatan Ampelgading dan Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Branch Manager ACT Malang Iqrok Wahyu Perdana mengatakan, ini merupakan pelayanan ACT Malang terhadap saudara-saudara yang terkena musibah. “Maka dari itu, kami harus layani mereka dengan pelayanan terbaik mungkin," kata Iqrok, Senin (19/4).

Dia menyebutkan, dapur umum yang berkonsep Humanity Food Truck tersebut bergerak berpindah-pindah. Truk makanan ini memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa bantuan makanan untuk sahur dan berbuka puasa. Rencananya, layanan dapur umum tersebut akan berkeliling di berbagai wilayah terdampak gempa bumi untuk melayani para warga terdampak. 

Ada 16 titik yang akan disinggahi layanan dapur umum itu. Selain layanan dapur umum untuk pelayanan makan sahur dan berbuka puasa, ACT Malang bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) juga mengaktifkan beberapa titik posko dapur umum di wilayah Kabupaten Malang. Beberapa posko tersebut di antaranya berada di wilayah Kecamatan Dampit, Kecamatan Gondanglegi, dan Kecamatan Sumbermanjing Wetan. 

Selain pelayanan makan gratis, ACT Malang juga mengerahkan relawan untuk melakukan distribusi bantuan darurat. "Distribusi bantuan akan kami salurkan melalui para relawan, khususnya wilayah yang belum mendapatkan penanganan sama sekali," kata Iqrok.

Seperti diberitakan sebelumnya, gempa bumi mengguncang sejumlah wilayah di Jawa Timur pada Sabtu (10/4), pukul 14.00 WIB. Gempa berkekuatan 6,1 SR tersebut berpusat di 90 kilometer barat daya Kabupaten Malang dengan kedalaman 25 kilometer.

Di Kabupaten Malang, sebanyak 8.360 rumah mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, 3.321 rumah mengalami rusak ringan, 3.144 rumah mengalami rusak sedang, dan 1.895 rumah lainnya mengalami rusak berat. Selain merusak ribuan rumah tersebut, gempa juga menyebabkan 222 sekolah rusak, 210 rumah ibadah rusak, 23 unit fasilitas kesehatan, dan 45 unit fasilitas umum lainnya juga mengalami hal serupa.

Di Solo, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Solopeduli menggulirkan kurang lebih 1.322 bingkisan yang akan dibagikan di beberapa wilayah di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Barat. Penyaluran bantuan tersebut terbagi dalam berbagai program, antara lain bingkisan Cinta Yatim, bingkisan Paket Keluarga Bahagia, dan Takjil.

Direktur Pendayagunaan Solopeduli, Harjito, mengatakan, 1.322 paket tersebut akan didistribusikan di wilayah Solo Raya, Pekalongan, Wonosobo, Salatiga, Yogyakarta, Semarang, dan Bekasi.

"Pendistribusian akan dilakukan secara bertahap selama bulan Ramadhan, melihat kondisi yang masih pandemi tidak memungkinkan untuk mengumpulkan massa terlalu banyak," ujar Harjito seperti tertulis dalam siaran pers yang diterima Republika, akhir pekan lalu.

Pada awal Ramadhan, Solopeduli cabang Sragen mulai mendistribusikan bingkisan Cinta Yatim dengan mendatangi satu per satu rumah anak yatim. Pendistribusian bingkisan Cinta Yatim diberikan oleh maskot bernama Muza.

Koordinator konten kreator, Fafa Faisal, mengatakan, Muza merupakan boneka yang menggambarkan seseorang yang memakai blangkon, berwajah kemerahan menandakan keceriaan, dan menebar kebahagiaan. Blangkon dan batik menunjukkan Muza berasal dari Jawa Tengah. Muza diambil dari kata muzakki atau orang baik yang memberikan hartanya untuk orang yang membutuhkan. Tokoh Muza diharapkan bisa memberikan kebahagiaan untuk orang lain atau penerima manfaat.

Salah satu yatim penerima manfaat, Naila Nur Azizah (7 tahun), terlihat gembira saat tim Solopeduli mendatangi rumahnya bersama Muza. Naila merupakan salah satu penerima manfaat bingkisan Cinta Yatim dari Solopeduli, yang beralamat di Dukuh Karang, RT 05, Desa Trobayan, Kecamatan Kalijambe, Sragen. 

Naila merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Saat ini, ibu Naila bekerja sebagai penjahit daster dengan penghasilan tidak menentu setiap bulannya. "Bingkisan Yatim ini sangat bermanfaat untuk kami, apalagi anak saya sangat senang dengan badutnya," kata Dewi, ibu dari Naila.


×