Jamaah haji Aceh menerima uang pemberian wakaf dari Baitul Asyi di Hotel 221 kawasan Syisah, Makkah, Senin (29/7/2019). Setiap orang jamaah asal Aceh, berhak mendapatkan uang wakaf 1200 riyal per orang dari Baitul Asyi setiap tahunnya. | Muhammad Hafil/Republika
21 Apr 2021, 02:09 WIB

Ayo Wakaf pada Ramadhan

Selain membantu meningkatkan kesejahteraan umat, wakaf juga dapat dijadikan sebagai investasi untuk kehidupan di akhirat.

 

 

JAKARTA -- Wakaf merupakan salah satu instrumen penting dalam peradaban Islam. Bersyukur bahwa saat ini makin banyak masyarakat Muslim yang memahami besarnya manfaat wakaf. Bukan hanya sebagai sarana mendulang pahala, melainkan juga mampu meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian umat.

Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Prof Mohammad Nuh mengatakan, antusiasme masyarakat untuk berwakaf sudah sangat tinggi, tak terkecuali pada Ramadhan ini. Meski bulan suci ini baru menapaki hari-hari awal, semangat berwakaf masyarakat sudah terlihat jelas.

Terkait

“Jadi, yang saya lihat, walau baru tiga-empat hari puasa, animo untuk berbuat baik, dalam hal ini berwakaf, sangat tinggi,” ujar Nuh kepada Republika.

“Ditambah bulan Ramadhan adalah momen terbaik untuk berlomba-lomba melakukan amal kebajikan,” ujar mantan menteri pendidikan nasional itu.

Peningkatan ini, kata dia, karena meningkatnya keinginan masyarakat untuk mendalami tentang wakaf, terutama karena sifat wakaf yang produktif dan terus-menerus. “Tren wakaf sudah sangat positif, sedang booming lah, apalagi dengan adanya wakaf uang,” ujar dia.

Sifat wakaf yang terus-menerus inilah, menurut Nuh, yang menarik perhatian masyarakat. “Sebab, tidak ada wakaf yang nilainya makin kecil, justru makin besar,” kata mantan rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya itu.

Manfaat wakaf sangat banyak. Selain membantu meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian umat, wakaf juga dapat dijadikan sebagai investasi untuk kehidupan di akhirat. Hal ini sebagaimana yang termaktub dalam hadis. Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Apabila manusia itu meninggal dunia, terputuslah segala amalnya kecuali tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakan kepadanya" (HR Muslim).

Wakaf, menurut Nuh, termasuk dalam sedekah jariyah dan tidak ada yang berbeda pendapat. Mengapa Rasulullah SAW menyebut sedekah jariyah terlebih dulu? Sebab, tidak ada anak saleh yang tidak memiliki ilmu yang bermanfaat dan tidak mungkin kita bisa mengembangkan keilmuan tanpa adanya infrastruktur.

“Makanya sedekah jariyah adalah modal awal untuk membangun sekolah, pesantren, atau fasilitas lain, untuk memberikan ilmu yang bermanfaat dan mencetak generasi yang berpendidikan dan berakhlakul karimah,” kata Nuh memaparkan.

Jadi, manfaat wakaf sangat luar biasa, termasuk dapat mencegah kefakiran, bukan hanya di dunia, melainkan juga di akhirat. Hal ini karena wakaf akan menjadi passive income yang akan mengalir terus sampai hari kiamat.

Dia menuturkan, beberapa bulan lalu, untuk menyongsong bulan Ramadhan, BWI telah menghadirkan beragam fasilitas guna memudahkan masyarakat berwakaf. Adapun jenis wakaf yang gencar dikampanyekan adalah wakaf uang karena fleksibilitasnya yang tinggi.

“BWI terus mengajak masyarakat untuk semangat berwakaf dan menjadikan wakaf sebagai new lifestyle. Itu yang sedang terus kita kampanyekan,” pungkasnya.  

Terkait hal itu, anggota BWI Akhmad Khayun menambahkan, tim BWI telah menyiapkan berbagai program dan kegiatan selama Ramadhan. Pada Ramadhan kali ini, kata dia, tim akan fokus pada strategi untuk menguatkan transformasi digital, salah satunya dengan peluncuran Super App Wakaf.

Penguatan platform digital ini merupakan upaya BWI untuk mengadaptasi kondisi dan situasi pandemi yang belum juga reda. BWI, kata dia, juga tengah berupaya mengoptimalkan penghimpunan wakaf uang secara digital selama Ramadhan.

“Ramadhan tentu momentum untuk makin mendekatkan layanan berwakaf ke masyarakat. Untuk itu, BWI tak mau ketinggalan dengan membuat platform layanan digital berkahwakaf.com, pemanfaatan platform media sosial juga terus kami galakkan,” ujar dia.  

Pada awal pandemi, tren penghimpunan dana sosial memang turun drastis. Namun, saat ini sudah kembali menunjukkan geliat positif. Tahun ini, BWI menargetkan penghimpunan dana wakaf sebesar Rp 30 miliar.


×