Ilustrasi pembayaran zakat fitrah. | Republika/Thoudy Badai
20 Apr 2021, 09:52 WIB

Permudah Pelayanan ZIS

Penerimaan dan pendistribusian ZIS mengedepankan protokol kesehatan

BEKASI — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, membuka layanan kemudahan berzakat di Bulan Ramadhan. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan dan menyukseskan Gerakan Cinta Zakat.

"Masyarakat dapat berzakat melalui unit pengumpul zakat (UPZ) yang tersebar di 150 masjid dan musala di Kabupaten Bekasi," kata Ketua Baznas Kabupaten Bekasi Abdul Aziz di Cikarang, Senin (19/4).

Dia mengatakan selain melalui UPZ, masyarakat juga dapat membayar zakat secara daring dengan barcode Baznas Kabupaten Bekasi melalui aplikasi GoPay. "Inovasi ini kami lakukan untuk mempermudah masyarakat dalam membayar zakat di masa pandemi COVID-19," katanya. Termasuk, kata dia, pembayaran zakat fitrah tahun ini yang telah ditetapkan besarannya berdasarkan keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi senilai Rp 35.000 per jiwa.

"Jadi membayar zakat fitrah boleh dengan beras atau dibolehkan dengan nilai uang sebesar itu. Dan itu bisa dibayarkan melalui aplikasi atau UPZ Baznas," ucapnya.

Terkait

Aziz mengatakan Baznas Kabupaten Bekasi juga sudah memiliki sasaran penerima zakat fitrah. Setelah uangnya terkumpul, pembelian beras akan langsung dilakukan ke petani yang ada di Kabupaten Bekasi."Setelah itu, menjelang lebaran Baznas akan langsung mendistribusikan zakat fitrah ke setiap wilayah Kabupaten Bekasi," kata dia.

Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal Jakarta siap menampung dana zakat dan menyalurkannya ke mustahik. Terkait hal ini, Kepala Sub Direktorat Keuangan dan Koordinator Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) Masjid Istiqlal Ustaz Budi Firmansyah mengimbau umat Islam menunaikan zakat lebih awal.

"Masjid Istiqlal siap menerima dan menyalurkan dana zakat sesuai tujuan zakat, (salah satunya) untuk menggembirakan para mustahik," kata Ustaz Budi kepada Republika.

Ia menyampaikan, kondisi penghimpunan dana ZIS pada awal Ramadhan 2021 hampir sama dengan Ramadhan 2020. Pada hari-hari awal Ramadhan hampir tidak ada muzaki yang datang untuk menunaikan zakat. Hal ini mungkin karena masih dalam masa pandemi Covid-19 dan menjaga protokol kesehatan.

"Kebanyakan (masyarakat membayar zakat) melalui online dan transfer, tapi baru-baru ini sudah ada yang mulai menyampaikan zakatnya ke kita dan cukup signifikan daripada (Ramadhan) tahun lalu," kata dia.

Pada awal Ramadhan tahun lalu, ia melanjutkan, hanya sedikit masyarakat yang membayar zakat. Namun, pada Ramadhan tahun ini, situasinya agak berbeda. Sebab, pada hari kelima Ramadhan, sudah ada muzaki yang membayar zakat fitrah dan zakat mal melalui Masjid Istiqlal. Ada kemungkinan hal itu terjadi karena Masjid Istiqlal sudah mulai dibuka kembali untuk kegiatan ibadah.

Ia menerangkan, Ramadhan tahun lalu Masjid Istiqlal dapat menghimpun sekitar Rp 100 juta dari zakat fitrah dan Rp 100 juta dari zakat mal. Jadi, kala itu penghimpunan zakat fitrah dan zakat mal mencapai sekitar Rp 200 juta.

 

 

Tahun ini kurang lebih (targetnya) seperti itu (menghimpun zakat fitrah dan zakat mal Rp 200 juta) karena kita memaklumi kondisinya (sedang pandemi).

 

USTAZ BUDI FIRMANSYAH, Kepala Sub Direktorat Keuangan dan Koordinator Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) Masjid Istiqlal
 

Mengenai pendistribusian dana ZIS, ia mengatakan, seperti tahun lalu didistribusikan ke lembaga-lembaga yang mengajukan dan bermitra dengan Masjid Istiqlal. Selain itu, ZIS juga disalurkan kepada para mustahik di sekitar Masjid Istiqlal.

“Kita cari yang dekat (pendistribusiannya)," ujarnya.

Upaya menghimpun ZIS selama Ramadhan juga dilakukan Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta. Kepala Kantor Masjid Agung Al-Azhar Ustaz Iding menyebut, pihaknya telah menyiapkan dua stan penerimaan zakat di depan pintu masjid.

"Tahun ini, kami kembali menggelar penerimaan zakat fitrah dan zakat mal. Pada saat ini, kami sudah membuka stan di depan Masjid Agung Al-Azhar, baik di pintu barat maupun selatan," kata dia saat dihubungi Republika, Ahad (18/4).

Melanjutkan kerja sama yang telah terjalin sebelumnya, tahun ini pihak masjid juga bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al-Azhar dalam penerimaan dan penyaluran zakat.

Selain memanfaatkan fasilitas stan yang telah disiapkan, Ustaz Iding melanjutkan, para muzaki juga bisa membayarkan zakatnya menggunakan platform digital yang dimiliki LAZ Al-Azhar. Penerimaan zakat ini telah dibuka pada 1 Ramadhan lalu dan akan ditutup pada malam sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Selama masa pandemi ini, Ustaz Iding mengungkapkan, ada yang berbeda dalam proses penerimaan hingga penyaluran zakat. Sebelum pandemi, pihaknya menyalurkan zakat fitrah berupa beras meskipun muzaki membayar dengan uang.

"Namun, pada tahun kemarin dan saat ini kami hanya menerima (zakat fitrah) berupa uang dan kembali disalurkan berupa uang. Pokoknya di masa pandemi ini, kami sangat menghindari kerumunan," ujar dia.

Begitu pun dalam proses pendistribusian zakat, protokol kesehatan tetap dikedepankan. Untuk itu, Masjid Al-Azhar tidak mengumpulkan masyarakat atau mustahik di masjid. Sebaliknya, pembagian zakat diantar langsung ke rumah mustahik.

Dalam penyaluran ZIS ini, Masjid Al-Azhar akan menjalin kerja sama dengan mushala atau masjid-masjid lain di Jabodetabek. “Merekalah yang akan menyalurkan zakatnya kepada yang membutuhkan,” ujar Ustaz Iding.  

Tahun lalu Masjid Al-Azhar berhasil menghimpun ZIS sebesar Rp 1,2 miliar. Ia memperkirakan, jumlah ZIS yang terkumpul tahun ini akan sama dengan tahun lalu.


×