Sekjen Helmy Faishal Zaini (kiri) bersama Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj sebelum pandemi Covid-19. Helmy mengimbau masyarakat tidak terprovokasi Jozeph Paul Zhang yang diduga menghina agama Islam. | Republika/Prayogi
19 Apr 2021, 11:17 WIB

Jangan Terprovokasi Jozeph Paul Zhang

Pernyataan Jozeph dinilai masuk ke dalam penghinaan terhadap keyakinan umat Islam.

JAKARTA — Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU) Helmy Faishal Zaini menanggapi video viral dengan konten menghina keyakinan dan ajaran umat Islam yang dilakukan Jozeph Paul Zhang. Helmy menegaskan, pihaknya mengecam keras pernyataan yang mencederai kayakinan dan ajaran umat Islam. 

Pernyataan Jozeph dinilai masuk ke dalam penghinaan terhadap keyakinan umat Islam. "Meminta aparat keamanan, dalam hal ini Polri, untuk segera melakukan langkah konkret mengusut dan menangkap Jozeph Paul Zhang atas perbuatannya tersebut," kata Helmy melalui pesan tertulis yang diterima Republika, Ahad (18/4).

Helmy juga meminta kepada umat Islam untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi melalukan hal-hal di luar koridor hukum yang berlaku. Ia mengajak umat Islam senantisa menjaga bulan suci Ramadhan dengan cara-cara yang arif dan bijaksana, di antaranya dengan saling menghargai dan menghormati keyakinan umat beragama.

Sebelumnya, Jozeph melakukan diskusi daring melalui aplikasi Zoom yang diklaimnya diikuti oleh beberapa orang dari berbagai negara. Kemudian, ia mengunggahnya ke akun Youtube miliknya dengan menambahkan tema "Puasa Lalim Islam”. Dalam video tersebut, yang bersangkutan dengan entengnya menistakan Islam. Dia bahkan menyebut "Allah dikurung di Ka'bah”.

Terkait

republikaonline

Polri Pastikan Selidiki Kasus Penistaan Agama oleh Jozeph. ##TiktokBerita original sound - Republika

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengutuk tindakan kegaduhan yang telah dilakukan Joseph Paul Zhang. Dia mengatakan, Joseph telah menghina Nabi Muhammad SAW dan melecehkan ajaran Islam.

"Hal itu tentu harus mendapatkan perhatian khusus dari pihak kepolisian. Dan Kapolri sudah turun tangan dan akan mengambil langkah-langkah serta akan menindak si pelaku dengan tegas," kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Ahad (18/4).

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dadang Kahmad berpesan kepada masyarakat agar memercayakan penanganan Jozeph ke aparat penegak hukum. Dadang berharap mereka melaksanakan tugas dengan adil. Prof Dadang mengatakan, umat Islam jangan aneh kalau melihat orang-orang yang tidak senang dengan agama Islam. Dalam Alquran surah at-Taubah ayat 32, Allah mengatakan, banyak orang yang ingin memadamkan cahaya Allah atau agama Islam. 

Dia menegaskan, Allah akan tetap menyempurnakan agama Islam walau orang kafir sangat membencinya. "Artinya, umat Islam kalau menemukan hal-hal seperti (yang dilakukan Jozeph) itu laporkan saja ke aparat penegak hukum," kata Prof Dadang, kemarin.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (republikaonline)

Dalam menanggapi kasus ini, Wakil Ketua MUI Anwar Abbas mengingatkan, yang berhak menegakkan hukum adalah orang-orang yang sudah disepakati bersama, yakni kepolisian, kejaksaan atau penegak hukum  lainnya. 

Untuk itu, Anwar mengimbau umat Islam untuk tenang dan memercayakan penyelesaian masalah ini kepada pihak kepolisian. "Kita patut memberikan rasa hormat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolri yang telah langsung memberikan instruksi kepada bawahannya untuk menangkap si pelaku. Untuk itu, kita tunggu saja," tutur dia. 

Mabes Polri tengah melakukan penyelidikan terhadap Jozeph Paul Zhang yang diduga melakukan penistaan terhadap agama Islam. Joseph yang sempat menantang siapa pun untuk melaporkan dirinya ke pihak kepolisian itu kini kasusnya sedang ditangani aparat. "Sudah lidik," ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi.


×