Ilustrasi seseorang membayar zakat. | Republika/Thoudy Badai
17 Apr 2021, 11:01 WIB

LAZ Siap Salurkan Zakat Lebih Awal

Penunaian zakat fitrah pada awal Ramadhan akan memberikan dampak yang baik bagi para mustahik.

JAKARTA -- Lembaga zakat di Indonesia menyatakan kesiapannya menyalurkan zakat fitrah, infak, dan sedekah pada awal Ramadhan. Hal ini menyusul pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang membolehkan pembayaran zakat fitrah dilakukan pada awal Ramadhan.

Hal tersebut bertujuan agar zakat bisa dimanfaatkan mustahik untuk meringankan dmpak ekonomi akibat pandemi Covid-19. Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta, menyambut baik dan mendorong pelaksanaan pembayaran zakat fitrah dipercepat.

“Banyak pihak termasuk mustahik yang saat ini berada dalam kondisi kekurangan akan dapat terbantu dengan penyaluran zakat fitrah pada awal Ramadhan,” kata Airifin saat dihubungi Republika, Kamis (15/4).

Menurut dia, penunaian zakat fitrah pada awal Ramadhan akan memberikan dampak yang baik bagi para mustahik. Pihaknya berusaha agar Baznas menyiapkan diri dalam memberikan pelayanan dan pendistribusian zakat fitrah, baik saat awal Ramadhan ataupun pada akhir-akhir Ramadhan.

Terkait

Arifin mengatakan, penghimpunan zakat fitrah akan dilakukan melalui kantor-kantor Baznas di seluruh wilayah,  melalui situs web, ataupun kanal-kanal digital Baznas yang tersedia di berbagai platform keuangan digital ataupun e-commerce. Dengan begitu, umat Islam yang hendak menunaikan zakat fitrah pada awal Ramadhan dapat dimudahkan menyalurkan kewajibannya.

“Kami akan mengelola zakat dengan transparan dan akuntabel sesuai dengan syariat,” ujarnya.

Adapun mengenai pendistribusian zakat fitrah, Baznas bekerja sama dengan para petani binaan Baznas untuk bisa menyediakan zakat fitrah yang diberikan kepada mustahik. Selain dengan beras, zakat fitrah di Baznas juga dapat dilakukan dengan metode transfer uang.

Menurut Arifin, penyaluran zakat oleh Baznas segera dilakukan. “Mudah-mudahan dapat menolong mereka,” kata dia.

Rumah Zakat juga mendukung usulan tersebut. "Rumah Zakat mendukung apa yang disampaikan MUI terkait pembayaran zakat fitrah lebih awal pada bulan Ramadhan,” ujar Chief Marketing Officer Rumah Zakat, Irvan Nugraha.

Rumah Zakat menargetkan penerima manfaat satu juta orang selama Ramadhan tahun ini. Selain itu, penghimpunan selama Ramadhan kali ini juga ditargetkan mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. 

Salah satu strategi penghimpunan yang diutamakan, khususnya selama pandemi, yaitu dengan menggunakan teknologi digital. Ini untuk memudahkan berdonasi seperti melalui e-commerce dan e-wallet.

Selama Ramadhan, Rumah Zakat menyalurkan zakat fitrah dalam bentuk uang dan beras. Sementara, untuk infak, sedekah, dan jenis zakat lainnya disalurkan dalam bentuk program yang terintegrasi. Mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi.

Irvan mengatakan, Rumah Zakat memiliki program pemberdayaan lumbung pangan yang mengelola hasil padi. “Itu juga salah satunya kami berdayakan untuk kami beli, lalu kami salurkan kepada para mustahik dalam bentuk beras," ujarnya.

Rumah Zakat memiliki relawan atau petugas yang membantu melakukan pendataan, penyaluran, dan pendampingan kepada para mustahik. Dia mengatakan, pola ini dilakukan agar zakat disalurkan secara tepat sesuai syariat kepada penerima manfaat.

Kehadiran relawan yang membantu menyalurkan ke ribuan titik wilayah binaan, merupakan upaya memberikan pendampingan secara berkelanjutan kepada para mustahik. Dengan harapan, kualitas hidup mereka bisa meningkat baik dari sisi spiritual ataupun aspek ekonominya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Rumah Zakat (rumahzakat)

Budaya berbagi

Kementerian Agama melalui Direktur Penerangan Agama Islam, Juraidi menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Arab Saudi yang telah membagikan kurma, paket sembako dan paket buka puasa di Indonesia. Menurutnya, memberi adalah kebiasaan atau budaya umum di Arab Saudi dalam rangka menghormati kemuliaan Ramadhan.

"Kita berterima kasih kepada pemerintah Arab Saudi, (memberi) ini kebiasan umum di Arab Saudi dalam rangka menghormati kemuliaan Ramadhan dengan berbagi," kata Juraidi. 

Ia menerangkan, saling berbagi berasal dari ajaran agama Islam. Ini diimplementasikan dalam bentuk berbagi paket sembako, paket buka puasa dan kurma.

Hakikat puasa adalah merasakan penderitaan orang lain. Salah satu makna Idul Fitri juga untuk kebersamaan. "Maka budaya yang dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi dan para aghniya di sana setiap Ramadhan dengan berbagi," ujarnya.

Pemerintah Arab Saudi melalui Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Esam Abid Althagafi menyerahkan 3.000 paket sembako dan 10 ribu paket berbuka puasa untuk dibagikan kepada para fakir miskin, anak yatim dan tim medis. Termasuk membagikan 15 ton kurma istimewa hadiah dari Raja Salman bin Abdulaziz dan 30 ribu eksemplar Alquran dengan terjemahan bahasa Indonesia.

Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi telah memberikan kurma untuk Indonesia melalui Kemenag sebanyak 100 ton. Kurma tersebut disalurkan Kemenag melalui ormas-ormas di Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Bimas Islam Kemenag RI (bimasislam)

Di tempat yang sama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Muhammad Cholil Nafis menyampaikan, mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim. Jumlah Muslim Indonesia merupakan yang terbesar di dunia.

"Dari 271 juta populasi (Indonesia) kita itu 88 persen beragama Islam, jadi mungkin 200 jutaan penduduk kita (beragama Islam)," ujarnya.

Kalau dikumpulkan Muslim di seluruh negeri Arab, jumlah Muslim Indonesia masih lebih besar. Kiai Cholil mengatakan, Arab Saudi adalah pelayan Makkah dan Madinah. Orang Indonesia yang melaksanakan ibadah umrah dan haji dilayani oleh mereka.

Dalam rangka mempererat hubungan di suasana Ramadhan dan pandemi Covid-19 ini, Arab Saudi berbagi dengan Indonesia. Ada beberapa bantuan dari Arab Saudi untuk buka puasa bersama, dan ada santunan untuk ormas-ormas Islam yang hadir pada kesempatan ini.

"(Berbagi yang dilakukan Arab Saudi ini) lebih kepada persahabatan, pendekatan goverment to goverment (sekaligus) dengan masyarakat (Indonesia) untuk membangun keakraban antara Indonesia dengan Arab Saudi," jelasnya. 


×