Muslim melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Agung At Tin, Jakarta, Jumat (16/4). Pelaksanaan Shalat Jumat perdana di bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah itu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan serta pembatasan jumlah kapasitas jamaah sebanyak 50 pe | Republika/Putra M. Akbar
17 Apr 2021, 10:55 WIB

Ramadhan dan Keindahan Surga

Allah menghiasi surga untuk menyambut kedatangan Ramadhan.

JAKARTA — Ramadhan bulan yang paling istimewa bagi umat baginda Rasulullah SAW. Diriwayatkan Allah SWT menghiasi surga sebagai bentuk menyambut bulan Ramadhan. 

"Surga dihiasi untuk menyambut bulan Ramadhan," kata Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi dalam kitab Fadhilah Amal.

Syekh Maulana Muhammad Zakariyya mengatakankan, Allah menghias surga untuk menyambut bulan Ramadan ini telah banyak dikemukakan di dalam berbagai riwayat. Sebuah riwayat menyebutkan bahwa sejak permulaan tahun, surga telah dihiasi untuk menyambut bulan Ramadan.

Biasanya, semakin penting tamu yang akan datang, maka semakin awal pula persiapannya. Misalnya dalam acara walimah pernikahan dan persiapan telah dimulai beberapa bulan sebelumnya, begitu juga Allah SWT dalam mempersiapkan bulan Ramadan.

Terkait

Selain menghias surga Allah membelenggu setan-setan yang sangat jahat, sehingga kemaksiatan di muka bumi berkurang. Bentuk kata Syekh Maulana Muhammad Zakariyya adanya semangat ibadah dan gairah pada diri orang-orang beriman untuk memperoleh rahmat pada bulan Ramadhan sudah membuat setan berusaha sekuat tenaga menyesatkan manusia dari jalan yang benar. 

"Namun, yang terlihat secara umum kamu kemaksiatan berkurang," katanya.

Kata Syekh Muhammad Zakariyya berapa banyak para pemabuk yang karena keistimewaan bulan Ramadan tidak minum khamr. Berapa banyak kemaksiatan yang bisa dilakukan secara terang-terangan berkurang karena Ramadhan.

Meski demikian, tidak dapat dipungkiri masih ada perbuatan dosa yang terjadi selama Ramadhan. Namun, terjadinya perbuatan dosa tersebut, tidak bertentangan dengan isi hadis di atas.

"Karena isi hadis menyatakan bahwa yang dibelenggu adalah setan-setan yang sangat jahat. Maka tidak perlu heran jika masih ada orang yang berbuat dosa di Bulan Ramadhan mu. Hal itu merupakan pengaruh setan yang lebih kecil kadar kejahatan itu," katanya.

Aplikasi Umma

Aplikasi komunitas dan gaya hidup Muslim, Umma, meluncurkan fitur podcast Islami bernama uVoice. Hal ini sebagai dukungan bagi ekosistem syiar digital Indonesia. 

UVoice merupakan fitur yang menampilkan beragam konten Islami dengan format audio sehingga dapat memudahkan fleksibilitas pengguna untuk menyimak konten yang ditawarkan tanpa harus terpaku pada layar gawai. CEO dan Co-Founder Umma, Indra Wiralaksmana, mengatakan kehadiran uVoice merupakan bukti dukungan Umma untuk memfasilitasi para pendakwah agar dapat memperluas jangkauan syiar ke jutaan umat Muslim di Indonesia. 

Selain itu setiap konten di uVoice juga dilengkapi dengan layanan infak digital, yang berfungsi untuk membantu memberdayakan finansial para podcaster. “Sehingga mereka tidak hanya dapat berbagi ilmu, tapi juga mendapatkan pemasukan dalam bentuk infaq tadi,” ujar Indra dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/4). 

Selain uVoice, Umma juga menghadirkan fitur lain seperti uGive dan uForum. UGive adalah fitur sedekah untuk memfasilitasi sedekah harian para pengguna Umma, yang kemudian disalurkan ke lembaga-lembaga mitra Umma yang terpercaya. Sementara, uForum adalah fitur diskusi antar sesama pengguna Umma tentang beragam gaya hidup Muslim. 

Dia berharap, melalui fitur terbaru ini, Umma dapat menghidupkan semangat Ramadhan meski di tengah keterbatasan karena pandemi Covid-19. Indra mengatakan UVoice merupakan wujud keseriusan Umma merespons saran dan masukan para pendakwah dan pengguna aplikasi untuk menghadirkan konten Islami dalan format audio digital. 

Semakin berkembangnya dunia digital, arus informasi akan semakin kuat. Untuk itu, Umma berikhtiar membantu umat menemukan dan mengakses konten Islami secara lebih mudah dan terstruktur.

Salah satu kreator konten Umma, Ustad Fikri Haikal MZ mengatakan, sudah saatnya para pendakwah dan dai melek digital dan berinovasi mengikuti perkembangan zaman yang serba digital. Menurut dia, setiap media bisa dijadikan alat untuk menyampaikan nilai-nilai keagamaan ataupun keilmuan, salah satunya media digital. 

“Keputusan Umma untuk menghadirkan uVoice perlu diapresiasi karena dari situlah wadah untuk menyebarkan ilmu menjadi lebih luas jangkauannya,” kata dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by umma (ummaindonesia)

Kontes syiar

Umma juga telah menyelenggarakan kompetisi Syiar Digital Indonesia (SDI) yang telah berjalan sejak Februari hingga Mei 2021. Dengan tema "Cakap Digital, Cermat Bersyiar", Umma menjaring bakat-bakat syiar Islami melalui konten digital yang dibuka untuk masyarakat umum. 

Kompetisi ini menjaring masyarakat umum dengan total peserta lebih dari 600 dari berbagai kota di Indonesia, bahkan dari luar Indonesia. Memasuki babak akhir pada Ramadhan ini, finalis kompetisi Syiar Digital Indonesia 2021 berkesempatan memngembangkan podcast masing-masing menjadi konten uVoice.

Salah satu juri SDI, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat, KH Abdul Manan A Ghani mengatakan, kompetisi yang ditujukan bagi para milenial ini sangat bermanfaat. Pasalnya hal tersebut dapat menjaring generasi muda berbakat dan dapat menjadi bibit unggul bagi masa depan dakwah Indonesia. 

“Saya amat terkesan, mulai dari konten, bahasa, intonasi, semua peserta bagus-bagus dan semoga bakat mereka bisa terus meningkat agar bisa menjadi dai-daiah internasional,” ujarnya. 

Pemimpin Redaksi Republika, Ifran Junaidi, yang juga menjadi salah satu juri SDI mengatakan, kompetisi ini merupakan ajang baik untuk memupuk bakat kaum muda menyampaikan dakwah Islam yang menyejukkan dan rahmatan lil alamin. Dia mengapresiasi upaya Umma menyediakan wadah bagi para pendakwah.

“Mudah-mudahan fitur ini kedepannya dapat berkembang lebih bagus lagi sehingga dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, tentu saja akan memberi manfaat yang besar untuk umat,” ujarnya.


×