Hikmah Republika Hari ini | Republika
17 Apr 2021, 03:30 WIB

Ramadhan dan Kecintaan pada Ilmu

Mencari pengetahuan harus disertai adab yang baik kepada guru dan sesama anggota majelis pengetahuan.

OLEH ALPHA AMIRRACHMAN

Dalam situasi pandemi Covid-19 masih mendera bangsa ini, umat Islam Indonesia menjalankan ibadah shaum pada bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan maghfirah. Tentu saja umat dituntut untuk tetap senantiasa menjalankan aktivitasnya sehari-harinya, betapapun ujian Covid-19 masih belum sirna. 

Hendaknya momen istimewa penuh tantangan sekaligus keberkahan ini dapat kita manfaatkan untuk hal-hal yang positif sesuai tuntunan Alquran dan hadis. Salah satunya, dengan meningkatkan kecintaan kita pada ilmu pengetahuan, meningkatkan //ghirah// untuk terus belajar meningkatkan keterampilan dan pengetahuan yang kita miliki.

Imam Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulumiddin menyitir sabda Rasulliullah SAW yang menegaskan keutamaan ilmu pengetahuan: “Pergi di pagi hari untuk mempelajari satu bab ilmu adalah lebih baik daripada melakukan shalat sebanyak seratus rakaat.”

Terkait

Allah berfirman: “Dan ketika Allah mengambil sumpah janji dari orang dikaruniai Alkitab: ‘Hendaklah kalian menjelaskannya kepada manusia dan janganlah kalian menyembunyikannya.’” (QS Ali Imran:187). 

Setelah membaca ayat tersebut, Rasullullah SAW bersabda: “Allah tidak memberikan satu ilmu pun kepada seorang alim, kecuali Dia mengambil sumpah janji darinya, sebagaimana Dia mengambil sumpah janji dari para nabi agar mereka menejelaskannya dan tidak menyembunyikannya.”

Perintah untuk terus menuntut ilmu juga diiringi dengan perintah agar mereka yang berilmu untuk senantiasa membagi ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada pencari ilmu atau kepada masyarakat luas yang membutuhkannya. Di sini tersirat adab dalam berpengetahuan.

Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman apabila dikatakan kepadamu: ‘Berlapang-lapanglah dalam majelis’, maka lapangkahlah, niscaya Allah akan memberikan kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: ‘Berdirilah kamu’, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS al-Mujadalah [58]:11).

Ayat ini bukan saja menunjukkan bahwa Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berpengetahuan, tapi juga mengajarkan kepada kita bagaimana memelihara adab dan membina hubungan yang baik dengan sesama dalam mencari ilmu. Dalam majelis pengetahuan, hendaknya kita berupaya memberikan ruang bagi yang lain untuk duduk bersama dalam menimba ilmu. 

Tentu saja dalam praktiknya kita menyesuaikan dengan kondisi dan zaman. Terlebih pada era 4.0 dan dengan situasi pandemi seperti ini, ruang-ruang majelis mulai didominasi dengan ruang-ruang digital melalui perangkat teknologi.

Mencari pengetahuan harus disertai dengan adab yang baik kepada guru dan kepada sesama anggota majelis pengetahuan. Sungguh indah ajaran Islam.


×