Warga menghidang makanan tradisional, Kanji Rumbi (bubur) sebelum dibagikan kepada masyarakat di Masjid Beurawe, Banda Aceh, Aceh, Selasa (13/4/2021). Tradisi berbagai Kanji Rumbi berbahan dari rempah, sayur, beras, udang, daging, kentang dan wortel serta | ANTARA FOTO/Ampelsa

Cahaya Ramadhan

16 Apr 2021, 05:52 WIB

Maknai Pesan Moral Ramadhan

Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat ibadah sosial, menguatkan empati dan berbagi.

JAKARTA -- Aktivitas berbagi makanan berbuka puasa sering terlihat saat Ramadhan. Berbagi takjil untuk berbuka puasa diyakini akan mendatangkan pahala yang sangat besar. 

Hal itu pernah disampaikan dalam salah satu hadis dari Rasulullah SAW. Dalam HR Ibnu Majah, disebutkan Nabi Muhammad SAW bersabda, "Siapa yang memberi makan buka puasa, ia akan mendapat pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahalanya masing-masing".

Wakil Ketua Umum PP Persatuan Islam (Persis), KH Jeje Zainuddin, mengatakan saat pandemi Covid-19, banyak masyarakat kesulitan secara ekonomi. “Jadi akan lebih besar lagi keutamaan pahalanya ketika berbagi makan takjil buka puasa pada saat terjadi banyak kesusahan," kata Kiai Jeje saat dihubungi.

Dia mengimbau masyarakat untuk memprioritaskan kaum miskin dan dhuafa saat berbagi makanan untuk berbuka puasa.  Posisi mereka lebih berhak mendapat bantuan. Meski begitu, bersedekah takjil pada dasarnya boleh diperuntukkan bagi siapa saja yang sedang berpuasa.

Saat memberikan makanan berbuka puasa, ada ketentuan yang harus diperhatikan. Kiai Jeje mengatakan, jika tujuannya semata untuk takjil, maka yang paling utama adalah memberikan minuman manis dan makanan ringan pembuka yang kaya mineral dan vitamin seperti susu, kurma, madu, sari buah-buahan, dan pisang.

“Itu dianjurkan selain mengikuti sunah juga sejalan dengan rekomendasi kesehatan," ujarnya.

Ketua Yayasan Askar Kauny, Ustaz Bobby Herwibowo, mengatakan dalam hadis disebutkan berbagi makanan kepada yang berpuasa, berarti mendapatkan pahala seperti yang sedang berpuasa.

Di luar Ramadhan, berbagi makanan merupakan hal utama dan ibadah yang paling bagus. Ustaz Bobby mengatakan, berbagi makanan bisa dilakukan kepada siapapun, baik kepada fakir dhuafa yatim atau orang kaya sekalipun.

Kalau dilihat dari surah al-Balad ayat 10-14, keutamaan utama ibadah adalah berbagi makanan kepada orang-orang yang kelaparan. "Dalam ayat tersebut, Allah SWT memberi tahu bahwa memberi makan kepada orang-orang yang kelaparan termasuk saat puasa, menjadi amalan yang akan mengantarkan pada pintu surga," ujarnya.

Meraih keberkahan

Ramadhan merupakan bulan penuh keberkahan. Namun, tidak semua orang bisa meraih keberkahan atau kemenangan, meski mereka berpuasa di bulan Ramadhan.

Ustaz Wijayanto mengatakan, seluruh amalan bisa dipamerkan kepada manusia misalnya shalat, haji, ataupun sedekah. Namun, berbeda dengan puasa, yang tidak bisa dipamerkan kepada manusia.

Puasa itu hanya untuk Allah SWT. “Tapi ada orang yang puasa, namun tidak berhasil puasanya. Mereka tidak mendapat apa-apa kecuali lapar dan haus,” kata dia  saat memberikan tausyiah dalam Majelis Bahagia Bersama Ramadhan yang digelar Rumah Zakat dan Buka Lapak,  Rabu (14/4).

Ustaz Wijayanto menjelaskan agar puasa bisa berhasil, hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengoreksi niatnya. Puasa harus diniatkan karena keimanan kepada Allah SWT.

Setelah memperbaiki niat, yang berikutnya adalah melakukan puasa sesuai cara yang dicontohkan Rasulullah SWT.  Dia menyebut, inti puasa bukan hanya tidak makan, tidak minum, dan tidak syahwat, melainkan juga harus bisa memaknai pesan moral Ramadhan.

Menurut dia, puasa secara maknawi harus menambah kebaikan. “Jadi mengukur puasa berhasil atau tidak itu saat keluar dari Ramadhan, Syawal atau tidak, meningkat atau tidak,” ujarnya.

Bulan Ramadhan juga merupakan syahrul taubah. Tobat berarti menyadari kesalahan, menyesalinya, dan berjanji tidak mengulangi lagi kesalahan tersebut.

Ustaz Wijayanto mengatakan ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk menghadirkan Allah SWT agar selalu dekat dengan seseorang. Di antaranya dengan berdoa saat hendak beraktivitas. Selain itu, melaksanakan berbagai ibadah seperti misalnya membaca Alquran, berzikir, dan bersedekah.


×