Pemain Manchester United Edinson Cavani mencetak gol dalam pertandingan melawan Tottenham Hotspur di London pada 11 April 2021. | EPA-EFE/Adrian Dennis

Olahraga

15 Apr 2021, 19:31 WIB

MU Tanpa Kekuatan Penuh

MU punya kesempatan besar untuk lolos ke semifinal.

 

 

 

MANCHESTER -- Dua gol, yang masing-masing dicetak Marcus Rashford dan Bruno Fernandes, membawa Manchester United (MU) menyudahi perlawanan Granada pada leg pertama babak perempat final Liga Europa, tengah pekan lalu. Kemenangan, 2-0, di kandang Granada itu seolah telah membawa satu kaki United berada di fase semifinal Liga Europa. 

Namun, pekerjaan belum sepenuhnya selesai buat United. Tim besutan Ole Gunnar Solskjaer itu masih harus melakoni partai leg kedua babak delapan besar Liga Europa, Jumat (16/4) dini hari WIB. Kali ini giliran United yang bakal menjamu wakil Spanyol tersebut di Stadion Old Trafford. 

Kendati United diunggulkan melaju ke babak semifinal, terlebih pascakeunggulan 2-0 secara agregat, masih ada kekhawatiran soal peluang Setan Merah untuk bisa memetik kemenangan di laga ini. Tantangan terbesar buat United di laga ini justru datang dari kelengkapan para pemain di tim utama. 

United akan kehilangan tiga penggawa andalan, yaitu Luke Shaw, Harry Maguire, dan Scott McTominay. 

Tiga pemain tersebut mesti melakoni larangan sanksi bertanding di laga tersebut usai menerima kartu kuning kelima di laga leg kedua. Alhasil, pelatih United, Ole Gunnar Solskjaer, dipaksa melakukan bongkar pasang di tim inti United di laga tersebut. Eric Bailly, yang baru kembali melakoni masa isolasi mandiri pasca terpapar Covid-19, diragukan untuk bisa tampil. Dengan begitu, Axel Tuanzebe akan diplot menggantikan Maguire dan menjadi tandeng Victor Lindelof. 

Sementara Luke Shaw, yang biasa beroperasi di posisi bek kiri, kemungkinan besar akan ditempati Alex Telles. Sedangkan Nemanja Matic disebut-sebut akan menggantikan McTominay di posisi gelandang bertahan dan berduet dengan Fred di posisi tersebut demi menjaga keseimbangan permainan United. Tidak hanya itu, United juga akan kehilangan Anthony Martial yang mengalami cedera. Akhirnya, Solskjaer mesti berharap pada kedalaman skuat di tiap lini permainan. 

Kendati begitu, pelatih asal Norwegia itu menegaskan, serangkaian perubahan komposisi pemain itu tidak akan mengubah pendekatan dan pilihan strategi permainan United di laga tersebut. Meski telah mengatongi keunggulan agregat, Solskjaer menyebut, Marcus Rashford dan kawan-kawan tidak tetap berupaya menyerang dan mencetak gol di laga tersebut. 

''Kami mesti bisa terus meningkatkan performa. Sepak bola akan menelan Anda apabila Anda tidak mengembangkan diri. Kami tak punya gaya permainan lain, selain berupaya untuk terus menyerang dan mencetak gol. Terlebih, kami akan tampil di laga kandang,'' tutur Solskjaer seperti dilansir laman resmi klub, Rabu (14/4). 

Tampil di Stadion Old Trafford bukan satu-satunya modal utama United di laga ini. Keberhasilan membungkam salah satu anggota Th Big Six, Tottenham Hotspur, 3-1, di lanjutan Liga Primer Inggris, akhir pekan lalu, tentu telah mendongkrak kepercayaan diri para penggawa United. 

Kemenangan itu kemenangan ketiga United secara beruntun di semua ajang. Sementara dari catatan penampilan di laga kandang, United mengemas rekor tidak pernah kalah dalam delapan laga terakhir, dengan torehan lima kemenangan dan tiga hasil imbang. 

Tidak hanya itu, rekor penampilan United di Liga Europa pun terbilang cukup impresif. Juara Liga Europa musim 2016/2017 itu tercatat tidak pernah kalah dalam 26 partai di 28 laga terakhir di pentas Liga Europa. Pun dengan keberhasilan mencatatkan //clean sheet// di lima laga dalam tujuh partai terakhir Liga Europa. 

Di sisi lain, Granada bukan berarti Granada tanpa persiapan sama sekali saat melawat ke markas United. Roberto Soldado dan kawan-kawan bahkan memiliki rekor apik terkait performa di laga tandang. Tim berjuluk Nazaries itu mampu setidaknya mencetak satu gol dalam 12 laga tandang terakhir di semua ajang. 

Namun, modal terbesar Granada dalam lawatan leg kedua adalah momentum kemenangan di laga sebelumnya. Setelah dibekap United, 0-2, tengah pekan lalu, Granada berhasil bangkit dan kembali ke jalur kemenangan usai membungkam Real Valladollid, 2-1, di lanjutan La Liga, akhir pekan lalu. 

Kemenangan ini sekaligus mengakhiri rentetan kekalahan secara beruntun Granada di empat sebelumnya di semua ajang. Pelatih Granada, Diego Martinez, menyebut, kemenangan atas peringkat ke-17 klasemen sementara La Liga itu merupakan bukti kemampuan timnya untuk menemukan kembali karakter permainan yang tepat. 

Selain itu, Martinez menegaskan, timnya tidak mau membuang kesempatan melaju ke babak semifinal, terlebih setelah mengawali kompetisi Liga Europa musim ini dari babak kualifikasi putaran kedua. 

''Kini, kami harus mempertahankan momentum itu di laga kontra United. Belum ada satu tim pun yang sudah dipastikan lolos. Kami sudah berjuang sejak tampil di kompetisi ini dari babak kualifikasi. Target kami selanjutnya adalah meraih kemenangan di laga berikutnya,'' kata Martinez seperti dilansir Mundo Deportivo.

photo
Pemain Manchester United Mason Greenwood (kiri) merayakan kemenangan dengan teman satu timnya dalam sebuah pertandingan melawan Tottenham Hotspur di London 11 April 2021. - (EPA-EFE/Adrian Dennis)


×